Warta Perjamuan Kudus 25 Oktober 2020

PERJAMUAN KUDUS SECARA LIVE STREAMING DALAM RANGKA PENUTUPAN BULAN KELUARGA GKI PAKUWON 2020

Sehubungan dengan Ibadah Perjamuan Kudus secara Live Streaming yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Oktober 2020, Pk. 08.30 WIB, maka kepada segenap Jemaat dan Simpatisan GKI Pakuwon yang sudah menerima baptisan dan pengakuan percaya, terpanggil untuk mengadakan pemeriksaan diri melalui doa dengan kerendahan hati di hadapan Allah sebelum mengikuti Perjamuan Kudus dengan formulir persiapan perjamuan kudus yang tersedia.

Untuk pengambilan Roti dan Anggur Perjamuan Kudus, Bapak Ibu dipersilahkan datang mengambil di Ruang bawah/Lantai Dasar GKI Pakuwon, mulai hari Selasa – Sabtu, tanggal 20 – 24 Oktober 2020, Pk. 09.00 s/d Pk. 11.00 WIB. Di luar hari dan jam-jam tersebut, Bapak Ibu diminta melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan Tata Usaha Gereja. Jika Bapak, Ibu berhalangan untuk mengambil di gereja oleh karena sebab khusus, dapat menyediakan roti dan anggur sendiri di rumah.

Demikian disampaikan dan terima kasih atas perhatian Bapak Ibu. Selamat mempersiapkan diri. Tuhan memberkati kita semua.

  

FORMULIR LITURGIS

PERSIAPAN PERJAMUAN KUDUS

Rujukan: Tata Laksana GKI Pasal 26:3

Pada hari Minggu, 25 Oktober 2020, kita akan merayakan Perjamuan Kudus. Untuk menyambut dan ikut serta dalam perayaan itu, marilah kita mempersiapkan diri secara bersama-sama. Pada perjamuan malam terakhir, Kristus menghendaki kita merayakan perjamuan kudus untuk mengenang-Nya. Mengenang Kristus berarti mengalami kehadiran-Nya seperti murid-murid-Nya dahulu mengalami kehadiran-Nya bersama mereka. Mengenang Kristus juga berarti menyadari secara pribadi seluruh kehidupan Kristus yang diberikan-Nya bagi keselamatan dunia, sejak Ia lahir, melayani, menderita sengsara, mati, dibangkitkan, dan dimuliakan di Sorga.

Marilah kita merenungkan-Nya :

  1. Apakah Kita benar-benar rindu untuk berjumpa secara pribadi dengan Kristus, untuk mengalami kasih, kuasa, dan kebenaran-Nya yang membarui hidup Kita?
  2. Apakah Kita menghayati bahwa seluruh ke-hidupan dan karya Kristus, yaitu kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, ke-matian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke Sorga, sampai dengan kedatangan-Nya kembali, terkait erat dengan ke-hidupan Kita?

Pada perjamuan malam terakhir, ketika Kristus memecah roti dan mengangkat cawan, Ia membagikan tubuh dan darah-Nya sendiri kepada murid-murid-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan Kristus sehingga Ia menjadi Kepala dan kita tubuh-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan semua orang yang menerima-Nya juga menjadi satu tubuh dan satu roh.

Marilah kita merenungkannya:

  1. Apakah Kita menghayati bahwa Kristus adalah Kepala seluruh kehidupan Kita, dalam hidup berjemaat dan bermasyarakat, dalam keluarga dan pekerjaan Kita?
  2. Apakah Kita menghayati bahwa Kita adalah anggota tubuh Kristus, yang saling mengasihi seorang terhadap yang lain?

Ketika kita bersatu dengan Kristus, Roti Hidup yang dipecah-pecahkan bagi dunia ini, kita pun dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk mengosongkan dan menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk memberi hidup kita demi keselamatan dunia.  Marilah kita merenungkannya:

  1. Apakah dalam persekutuan dengan Kristus, Kita mau berkurban dan menjadi berkat bagi sesama Kita?
  2. Apakah Kita menyadari bahwa sebagai anggota tubuh Kristus di tengah dunia, Kita menjadi mata dan telinga bagi Kristus yang melihat dan mendengarkan, serta peduli terhadap kebutuh-an dan masalah sesama Kita? Sudahkah Kita menjadi mulut bagi Kristus yang menyuarakan kebenaran dan keadilan dalam lingkungan Kita? Sudahkah Kita menjadi tangan bagi Kristus yang berkarya memperjuangkan damai sejahtera di muka bumi?

Kiranya Roh Kudus menolong kita semua dalam mempersiapkan diri untuk merayakan Perjamuan Kudus pada hari Minggu, 25 Oktober 2020

Tuhan Memberkati