Visi Tuhan: Anda Diperlengkapi untuk Sukses

Visi Tuhan: Anda Diperlengkapi untuk Sukses

08 Februari 2022

Bacaan Hari ini:
Yesaya 43:18-19 “Firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

Ketika orang berhenti mengikuti wahyu Tuhan atas hidup mereka, biasanya mereka memikirkan dua hal: “Saya tidak punya kemampuan ” atau “Saya telah gagal.” Jika Anda ingin memulai awal yang baru dalam mengejar visi Tuhan, langkah pertama ialah berhenti membuat alasan.

Anda punya kemampuan yang Anda butuhkan

Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata atau bahkan berkata pada diri sendiri, “Saya tidak punya kemampuan untuk mengejar mimpi saya”? Banyak orang di dalam Alkitab—termasuk Musa dan Yeremia—mencoba menggunakan alasan ini ketika Allah memberikan mereka misi. Tapi contoh favorit yang menurut saya paling pas adalah Gideon.

Allah memberi tahu Gideon bahwa Dia hendak menggunakan ia untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi jawab Gideon: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.” Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis”
(Hakim 6:15-16).

Ketika Anda menganggap diri Anda tidak mampu, ingatlah pelajaran yang didapat dari kehidupan Gideon: Anda tidak akan pernah sendirian; Tuhan selalu ada bersama Anda dan untuk Anda. Anda dapat mengandalkan kuasa-Nya, hadirat-Nya, janji-Nya, dan perlindungan-Nya. Anda tak perlu khawatir akan apa pun!

Masa lalu Anda adalah masa lalu

Inilah alasan lazim lain yang dipakai orang untuk menolak memulai awal yang baru: “Saya pernah gagal.” Sesungguhnya semua orang pernah gagal. Memang Anda adalah produk dari masa lalu Anda, tetapi Anda tidak harus menjadi tawanan dari masa lalu Anda. Anda dibentuk oleh hal-hal yang pernah terjadi pada Anda dan oleh hal-hal yang Anda lakukan pada diri Anda sendiri. Namun hari ini Anda punya pilihan; Anda bukanlah korban, kecuali Anda memilih untuk menjadi korban.

Tuhan jauh lebih tertarik pada masa depan Anda ketimbang masa lalu Anda.

Yesaya 43:18-19 mengatakan, “Firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

Tuhan ingin Anda melepaskan kegagalan masa lalu Anda dan mengakui dosa-dosa Anda. Barulah kemudian Anda dapat melanjutkan hidup dengan mengetahui bahwa dosa-dosa Anda telah diampuni.

“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi”
(Amsal 28:13).

Itulah awal yang baru!

Renungkan hal ini:
– Apakah Anda sepenuhnya mengandalkan kuasa, hadirat, janji, dan perlindungan Tuhan untuk melakukan apa yang Dia panggil buat Anda lakukan? Mengapa atau mengapa tidak?
– Apa kegagalan di masa lalu Anda yang Anda gunakan sebagai alasan untuk tidak memulai sesuatu yang baru?
– Jika Anda benar-benar beristirahat di dalam pengetahuan tentang pengampunan Allah, hal baru apa yang memberikan Anda semangat untuk mulai menjalankan visi dari Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 4-5; Matius 24:29-51

Rintangan terbesar Anda meraih kesuksesan mungkin adalah diri Anda sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)