Tuhan Itu Nyata, Bagaimanapun yang Anda Rasakan

Tuhan Itu Nyata, Bagaimanapun yang Anda Rasakan

18 Januari 2022

Bacaan Hari ini:
Yesaya 8:17 “Dan aku hendak menanti-nantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap kaum keturunan Yakub; aku hendak mengharapkan Dia.”

Sangat mudah menyembah Tuhan ketika segala sesuatunya berjalan baik-baik saja dalam hidup Anda—ketika Tuhan memberikan makanan, teman, keluarga, kesehatan, dan saat-saat yang menyenangkan. Akan tetapi, keadaan tidak selalu menyenangkan. Lalu, bagaimana Anda menyembah Tuhan ketika Dia terasa jutaan kilometer jauhnya?

Level terdalam dari penyembahan ialah memuji Tuhan ketika terluka, bersyukur dalam pencobaan, percaya dalam godaan, berserah diri ketika menderita, dan mengasihi-Nya ketika Dia tampak jauh.

Penulis Philip Yancey pernah mencatat, “Setiap hubungan mempunyai masa kedekatan dan masa menjauh, dan sama halnya dengan hubungan Anda dengan Tuhan, seberapa pun dalamnya hubungan Anda, pendulum akan berayun dari satu sisi ke sisi lain.”

Saat itulah beribadah menjadi sulit.

Santo Yohanes dari Salib menyebut hari-hari kekeringan dan keraguan rohani ini sebagai “malam gelap.”

Raja Daud paham betul hari-hari itu. Meski Allah menyebutnya “seorang yang berkenan di hati-Ku”
(lihat Kisah Para Rasul 13:22), Daud terkadang mengeluh tentang ketiadaan Allah:
– “Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?
(Mazmur 10:1).
– “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku”
(Mazmur 22:1).
– “Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?”
(Mazmur 43:2).

Tentunya Allah tidak meninggalkan Daud, dan tidak akan pernah juga meninggalkan Anda. Sebab Dia telah berjanji berulang kali, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”
(Ibrani 13:5).

Renungkan hal ini:
– Apa langkah-langkah mudah yang dapat Anda ambil untuk membantu Anda beribadah kepada Tuhan bahkan ketika Anda sedang terluka atau dalam masa-masa sulit?
– Menurut Anda apa yang mungkin Tuhan ingin Anda pelajari selama masa-masa ini?
– Apa janji-janji Tuhan yang dapat memberi Anda pengharapan dan dorongan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 43-45; Matius 12:24-50

Untuk mendewasakan persahabatan Anda dengan Tuhan, Dia akan menguji Anda dengan masa-masa perpisahan—saat-saat di mana seolah-olah Dia meninggalkan atau melupakan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)