Titik Awal Kebahagiaan

Titik Awal Kebahagiaan

22 Juni 2022

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:4 “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”

Jika Anda sungguh-sungguh ingin bahagia, maka Anda harus memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar Anda—dan memindahkan fokus Anda dari diri Anda sendiri kepada mereka. Itulah titik awal dari segala kebahagiaan.

Satu contoh di mana seseorang dengan tulus begitu peduli dengan orang lain ialah Paulus kepada Timotius. Dalam Filipi 2:20-21 dikatakan, “Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia (Timotius) dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.” Kebanyakan orang tidak bangun pagi lalu memikirkan keadaan orang lain. Biasanya mereka hanya peduli dengan masalah mereka sendiri. Dan itulah mengapa begitu banyak orang tidak bahagia dengan hidup mereka!
Memikirkan diri sendiri pada akhirnya hanya akan membawa Anda pada penderitaan.

Bila Anda ingin menjadi salah satu orang yang berbeda, yang tidak egois, dan yang bahagia, maka Anda perlu mengubah fokus Anda.

Memusatkan perhatian Anda pada orang lain memang bukan hal yang lazim. Kebanyakan orang tidak datang ke suatu tempat dan berpikir, “Siapa di tempat ini yang memerlukan bantuan saya hari ini?” Sebaliknya, biasanya yang ada di pikiran kita adalah, “Bagaimana penampilan saya? Bagaimana cara saya berbaur dengan mereka? Apa yang sedang mereka pikirkan tentang saya?” Oleh karena itulah, Anda harus berusaha melatih diri untuk melakukan kebalikan dari apa yang biasanya Anda lakukan dengan mengalihkan fokus dari diri Anda sendiri kepada orang lain.

Harus saya akui, betapa sedihnya saya ketika saya berkali-kali melewatkan apa yang paling dibutuhkan oleh orang-orang di sekeliling saya—bahkan orang-orang yang saya cintai sekali pun—karena saya tidak memperhatikan mereka. Saya tidak menaruh minat saya pada mereka. Saya tidak memindahkan fokus saya dari diri saya sendiri kepada mereka. Dan karena saya tidak memperhatikan kebutuhan mereka, saya kehilangan kesempatan untuk membantu mereka.

Filipi 2:4 mengatakan, “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”

Renungkan hal ini:
– Gangguan-gangguan apa yang menyebabkan Anda tidak memperhatikan kebutuhan orang lain?
– Seperti apakah “memperhatikan ⁸kepentingan orang lain” itu?
– Bagaimana selama ini Anda terbantu oleh karena perhatian orang lain atas hidup Anda?
– Kesempatan apa yang pernah Anda lewatkan untuk membantu seseorang karena Anda terlalu sibuk atau terlalu fokus pada masalah Anda sendiri? Apa yang bisa Anda lakukan hari ini untuk mengalihkan fokus Anda untuk membantu orang tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 6-8; Kisah Para Rasul 6

Alih-alih memikirkan diri sendiri atau menyesali peluang yang terlewatkan itu, mulailah gunakan energi Anda untuk memikirkan bagaimana keadaan orang lain. Di situlah Anda akan menemukan kebahagiaan—dalam melayani Tuhan melalui melayani orang lain.