Tinggalkan Warisan Keramahtamahan

Tinggalkan Warisan Keramahtamahan

03 Agustus 2022

Bacaan Hari ini:
Ibrani 10:24 “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.”

Keluarga yang hebat mengajari anak-anak mereka bahwa mereka bukanlah pusat dari semesta alam. Mereka mengajarkan anak-anak mereka bahwa Tuhan menciptakan mereka dan membentuk mereka untuk melakukan misi. Mereka memberi teladan dedikasi, pelayanan, kemurahan hati, serta doa. Keluarga biasa tidak melakukan hal-hal tersebut. Tetapi keluarga luar biasalah yang melakukannya.

Saya menjadi laki-laki seperti sekarang ini, pertama-tama, karena orang tua saya. Mereka menanamkan dalam diri saya nilai-nilai kepedulian terhadap orang lain.

Orang tua saya tidak punya banyak uang, tetapi mereka berdua punya karunia keramahtamahan dan kemurahan hati. Mereka suka memberi meski tidak punya banyak uang. Kami tinggal di sebuah pedesaan, ayah saya menanami kebun seluas satu hektarnya dengan segala jenis sayuran. Keluarga kami tidak mungkin akan menghabiskan semuanya, ayah saya menanaminya hanya supaya dia bisa berbagi kepada orang lain—karena dia tidak punya uang ekstra untuk diberikan. Karena itulah kami selalu menanam lebih dari yang kami butuhkan dan kemudian memberikannya untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Rumah kami selalu penuh dengan tamu. Orang-orang yang mengalami kepedihan datang ke rumah kami. Orang-orang yang sedang dalam perjalanan jauh datang ke rumah kami. Orang-orang yang mengalami konflik datang ke rumah kami. Para pemimpin Kristen terkenal yang sedang melayani di kota kami juga datang ke rumah kami. Suatu hari ayah saya menjumlahkan sudah berapa banyak makanan yang telah ibu saya masak untuk para tamu di rumah kami dalam satu tahun. Itu lebih dari seribu makanan! Saya tumbuh dengan belajar mempunyai sikap “berikan hidupmu untuk melayani.” Orang tua saya mengajari saya bahwa hidup ini tidak berpusat pada saya, melainkan tentang membantu orang lain.

Satu contoh yang pas tentang hal ini adalah keluarga Kornelius dalam kitab Kisah Para Rasul: “Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah”
(Kisah Para Rasul 10:2).

Sungguh warisan yang luar biasa! Tidakkah Anda ingin orang-orang menulis hal itu tentang Anda dan keluarga Anda suatu hari nanti?

Baik Anda memiliki anak atau tidak, Tuhan ingin Anda meninggalkan warisan demikian. Anda akan menemukan orang-orang yang lebih muda dalam usia—atau lebih muda dalam iman—di sekitar Anda. Maukah Anda meluangkan waktu untuk membantu orang lain menjadi seperti yang Tuhan lakukan? Luangkan waktu hari ini untuk membantu mereka menemukan misi Tuhan atas hidup mereka.

Renungkan hal ini:
– Warisan seperti apa yang ingin Anda tinggalkan? Bagaimana upaya Anda saat ini untuk meninggalkan warisan tersebut?
– Apabila Anda tidak memiliki anak, siapa orang muda dalam hidup Anda yang bisa Anda dorong untuk mewujudkan tujuan mereka dan membantu orang lain?
– Dengan cara apa Anda dapat mulai membuka rumah Anda untuk orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 63-65; Roma 6

Keluarga yang luar biasa, saling mengajarkan satu sama lain cara menunjukkan kasih dan melakukan perbuatan baik—untuk melayani.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Ming 0416: FT: Ibrani 10:23-25
23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.