Tiga Pertanyaan untuk Diajukan kepada Perasaan Anda

Tiga Pertanyaan untuk Diajukan kepada Perasaan Anda

20 Januari 2022

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 4:2 “Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.”

Apa keinginan manusia? Perasaan dan cinta Anda. Namun, begitu Anda menjadi pengikut Kristus, hidup Anda harus dikendalikan oleh kehendak Allah, bukan oleh kehendak Anda.

Alkitab berkata dalam 1 Petrus 4:2, “Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.”

Ketika Anda marah, kesal atau frustrasi—apa pun yang Anda rasakan—tanyakan pada diri sendiri tiga pertanyaan ini:

“Apa alasan sebenarnya aku merasakan ini?” Mungkin jawabannya adalah takut atau khawatir. Mungkin itu sesuatu yang dikatakan oleh orang tua Anda kepada Anda bertahun-tahun lalu. Dan kemudian ketika orang lain mengatakan hal yang serupa, orang tersebut menjadi sasaran utama dari semua kemarahan Anda yang terpendam lama.

“Apakah itu benar?” Apakah yang Anda rasakan itu benar? Ada satu titik dalam Alkitab di mana Elia merasa begitu berkecil hati sehingga ia datang kepada Tuhan dan mengeluh, “Tuhan, akulah satu-satunya orang di seluruh negeri Israel ini yang melayani-Mu.” Dan Tuhan menantangnya, kata-Nya, “Apa kau bercanda? Aku punya semua orang ini untuk melayani-Ku! Kau bertingkah seolah-olah kaulah satu-satunya yang berusaha melakukan hal yang benar di seluruh dunia ini! Itu tidak benar.”

“Apakah yang saya rasakan membantu saya atau malah menyakiti saya?” Apakah Anda akan mendapatkan yang Anda inginkan dengan terus merasa seperti itu? Banyak perasaan yang kelihatannya bermanfaat, tetapi sebenarnya malah merugikan diri sendiri.

Misalnya, Anda pergi ke restoran, dan pelayanannya sangat lambat. Anda menunggu lama untuk dilayani. Kemudian satu pasangan datang 15 menit setelah Anda dan mendapatkan makanan mereka sebelum Anda. Anda menjadi semakin jengkel hingga Anda merasakan sesuatu mengalir di dalam diri Anda. Ketika itu terjadi, tanyakan tiga pertanyaan berikut pada diri Anda hari ini:
– Apa alasan sebenarnya Anda marah? Mungkin Anda hanya lapar.
-Apakah yang Anda rasakan itu benar? Ya, Anda frustrasi karena pelayanannya lambat.
-Apakah yang Anda rasakan membantu Anda atau malah menyakiti Anda? Itu menyakiti Anda. Marah-marah dengan pelayan tidak akan memberikan Anda layanan yang lebih baik. Apakah mengomel itu efektif? Ketika seseorang memberi tahu Anda segala kesalahan Anda, apakah itu membuat Anda ingin berubah? Tidak, itu malah membuat Anda defensif.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Anda bisa mengelola emosi Anda—memilih ketenangan daripada kemarahan—adalah jalan terbaik.

Ketika Anda berhenti bertanya pada diri Anda sendiri tiga pertanyaan ini, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang mengapa Anda merasakan hal yang Anda rasakan dan apa yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi situasi tersebut.

Renungkan hal ini:
– Kapan emosi Anda pernah membuat Anda percaya akan sesuatu yang salah?
– Pikirkan tentang pengalaman yang baru-baru ini Anda alami di mana Anda merasa marah atau frustrasi. Menurut Anda, bagaimana mengajukan tiga pertanyaan ini kepada diri Anda sendiri akan mengubah situasi?
– Menurut Anda apa artinya dikendalikan oleh kehendak Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 49-50; Matius 13:31-58

Jangan biarkan perasaan Anda mengendalikan Anda. Pilihlah untuk menghadapi perasaan Anda—mengatur emosi Anda—hari ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)