Tanam dan Bersabarlah

Tanam dan Bersabarlah
 
17 Juli 2022
 
Bacaan Hari ini:
Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
 
Waktu yang tepat untuk mulai menanam adalah sekarang.
 
Saya selalu mengatakan ini kepada orang-orang yang berkata, “Suatu hari saya akan …” Mereka yang selalu berkata akan lebih sering melayani atau lebih banyak memberi ketika mereka pensiun atau ketika mendapatkan kenaikan gaji—suatu hari nanti.
 
Tetapi “suatu hari nanti” bukanlah hari ini. Jangan hanya menunggu tanpa berbuat apa-apa, mulailah menanam sekarang juga. Mengapa? Karena semakin awal Anda menanam, semakin lama Anda akan menikmati hasil panen dalam hidup Anda. Namun, panen tidak selalu datang tepat pada waktunya. Akan selalu ada musim menunggu antara musim menabur dengan menuai. Anda menanam di satu musim, dan Anda memanen di musim lain.
 
Anda harus bersabar, dan tidak menyerah!
 
Inilah salah satu prinsip Kerajaan Allah. Dalam Markus 4:26-28, Yesus berkata, “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.”
 
Hasilnya akan datang, tetapi itu akan muncul perlahan sebagai bagian dari sebuah proses. Dan karena itu butuh waktu, maka Anda harus memilih untuk bersabar: “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” 
(Galatia 6:9).
 
Pilihlah melupakan kegagalan panen tahun lalu. Sebaliknya, mulailah fokus pada panen jangka panjang dalam hidup Anda. Jika saat ini Anda sedang berada dalam kesulitan finansial, Anda tidak menjadi seperti itu dalam waktu semalam. Itu ialah akibat dari pilihan-pilihan buruk Anda selama bertahun-tahun yang mengacaukan segalanya, dan itu memerlukan beberapa waktu untuk memulihkannya kembali. Oleh karena itulah, ada jeda waktu antara menabur dan menuai.
 
Alkitab berkata dalam Mazmur 126:5-6, “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.”
 
Apa kehilangan yang sampai saat ini masih Anda rasakan? Mungkin Anda telah kehilangan pekerjaan. Mungkin Anda telah kehilangan kesehatan Anda. Mungkin Anda telah kehilangan orang yang Anda cintai. Mungkin Anda telah kehilangan tabungan Anda. Mungkin Anda telah kehilangan setengah dari tabungan pensiun Anda dalam beberapa tahun terakhir. Mungkin Anda telah kehilangan impian Anda.
 
Meratapi bukanlah sesuatu yang salah; bersungut-sungutlah tindakan yang salah. Alih-alih mengeluh, bergeraklah!
 
Renungkan hal ini:
– Seandainya Anda bisa memberikan nasihat keuangan kepada diri Anda waktu Anda muda, apa yang akan Anda katakan? Apa yang dapat Anda pelajari dari kesalahan keuangan Anda tersebut yang dapat Anda terapkan di situasi Anda saat ini?
– Kesalahan masa lalu dan kegagalan finansial apa yang perlu Anda relakan? Apa yang perlu Anda mulai lakukan hari ini untuk bergerak maju dalam keuangan Anda?
– Apa yang ingin Anda terima lebih banyak dalam hidup Anda? Bagaimana Anda dapat menanam benih tersebut sehingga suatu hari Anda akan menuainya?
 
 
Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38
 
 
Hari ini adalah hari Anda untuk mulai menanam.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)