Serahkan Diri Anda pada Kemurahan Hati Tuhan

Serahkan Diri Anda pada Kemurahan Hati Tuhan

29 Maret 2022

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 5:7 “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan ketika mengalami kegagalan ialah menyerahkan diri Anda pada kemurahan hati Tuhan. Inilah yang dilakukan Petrus. Kita tahu itu dari dua kitab yang ia tulis tentang hal ini di Alkitab.

Petrus mengalami sebuah kegagalan besar dalam hidupnya: menyangkal Yesus tiga kali dalam waktu semalam. Akan tetapi, dia tidak hanyut dalam keputusasaan. Dia tidak menyia-nyiakan waktunya untuk menghukum dirinya sendiri. Dia tidak memborbardir dirinya dengan rasa bersalah atau malu. Dia tidak tinggal dalam penyesalan. Sebaliknya, Petrus menyerahkan segala kecemasannya kepada Tuhan, dan oleh karena itulah, hidupnya dipenuhi dengan pengharapan dari kemurahan hati Tuhan.

Dalam 1 Petrus 5:7, Petrus berkata, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Dalam ayat ini, kata “serahkanlah” dalam bahasa Yunani berarti “melepaskan.”

Bayangkan Anda membawa sebuah batu besar. Saking besarnya, Anda tidak bisa melemparnya meskipun hanya satu cm; Anda hanya bisa menjatuhkannya saja. Itulah yang dimaksud ayat ini. Anda cukup membawa ketakutan, rasa tidak aman, rasa bersalah, atau apa pun yang tengah Anda pergumulkan, dan kemudian menyerahkannya pada Tuhan. Anda menyerahkan diri Anda pada kemurahan hati-Nya.

Tapi bagaimana cara melakukannya?
Anda dapat berdoa seperti ini: “Ya Tuhan, aku sudah gagal. Aku tidak pantas mendapatkan belas kasih-Mu. Aku telah mengabaikan-Mu dan membuat kesalahan. Namun Engkau tetap baik dan penyayang. Engkau murah hati dan pemaaf, oleh karena itulah, aku datang untuk berserah pada kemurahan hati-Mu. Aku butuh sebuah awal baru. Aku sadar aku tak pantas mendapatkannya dan tak bisa memilikinya dengan kekuatanku sendiri. Maka, lakukanlah apa yang seturut dengan kehendak-Mu dan tunjukkanlah itu kepadaku.”

Ini merupakan penangkal dari semua yang Setan katakan pada Anda. Setan suka membisikkan kebohongan di telinga Anda seperti, “Kau tidak cukup baik. Memangnya kau pikir kau siapa? Menurutmu mengapa Tuhan mau mempergunakanmu? Kau pikir Tuhan mau menjawab doa-doamu setelah semua hal yang sudah kau lakukan?” Setan tidak ingin Anda fokus pada kemurahan hati Tuhan.

Sebelum Yesus ditangkap, Dia memberi tahu Petrus empat hal:
– Setan hendak mengujimu.
– Engkau akan dicobai.
– Aku telah mendoakanmu.
– Gunakan rasa sakitmu untuk membantu orang lain.

Hal-hal ini juga berlaku untuk Anda. Ketika Anda menyerahkan semua ketakutan Anda, maka keputusasaan itu lenyap. Itulah yang dilakukan Petrus. Dia bersedih oleh karena kegagalannya, menemukan penghiburan lewat teman-temannya, dan menyerahkan dirinya pada belas kasih Tuhan. Inilah formula yang sama yang Anda perlukan untuk menemukan pengharapan setelah kegagalan.

Renungkan hal ini:
– Pernahkah Anda memiliki beban yang begitu berat sehingga yang hanya dapat Anda lakukan ialah berserah kepada Tuhan? Bagaimana hidup Anda berubah ketika Anda melepaskan beban itu?
– Kebohongan apa yang sedang dikatakan oleh Setan yang menghalangi Anda untuk fokus pada kemurahan hati Tuhan?
– Dengan apakah Anda sebaiknya melawan kebohongan Setan? Bagaimana cara Anda mengingatkan diri sendiri tentang kebenaran Firman?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16

Anda akan dicobai dan kadang Anda akan gagal. Tetapi Yesus akan selalu ada menyertai Anda. Dan rasa sakit Anda tidak akan sia-sia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)