Pernikahan yang Kuat Baik untuk Semua Orang

Pernikahan yang Kuat Baik untuk Semua Orang
 
30 Juli 2022
 
Bacaan Hari ini:
Roma 12:9-10 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”
 
Pernikahan yang kuat adalah baik bagi semua orang. Mereka bermanfaat buat para individu yang menjadi bagian dari hubungan tersebut, bahkan bisa membantu memperkuat seluruh masyarakat.
 
Sepanjang sejarah, pernikahan sudah menjadi unit terkecil dari setiap masyarakat dan budaya. Jika banyak pernikahan yang awet dan langgeng, maka negara ikut menjadi kuat. Sebaliknya, ketika pernikahan dan keluarga melemah, kebudayaan akan menurun.
 
Pernikahan yang kuat juga bermanfaat bagi individu yang berada dalam hubungan tersebut. Tuhan menggunakan pernikahan untuk menyempurnakan karakter Anda. Dalam hubungan, Anda belajar untuk penuh kasih dan tidak egois. Jika Anda menikah, tidak ada satu pun hubungan yang paling berdampak pada hidup Anda selain pernikahan.
 
Jika Anda belum menikah, Tuhan dapat dan akan menggunakan orang lain untuk membangun karakter Anda. Pecayalaah, orang-orang lajang juga punya fungsi di masyarakat. Malah kadang mereka memainkan peranan penting dalam budaya kita yang berkembang. Kadang mereka memainkan peran yang tidak bisa dilakukan oleh pasangan suami istri atau mereka yang memiliki anak. Sebenarnya, masyarakat juga membutuhkan para lajang untuk hidup dalam suatu hubungan yang kuat yang tanpa rasa takut dengan orang lain.
 
Baik Anda menikah atau tidak, salah satu tujuan utama hidup adalah untuk tumbuh dewasa, bahwa alam semesta ini bukanlah tentang Anda. Justru kebahagiaan sejati berasal dari memberikan hidup Anda, menjadi tidak egois, melayani, dan mengasihi. Inilah yang disebut kedewasaan.
 
Hidup adalah laboratorium untuk belajar mengasihi. Hal terpenting dalam hidup adalah karena Allah adalah kasih, dan Dia ingin Anda menjadi seperti Dia. Dia ingin menjadikan Anda seperti Yesus Kristus. Dia ingin membangun karakter Anda.
 
Jika Anda telah menikah, alat nomor satu yang Allah gunakan dalam hidup Anda untuk membangun karakter seperti Kristus adalah pasangan Anda. Setiap hari Anda akan mendapatkan ratusan kesempatan untuk berempati terhadap orang lain daripada diri Anda sendiri.
 
Alkitab mengatakan, “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat” 
(Roma 12:9-10).
 
Apakah Anda melakukan itu dalam pernikahan Anda?
 
 Sebelum saya menikah bertahun-tahun yang lalu, saya benar-benar berpikir kalau saya tahu bagaimana mencintai seorang perempuan. Tapi ternyata saya tidak tahu apa-apa tentang cinta! Sekarang, setelah 40 tahun menikah, saya tahu bahwa cinta itu adalah mencuci piring. Saya tahu bahwa cinta itu membuang sampah. Saya tahu bahwa cinta itu mendahulukan kepentingan orang lain.
 
Renungkan hal ini:
– Bagaimana selama ini Anda melihat pernikahan yang kuat, yang punya kontribusi terhadap masyarakat, bahkan negara?
– Terlepas dari apakah Anda menikah atau belum, hubungan-hubungan apa saja yang sedang Tuhan pakai untuk membangun karakter Anda? Apa yang telah Anda pelajari tentang mengasihi dan menunjukkan rasa hormat terhadap sesama?
– Hari ini, cobalah untuk menunjukkan cinta dan rasa hormat Anda pada pasangan Anda. Kemudian renungkan hasilnya. Apa efek dari metode yang penuh kasih dan hormat itu? (Jika Anda belum menikah, cobalah mengadaptasi metode yang sama untuk anggota keluarga, teman sekamar, atau rekan kerja).
 
 
Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 51-53; Roma 2
 
 
Kuasai cara untuk menunjukkan rasa hormat terhadap satu sama lain, supaya Anda semakin bertumbuh seperti Kristus. Dan pada akhirnya, itu akan memimpin Anda pada hubungan yang lebih kuat.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)