Pernikahan Diciptakan untuk Menjalin Hubungan

Pernikahan Diciptakan untuk Menjalin Hubungan
 
29 Juli 2022
 
Bacaan Hari ini:
1 Korintus 11:11 “Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.”
 
 
Pernikahan tidak menyelesaikan permasalahan Anda. Pernikahan juga tidak mencetuskan permasalahan Anda. Sebaliknya itu menyingkapkan permasalahan Anda. Bahkan itu memperbesar apa yang sudah menjadi masalah ketika dulu Anda melajang.
 
Lalu, jika pernikahan tidak menyelesaikan permasalahan, apa gunanya pernikahan? Mengapa Tuhan merancang pernikahan? Tuhan menciptakan pernikahan untuk terjadinya relasi antara laki-laki dan perempuan.
 
Alkitab berkata dalam 1 Korintus 11:11, “Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.”
 
Baik Anda menikah atau tidak, jika Anda seorang perempuan, Anda tetap membutuhkan laki-laki dalam hidup Anda; jika Anda seorang laki-laki, Anda tetap membutuhkan perempuan dalam hidup Anda. Mengapa? 
Sebab tidak ada yang mempunyai citra Allah seutuhnya. Perempuan butuh bagian dari laki-laki dan laki-laki butuh bagian dari perempuan, dan oleh karena itulah, kita saling membutuhkan. Tuhan menghubungkan kita satu sama lain dengan cara ini. Tuhan memikirkan tentang jenis kelamin dan pernikahan. Sungguh Tuhan yang luar biasa!
 
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Tuhan menciptakan laki-laki terlebih dahulu dan kemudian perempuan? Kenapa Dia tidak menciptakan keduanya sekaligus? Saya rasa Dia melakukannya demi keuntungan Adam. Saya rasa Dia ingin Adam menyadari betapa dia membutuhkan perempuan dalam hidupnya.
 
Kejadian 2:18 mengatakan, “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
 
Ini kata Yesus katakan tentang hal itu, “Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” 
Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu” 
(Markus 10:6-9).
 
Bagian ini punya tiga poin utama mengenai pernikahan:
1. Pernikahan adalah rencana Tuhan; bukan sebuah tradisi yang bisa Anda tolak begitu saja.
2. Pernikahan adalah antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Bagian tubuh mereka saling bertautan untuk satu tujuan—untuk menciptakan manusia lain.
3. Pernikahan dirancang untuk selamanya. Memang tidak semua orang mampu melaksanakannya. Tuhan selalu siap dan selalu bersedia mengampuni Anda ketika Anda tidak memenuhi standar-Nya. Tetapi sejatinya pernikahan dirancang untuk seumur hidup.
 
Sadarkah Anda betapa radikalnya ketiga pernyataan ini? Bahkan apabila banyak orang tidak memercayainya, itu tetap adalah kebenaran Firman!
 
Realitas kehidupan saat ini adalah banyak orang menjalani pernikahan yang jauh dari kata ideal. Tetapi hanya karena kita hidup dalam realita kehidupan, yang belum tentu ideal, bukan berarti kita bisa langsung menyimpulkan bahwa tidak ada yang namanya pernikahan yang ideal.
 
Yang ideal adalah cara Allah merancang pernikahan. Dan ketika Anda memilih untuk hidup di dalam rancangan itu, maka Anda akan menuai manfaat dari hubungan yang Tuhan kehendaki dari sebuah pernikahan.
 
Renungkan hal ini:
– Mengapa penting bagi seorang lajang untuk memahami tujuan pernikahan?
– Bagaimana orang Kristen mencoba membelokkan tiga poin tentang pernikahan dari Markus 10:6-9 di atas?
– Menurut Anda mengapa pernikahan justru menyingkapkan masalah dalam diri individu? Ketika Anda menjalin suatu hubungan, usaha apa yang dapat Anda lakukan dengan kekurangan yang disingkapkan oleh pernikahan?
 
 
Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 49-50; Roma 1
 
 
Anda membutuhkan teman di semua bidang kehidupan. Tetapi pernikahan khususnya merupakan cara yang sangat signifikan untuk memberikan kita pendampingan, memberikan kita ikatan emosional.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)