Orang yang dapat Dipercaya adalah Orang yang Bahagia

Orang yang dapat Dipercaya adalah Orang yang Bahagia
 
23 Juni 2022
 
Bacaan Hari ini:
Amsal 25:13 “Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya.”
 
Jika Anda ingin bahagia, jadilah orang yang dapat dipercaya.
 
Paulus menganggap Timotius sebagai seseorang yang dapat dipercaya, konsisten, dan dapat diandalkan: “Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya” 
(Filipi 2:22). 
 
Paulus telah melihat bagaimana Timotius bertindak dalam segala macam keadaan, dan menganggapnya sebagai seseorang yang setia dan dapat dipercaya. Timotius telah membuktikan kepada Paulus bahwa ia adalah seseorang yang bisa diandalkan.
 
Apakah orang-orang mengenal Anda sebagaimana Anda sebenarnya? 
Apakah Anda telah terbukti dapat dipercaya seperti Timotius?
 
Setiap kali Anda pergi ke bank untuk mengajukan pinjaman, mereka akan melakukan pemeriksaan kartu kredit. Mereka ingin tahu apakah Anda layak dipercaya dengan kartu kredit Anda. Apakah Anda membayar tagihan tepat waktu? Apakah Anda punya rekam jejak yang terbukti baik? Bisakah Anda diandalkan untuk mengembalikan uang itu? Apakah Anda layak menerima pinjaman?
 
Tetapi masalahnya, semua orang di sekeliling Anda melakukan pemeriksaan kredit atas hidup Anda, setiap saat. Mereka ingin tahu apakah Anda memegang kata-kata Anda. Apakah selama ini Anda memperlihatkan warna asli Anda? Bisakah Anda dipercaya?
 
Ketika Anda membuktikan bahwa Anda adalah orang yang bisa dipercaya, Anda akan menjadi orang yang lebih bahagia. Orang-orang akan tahu bahwa Anda dapat diandalkan, dan hasilnya, hubungan Anda akan lebih erat dengan mereka.
 
Bagaimana Anda membangun reputasi sebagai orang yang dapat dipercaya?
 
Pertama, hiduplah dengan integritas. Berintegritas bukan berarti Anda harus sempurna. Artinya apa yang dilihat orang adalah yang sebenar-benarnya. Apa yang Anda katakan sesuai dengan perbuatan Anda.
 
Amsal 25:13 mengatakan, “Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya.”
 
Kedua, tepatilah janji Anda. Bahkan apabila Anda tahu itu akan membebani Anda lebih dari yang Anda kira, tetaplah tepati janji Anda.
 
Mazmur 15:4 mengatakan, “Yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi” tidak akan goyah selama-lamanya.
 
Renungkan hal ini:
– Menurut Anda mengapa Alkitab mengumpamakan teman yang dapat diandalkan dengan sejuk salju di musim panen? Apa arti dari teman yang dapat dipercaya buat Anda?
– Apakah Anda menganggap diri Anda sebagai orang yang berintegritas? Kapan Anda pernah tergoda untuk hidup tanpanya—di mana tingkah laku Anda berbeda dengan apa yang Anda tunjukkan ke publik?
– Kapan Anda pernah mengalami di mana menepati janji ternyata membebani Anda lebih dari yang Anda bayangkan? Apakah itu sepadan?
 
 
Bacaan Alkitab Setahun :
Ester 9-10; Kisah Para Rasul 7:1-21
 
 
Belajar hidup dengan kejujuran dan menepati janji akan membuktikan kepada orang lain bahwa Anda dapat dipercaya dan pada akhirnya akan membuat Anda menjadi orang yang jauh lebih bahagia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)