Memiliki Rasa Syukur yang Radikal

Memiliki Rasa Syukur yang Radikal

 

08 Oktober 2022

 

Bacaan Hari ini:

1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

 

 

*Semakin dalam Anda memahami kasih Allah, semakin Anda bersyukur.*

 

Bahkan, Alkitab mengatakan bahwa rasa syukur harus memenuhi hidup Anda, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” 

(1 Tesalonika 5:18).

 

Perhatikan, di sini Alkitab mengatakan agar kita mengucap syukur dalam segala hal, bukan untuk segala hal. Itu dua hal yang sungguh berbeda!

 

Anda tak perlu bersyukur atas hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda, sebab tak semua yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah. Malah, kerap kali kehendak Allah tidak terjadi di Bumi; sebaliknya, kehendak manusia yang kerap terjadi.

 

Ada begitu banyak kejahatan di dunia ini, dan Anda tak perlu berterima kasih kepada Allah atas hal itu. Namun, Anda dapat bersyukur kepada-Nya di tengah-tengah keadaan tersebut.

 

Sepanjang hidup saya, saya telah belajar bahwa saya dapat bersyukur kepada Allah dalam setiap keadaan. Berikut ini alasannya:

*- Allah pegang kendali.*

*- Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.*

*- Allah dapat mengubah kesalahan saya menjadi sesuatu yang mendatangkan kebaikan.*

*- Saya tidak akan hidup di Bumi selamanya; Saya akan tinggal di surga suatu hari nanti.*

*- Saya tidak akan kehilangan keselamatan saya.*

*- Apa pun yang terjadi, Allah tidak akan berhenti mengasihi saya.*

 

Dan saya masih punya seratus alasan lain untuk tetap bersyukur dalam situasi apa pun, bahkan di tengah keadaan yang tampak mengerikan sekali pun.

 

Lihat lagi 1 Tesalonika 5:18, di sana dikatakan bahwa Anda harus bersyukur kepada Allah “dalam segala hal.” Dalam bahasa Yunani, frasa ini menggunakan kata pos, yang artinya setiap, semua, segalanya, siapa pun, setiap saat, di mana pun, keseluruhan, tidak ada alasan, tidak terkecuali.

 

Itu terdengar cukup radikal, bukan? Itulah mengapa ini dinamakan rasa syukur yang radikal.

 

Tidak perlu upaya apa pun untuk bersyukur atas hadiah yang baru saja diberikan seseorang kepada Anda. Siapa pun bisa melakukannya. *Namun, bersyukur dalam segala keadaan membutuhkan rasa syukur yang radikal.*

 

Banyak orang berkata mereka ingin mengetahui kehendak Allah. Mereka ingin tahu apa yang Allah ingin mereka lakukan dengan hidup mereka. Dalam 1 Tesalonika 5:18, Allah menjelaskannya dengan amat jelas: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

 

Renungkan hal ini:

– Apa janji Allah dalam Alkitab yang dapat Anda hafalkan untuk membantu Anda senantiasa ingat untuk bersyukur kepada Dia, bahkan dalam keadaan sulit sekali pun? Tuliskan itu di kertas kecil, dan letakkan di tempat yang sering Anda lihat.

– Ketika Anda melihat orang lain menunjukkan rasa syukur yang radikal di tengah keadaan sulit, bagaimana hal tersebut membawa pengaruh buat Anda?

– Mengapa Allah ingin Anda mempraktikkan rasa syukur yang radikal “dalam segala hal”? Bagaimana kebiasaan itu membawa dampak pada bidang kehidupan Anda yang lain?

 

 

 Bacaan Alkitab Setahun :

Yesaya 41-43; Filipi 4 : 1-9 

 

 

*Mengucap syukur dalam segala situasi merupakan kehendak Allah atas Anda. Dan semakin Anda bersyukur, semakin dekat Anda dengan Dia!*

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)