Melawan Kegelapan dengan Cahaya

Renungan Harian 11 Januari 2021 dengan Bacaan Hari ini:
Roma 12:21 “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”

Saya tidak tahu apakah ada hal lain yang lebih kontra-budaya dengan budaya dunia saat ini, selain merespons kejahatan dengan kebaikan. Dan karena ini sangat berlawanan dengan budaya dunia, maka hal ini bisa jadi salah satu hal paling sulit untuk dilaksanakan.

Ketika ada seorang penindas yang mencoba membuat onar dalam hidup Anda, maka Anda perlu menanggapinya denga positif.
“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”
(Roma 12:21).

Itu sebuah langkah iman, bukan? Sebab kita, manusia, cenderung selalu ingin mengalahkan kejahatan dengan kejahatan dan melawan kegelapan dengan lebih banyak kegelapan. Itulah yang dunia ini sarankan: Bertarung dengan kotor. Itulah mengapa dibutuhkan iman untuk melawan apa keinginan daging dan yang budaya dunia dengung-dengungkan. Sebaliknya, percayalah pada Allah dan respons kegelapan dengan terang-Nya.

Lawanlah kegelapan dengan cahaya. Lawanlah kebencian dengan kasih. Lawanlah ketidakbaikan dengan kebaikan. Jangan biarkan kejahatan menguasai diri Anda. Hadapi yang jahat dengan yang baik.

Tentu, itu teramat sulit dilakukan. Tetapi itu menjadi kian sulit sebab kita harus “kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”
(Matius 5:44).

Apakah semudah itu? Tidak. Apakah itu tidak biasa? Iya. Apakah itu sebuah pilihan? Tepat sekali. Itu adalah yang harus Anda pilih untuk menjadi seseorang yang lebih baik daripada si penindas. Memilih terang dibanding kegelapan berarti berjalan di jalan Yesus. Dan Yesus tidak akan begitu saja mengabaikan pertarungan Anda itu dan melewatkannya. Dia akan menyerahkan nyawa-Nya jika itu yang harus Dia lakukan untuk menunjukkan betapa Dia mengasihi seseorang — dan itulah tepatnya yang telah Dia lakukan.

Tuhan tidak ingin Anda membalas. Dia ingin Anda berbuat baik. Dia ingin Anda menunjukkan kasih Anda, bahkan kepada hati yang paling keras sekalipun lewat doa untuk mereka, dan meminta Tuhan untuk memberikan mereka hati yang seperti Dia.

Yesus memberi kita teladan terbaik dalam merespons dengan kasih dan mendoakan musuh.
Jika Anda mengikuti teladan-Nya, maka Anda akan menonjol di dunia ini, di tempat di mana semua orang memikirkan dan mementingkan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Renungkan hal ini:
– Bagaimana Yesus menunjukkan pada kita bagaimana caranya mengatasi kejahatan dengan kebaikan serta mengasihi musuh kita?
– Menurut Anda mengapa Tuhan ingin kita mendoakan orang-orang yang menindas atau mengusik kita? Apa bedanya?
– Apakah Anda pernah secara konsisten berdoa untuk salah satu musuh Anda? Bagaimana hati Anda berubah tentang orang tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 27-28; Matius 8:18-34

Mengambil langkah iman untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan tidak selalu mudah, tetapi itu akan membuat Anda menjadi saksi yang kuat bagi Yesus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)