Latih Iman Anda dengan Menetapkan Tujuan

Latih Iman Anda dengan Menetapkan Tujuan

09 Mei 2022

Bacaan Hari ini:
Amsal 17:24 “Pandangan orang berpengertian tertuju pada hikmat, tetapi mata orang bebal melayang sampai ke ujung bumi.”

Sebagian besar yang Anda lakukan setiap hari tidak akan berarti untuk lima menit ke depan, apalagi untuk lima tahun. Ini mungkin menyakitkan untuk diakui, tetapi Anda—begitu juga orang lain —melakukan banyak hal yang sebenarnya tidak penting.

Untuk dapat menggapai impian Anda, Anda harus memutuskan apa yang benar-benar penting dan apa yang akan memberi dampak selamanya dalam hidup Anda. Kemudian, fokuslah akan hal itu. Alkitab mengatakan, “Pandangan orang berpengertian tertuju pada hikmat, tetapi mata orang bebal melayang sampai ke ujung bumi”
(Amsal 17:24).

Setelah Anda tahu apa yang paling penting buat Anda, tetapkanlah tujuan-tujuan besar yang mengharuskan Anda untuk membutuhkan iman. Yesus berkata dalam Matius 9 bahwa Dia akan memberkati Anda sebanyak yang Anda inginkan. Berkat-Nya tergantung pada ukuran iman Anda. Dia berkata, “Jadilah kepadamu menurut imanmu”
(Matius 9:29).
Di sini Tuhan sedang menyuruh Anda untuk memilih cawan Anda—dan Dia akan mengisinya penuh. Apakah itu cangkir teh kecil, botol berukuran 5 galon air, atau pun tong iman berukuran 100 galon air, Tuhan akan mengisinya sesuai dengan iman Anda. Seberapa besar Anda memercayai Tuhan menentukan seberapa banyak Tuhan memberkati Anda.

Latih iman Anda dengan menetapkan tujuan-tujuan selama perjalanan Anda mencapai impian Anda. Katakan, “Tuhan, aku percaya Engkau mau aku mencapai golku ini pada tanggal tertentu. Aku tahu ini akan benar-benar sulit untukku, tapi aku percaya inilah yang Engkau mau aku kerjakan.”

Apa yang dimaksud dengan tujuan yang dilandaskan oleh iman?

– Fokus: Tujuan ini bersifat spesifik – bisa Anda ukur.
– Dapat dicapai: Tujuan ini bersifat realistis dan bisa dikerjakan. Jika Anda menetapkan tujuan yang tidak realistis, maka Anda tidak akan dapat menggapainya.
– Individual: Tujuan ini bersifat personal. Anda tak bisa menetapkan tujuan-tujuan buat orang lain. Anda punya kepemilikan atas tujuan Anda sendiri, bukan orang lain.
– Dapat dilacak: Tujuan ini memerlukan tenggat waktu. Tanpa ada deadline, itu bukan tujuan.
– Sepenuh Hati: Jangan pernah menetapkan tujuan yang tidak Anda sukai. Tetapkanlah tujuan yang benar-benar ingin Anda kerjakan.

Apakah ada mimpi yang sudah Anda kubur dalam-dalam? Tujuan-tujuan yang berlandaskan iman akan menghidupkan impian Anda tersebut kembali.

Renungkan
– Menurut Anda mengapa tujuan-tujuan membantu Anda untuk mencapai mimpi Anda?
– Apa yang membuat Anda sulit untuk menetapkan tujuan-tujuan yang berhubungan dengan mimpi Anda?
– Apa beberapa tujuan yang dapat Anda tetapkan untuk sebuah mimpi yang belum terwujud dalam hidup Anda? Tuliskan tujuan-tujuan Anda tersebut, kemudian cobalah untuk membahasnya dengan orang percaya lainnya.

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja – raja 7 – 9 ; Yohanes 1 : 1 – 28

Lihatlah impian-impian yang telah Anda tinggalkan. Tambahkan sebuah tujuan, kemudian lihatlah bagaimana Tuhan bekerja di dalamnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)