Ketika Anda Meminta Sesuatu, Percayalah Allah akan Menjawabnya

Ketika Anda Meminta Sesuatu, Percayalah Allah akan Menjawabnya

 

17 Oktober 2022

 

Bacaan Hari ini:

Markus 11:24 “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

 

 

Seandainya hari ini saya memberi Anda sebuah cek sebesar seribu dolar, apakah Anda akan menahan rasa terima kasih Anda sampai memeriksa keaslian cek tersebut? Siapa pun yang kenal saya akan berpikir, “Rick orang yang cukup baik. Saya percaya dia punya uang sebesar itu. Saya akan berterima kasih padanya sekarang.” Mereka mungkin akan berterima kasih kepada saya terlebih dahulu — dan kemudian membawa cek itu ke bank.

 

Akan tetapi, janji Allah lebih baik dari pada janji kita. Bahkan sebelum Anda menerima apa yang telah Dia janjikan, Anda dapat berseru, “Terima kasih, Tuhan. Saya percaya bahwa yang Engkau janjikan akan terjadi. Engkau akan menepati apa yang Engkau janjikan.”

 

Ada sebuah contoh bagus tentang hal ini dalam “Daftar Pahlawan Alkitabiah” dalam Ibrani 11. Ingat bagaimana Yosua memimpin orang Israel mengelilingi tembok-tembok kota Yerikho hingga itu runtuh? Bagaimana tembok-tembok itu bisa runtuh? Ibrani 11:30 mengatakan, “Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.”

 

Orang-orang Israel masuk ke Tanah Perjanjian di mana kota Yerikho, kota yang berkuasa, berada. Allah berjanji akan mengizinkan bangsa Israel masuk ke dalam kota itu dan kemudian akan memberi tahu mereka rencana-Nya. Seperti ini rencana-Nya: “Aku ingin engkau berbaris mengelilingi tembok-tembok Yerikho selama tujuh hari. Dan pada hari ketujuh, berbarislah mengelilingi kota tersebut tujuh kali sambil mengucap syukur kepada-Ku atas kemenangan yang akan datang.”

 

Ketika mereka melakukan itu, tembok-tembok di kota tersebut pun runtuh. Itu artinya Allah telah melakukan apa yang telah Dia janjikan!

 

Saya sering berpikir, “Bagaimana jika saya jadi salah satu dari orang-orang yang berbaris mengelilingi tembok itu selama tujuh hari?” Beberapa dari mereka mungkin sambil melihat tembok, sambill merasa semakin khawatir, dan bertanya-tanya bagaimana Allah akan meruntuhkan tembok itu. Tetapi sebaliknya, kebanyakan dari orang-orang tersebut memiliki iman. Setiap hari mereka menatap tembok-tembok itu dan berpikir apa yang dapat Allah lakukan dan mengucap syukur kepada-Nya sebelumnya atas kemenangan yang akan datang.

 

Inilah jenis kehidupan yang Allah ingin Anda jalani, jenis kehidupan yang penuh dengan syukur terlebih dahulu. Yesus membicarakan ini dalam Markus 11:24: “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

 

*Yesus mengatakan bahwa apabila Anda berdoa dan meminta sesuatu kepada Allah, Anda harus percaya Dia akan melakukannya. Ucapkanlah syukur Anda sebelumnya buat apa yang hanya dapat dilakukan oleh Dia. Dan kemudian nantikanlah jawaban dari-Nya.*

 

Renungkan hal ini:

– Apa janji-janji Allah yang telah Anda klaim saat berdoa? Bagaimana Anda dapat menemukan lebih banyak janji-Nya?

– Bagaimana kehidupan doa Anda memperlihatkan kedalaman kedewasaan rohani Anda?

– Apa yang selama ini Anda minta dari Allah? Apakah Anda percaya bahwa Dia akan menepati janji-Nya? Mengapa atau mengapa tidak?

 

 

 Bacaan Alkitab Setahun :

Yeremia 13-16; I Tesalonika 1 

 

 

*Ketika Anda meminta sesuatu kepada Allah,– mengapa harus:::: meminta jika Anda tidak percaya kepada-Nya?*

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)