Kerukunan dan Empati Berjalan Beriringan

Kerukunan dan Empati Berjalan Beriringan

21 Februari 2022

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 3:8 “Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati.”

Apakah Anda ingin menjaga keharmonisan di rumah Anda dan mengurangi konflik dalam hubungan Anda?
Maka, pekalah dan berempatilah terhadap kata-kata dan tindakan Anda, sebab itu dapat membawa dampak yang besar kepada orang lain.

Alkitab berkata, “Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah”
(1 Korintus 10:32).

Menjadi peka ketika orang lain merasa tersinggung lebih dibutuhkan di masa-masa sulit ini, karena semua orang tampaknya sedang memiliki beban berat akibat pandemi ini. Kini kita semua semakin mudah tersinggung, dan juga sebaliknya, mudah menyinggung orang lain.

Solusinya adalah dengan mencurahkan kasih dan pengampunan dalam situasi apa pun sehingga Anda tidak mudah tersinggung—dan kemudian menjadi lebih peka akan hal-hal yang menyakiti atau mengecilkan hati orang lain.
Bayangkan bagaimana uhubungan Anda bisa diubahkan hanya dengan melakukan dua hal itu!

Namun, sebelum itu, Anda harus mengakui bahwa Anda sering tidak peka akan dampak dari perkataan dan tindakan Anda. Mampukah Anda mengakui bahwa kadang Anda tidak peka terhadap pasangan Anda atau bahwa Anda tidak berempati terhadap rekan kerja Anda atau bahwa Anda tidak secerdas yang Anda kira?

Sangat mudah untuk dengan cepat menyebutkan lima hal yang pernah dilakukan orang lain yang menyinggung hati Anda. Tapi bisakah Anda menyebutkan lima hal yang Anda lakukan yang telah menyinggung pasangan, teman, atau rekan kerja Anda? Jika Anda tak bisa memikirkannya, tanyakanlah kepada mereka. Mereka akan dengan senang hati memberi tahu Anda!

Menjadi peka akan membantu Anda menaati Alkitab dalam area lain hidup Anda. Yesus berkata dalam Matius 5:25, “Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.” Inilah prinsip yang Anda butuhkan dalam setiap relasi dalam hidup Anda.

Untuk dapat menyelesaikan konflik dengan lebih mudah dan cepat, Anda perlu melakukan dua hal. Pertama, berpikirlah sebelum berbicara. Kedua, lebih fokuslah untuk mendengarkan daripada menyampaikan maksud Anda.

Sudah jadi sifat manusia untuk lebih dahulu memikirkan bagaimana Anda tersinggung oleh orang lain daripada memikirkan bagaimana kata-kata dan tindakan Anda telah menyinggung orang lain. Akan tetapi, menjaga kerukunan mewajibkan Anda untuk berempati, bukan malah menjadi defensif ketika menyakiti orang lain.

“Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati”
(1 Petrus 3:8).

Renungkan hal ini:
– Apa yang lebih penting buat Anda—dipahami atau memahami? Mengapa?
– Bagaimana berpikir sebelum berbicara membantu Anda untuk menghindari atau menyelesaikan konflik?
– Apakah Anda menganggap diri Anda orang yang berempati? Bagaimana caranya agar Anda bisa belajar untuk lebih berempati?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 1-3; Markus 3

Kerukunan dan empati akan selalu berjalan beriringan. Keduanya harus selaras.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)