Kemurahan Hati Bisa Menjadi Kesaksian Terbesar Anda

Kemurahan Hati Bisa Menjadi Kesaksian Terbesar Anda

06 April 2022

Bacaan Hari ini:
Lukas 6:36 “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

Di dunia yang kian hari kian tidak ramah ini, kesaksian terbesar Anda sebagai orang Kristen ialah lewat kemurahan hati pada orang lain.

Pernahkah Anda perhatikan betapa tidak mengasihi dan tak kenal ampunnya dunia kita? Saat ini sepertinya bentuk humor tertinggi ialah dalam bentuk cemooh dan sindirian. Bahkan, para komedian dibayar untuk menikam orang lain lewat sindiran sarkastik nan sinis.

Akan tetapi, ketika orang-orang melihat Anda melakukan yang sebaliknya, menunjukkan kemurahan hati, apalagi jika mengingat betapa jahat dan kejamnya masyarakat kita saat ini, mereka akan berkata, “Seperti itulah saya mengharapkan orang Kristen—seperti Yesus.”

Yesus berkata dalam Lukas 6:36 “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

Ada empat hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun gaya hidup yang penuh kemurahan hati. Kita akan melihat dua hari ini dan dua besok.

Mulailah memperhatikan dan mendengarkan kebutuhan orang lain. Kebutuhan siapa saja? Kebutuhan orang-orang di lingkungan Anda, di tempat kerja Anda, dan di keluarga Anda. Kemurahan hati selalu dimulai dari kesadaran diri. Jadi, jika Anda tidak menyadari apa yang dibutuhkan mereka, artinya Anda tidak peduli.

Alkitab berkata, “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga”
(Filipi 2:4).

Jika Anda kesulitan bermurah hati, itu bukan berarti Anda orang jahat, melainkan Anda orang yang terlalu sibuk. Kesibukan merupakan perusak nomor satu dalam hal bermurah hati. Ketika Anda pindah dari satu acara ke acara lain dan dari tugas ke tugas lain, memang sulit untuk memperhatikan orang-orang di sekitar Anda. Dan ketika Anda tidak menyadari dan mendengarkan apa yang dibutuhkan mereka, maka hampir tidak mungkin buat Anda bermurah hati.

Jangan merasa terganggu oleh dosa-dosa orang lain. Anda tidak bisa berkata, “Bereskan hidupmu, baru aku akan menerimamu.” Tidak—kasih itu tanpa syarat! Jika Anda hendak menunjukkan kasih Anda kepada orang lain, Anda tidak boleh kesal dengan dosa mereka. Anda tidak dapat melayani orang lain apabila Anda memandang rendah mereka.

Yesus tidak pernah merasa terganggu dengan dosa-dosa orang lain. Bahkan, Dia bergaul dengan para pendosa yang paling jahat sekali pun. Dia bahkan dituduh “bersalah oleh karena pergaulan” karena Dia menghabiskan waktu dengan orang-orang yang korup, musuh masyarakat, dan yang manipulatif.

Itu bukan berarti Yesus sepakat dengan apa yang mereka lakukan. Tuhan membenci semua yang mereka lakukan, tetapi Dia menerima mereka sepenuhnya. Menunjukkan kemurahan hati bukan berarti Anda menganggap apa pun yang dilakukan orang lain itu wajar-wajar saja. Kecanduan akan narkoba dan perzinahan, misalnya, adalah salah besar. Akan tetapi, Anda tetap dapat memperlihatkan kemurahan hati Anda.

“Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa”
(1 Petrus 4:8).

Renungkan hal ini:
– Mengapa kemurahan hati sulit ditemukan di dunia saat ini?
– Siapa yang telah menunjukkan kemurahan hatinya pada Anda, bahkan ketika Anda tidak layak mendapatkannya? Apa masalahnya?
– Pernahkah Anda menahan kasih Anda kepada seseorang karena Anda tidak setuju dengan gaya hidup dia? Jika ya, bagaimana reaksi Anda terhadap mereka hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 4-6; Lukas 9:1-17

Lakukanlah kepada orang lain apa yang telah Kristus lakukan bagi Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)