Kebahagiaan dan Kerendahan Hati Berjalan Bersama

Kebahagiaan dan Kerendahan Hati Berjalan Bersama
 
30 Juni 2022
 
Bacaan Hari ini:
Filipi 3:12-13 “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.”
 
Alkitab berkata, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. Tetapi aku harap, bahwa kamu tahu, bahwa bukan kami yang tidak tahan uji. Kami berdoa kepada Allah, agar kamu jangan berbuat jahat bukan supaya kami ternyata tahan uji, melainkan supaya kamu ini boleh berbuat apa yang baik, sekalipun kami sendiri tampaknya tidak tahan uji. Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran. Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna” 
(2 Korintus 13:5-9).
 
Apakah Anda menyelidiki diri Anda secara rutin? Coba lakukan ini: Setiap kali Anda bangun pagi, tanyakan pada Tuhan, “Apa yang harus aku perbaiki hari ini?” Itu memang memerlukan kerendahan hati, tetapi itu satu kebiasaan yang akan membawa Anda pada kebahagiaan.
Paulus tahu betul pentingnya belajar dan bertumbuh dengan kerendahan hati. Dia menulis dalam Filipi 3:12-13: “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.”
 
Ketika Paulus menulis kitab ini, dia adalah seorang pria tua yang tengah dipenjarakan di Roma. Dia sedang mendekati akhir hidupnya. Dia adalah seseorang yang luar biasa matang secara rohani. Seandainya ada satu orang yang punya hak untuk berkata, “Saya telah mencapai kesempurnaan rohani,” tentu itu adalah Paulus, orang yang menulis begitu banyak kitab dalam Perjanjian Baru. Namun Paulus berkata, “Tidak, saya tidak sempurna. Saya masih harus bertumbuh dan belajar untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus.”
 
*Kesombongan ialah jebakan yang sering membuat orang Kristen tidak menguntuk menjadi lebih dewasa secara rohani. Kerendahan hati, sebaliknya, menuntun Anda pada kebahagiaan sebab itu menjadikan Anda mau untuk diajar.
 
Kebahagiaan dan kerendahan hati berjalan beriringan karena itu membuat Anda bertanya pada diri sendiri: “Bagaimana agar saya bisa menjadi pasangan yang lebih baik? Bagaimana agar saya bisa menjadi teman yang lebih baik? Bagaimana agar saya bisa menjadi bos yang lebih baik? Bagaimana agar saya bisa menjadi murid Yesus yang lebih baik?” Jika Anda tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini pada diri Anda sendiri, berarti Anda telah gagal, Anda telah berhenti bertumbuh.
 
Hanya Tuhan yang membuat Anda bertumbuh.
 
Hari ini ambillah langkah untuk menuju pada kebahagiaan dengan rendah hati berdoa Mazmur 139:23-24: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”
 
Renungkan hal ini:
– Bagaimana Anda bertumbuh secara rohani selama setahun ini? Apa bukti pertumbuhan yang dapat dilihat oleh orang lain dari diri Anda?
 
– Mengapa penting untuk mendapatkan dukungan dari sebuah kelompok kecil ketika Anda berusaha untuk bertumbuh secara rohani?
 
– Mengapa orang-orang yang memiliki semangat untuk mau diajar itu lebih bahagia?
 
 
Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 17-19; Kisah Para Rasul 10:1-23
 
 
Orang yang rendah hati adalah orang yang bahagia. Mereka tidak pernah berhenti untuk tumbuh dan belajar.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)