Kasih Allah Menang atas Penghakiman

Kasih Allah Menang atas Penghakiman

13 April 2022

Bacaan Hari ini:
Yohanes 8:11 ” Jawabnya, “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Jika Anda adalah pengikut Yesus Kristus, ketahuilah Allah memanggil Anda untuk memperlakukan semua orang dengan hormat. Tidak jadi masalah apabila mereka bertindak, berpikir, atau beribadah berbeda dari Anda. Dia ingin agar Anda memperlakukan mereka dengan hormat. Mengapa?

Sebab itulah yang Yesus lakukan.

Yesus merangkul semua orang. Namun itu bukan berarti Dia sepakat dengan segala yang mereka lakukan. Dia juga tidak membenarkan segala yang Anda lakukan, tetapi Dia menerima Anda dan memperlakukan Anda dengan hormat.

Dalam Yohanes 8, Yesus memperlakukan seorang petempuan yang tengah dipermalukan di muka umum dengan hormat, tapi tidak dengan orang-orang yang menuduhnya. Mereka membawa perempuan ini ke hadapan Yesus dan berkata pada-Nya, “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
(Yohanes 8:4-5).

Yesus tahu mereka hanya mencoba menjebak-Nya untuk mengatakan sesuatu yang dapat mereka gunakan untuk melawan Dia balik, maka, “Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”
(Yohanes 8:6-7).

Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang Yesus tuliskan di atas tanah karena Alkitab tidak memberi tahu kita. Beberapa teolog berpikir Dia mungkin sedang menuliskan dosa-dosa dari para penuduh perempuan itu: menghakimi, arogan, tidak jujur atau melecehkan pasangan. Bagaimanapun juga, Yesus, sebagai Tuhan, mengetahui dosa-dosa tersembunyi mereka dan hendak menyelesaikan masalah langsung ke akarnya.

Apa yang pada akhirnya dilakukan oleh para penuduhnya itu? Yohanes 8:9 mengatakan, “Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.” Mereka tidak jadi menghakimi perempuan itu.

Demikian pula, Yesus tidak menghukumnya. Sebaliknya, Dia menunjukkan kasih dan rahmat-Nya padanya. Yohanes 8:11 mengatakan, “Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Apakah perempuan ini melakukan sesuatu yang salah? Ya. Dia mengkhianati suaminya. Tetapi Yesus melindungi martabatnya di muka umum dan menangani dosa perempuan itu dengan lemah lembut.. Dia hanya berkata, “Jangan lakukan ini lagi.” Dia mengubah perempuan itu.

Itulah mengapa saya cinta Yesus—sebab Dia melakukan hal yang sama kepada saya. Yesus memperlakukan saya dengan hormat meski sesungguhnya saya tidak layak mendapatkannya. Itu pula yang hendak Dia kerjakan dalam hidup Anda ketika Anda menerima kasih-Nya. Dan, seperti itulah Dia ingin Anda memperlakukan orang lain juga.

Renungkan hal ini:
– Kapan Anda merasa bahwa Yesus memperlakukan Anda dengan hormat serta menunjukkan rahmat-Nya kepada Anda, alih-alih menghukum Anda?
– Apa artinya bagi Anda setelah mengetahui bahwa Yesus menawarkan rahmat dan kemuliaan-Nya daripada memberi penghukuman?
– Dalam situasi apa dalam hidup Anda di mana Anda punya kesempatan untuk memperlakukan seseorang dengan hormat seperti yang dilakukan Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 22-24; Lukas 12:1-31

Yesus tahu seberapa banyak dosa dan pelanggaran yang Anda lakukan, tapi kasih-Nya untuk Anda selalu lebih besar, melebihi semua kesalahan Anda.