Jangan Terburu-buru untuk Memulai Kembali

Jangan Terburu-buru untuk Memulai Kembali

07 November 2022v

Bacaan Hari ini:
Habakuk 2:3 “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”

Beberapa hari terakhir kita telah melihat prinsip-prinsip untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah musim kepedihan, kehilangan, kesepian, dan frustrasi. Hari ini kita akan melihat prinsip lain untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah masa-masa kesukaran ini: *Terlibat secara perlahan.*

Apa artinya terlibat secara perlahan setelah musim kesukaran?
*Artinya, Anda tidak boleh terburu-buru. Jalanilah perlahan-lahan. Hanya karena Anda memiliki kemerdekaan untuk melakukan sesuatu, bukan berarti Anda harus terburu-buru untuk memulai kembali semuanya.*

Ketika Anda tergoda untuk bergegas kembali ke kehidupan lama Anda, berikut ini tiga hal yang harus diingat:

*1. Anda tidak memiliki tingkat energi yang sama seperti sebelumnya.* Dari pengalaman saya, saya tahu bahwa melewati masa sulit sangatlah menguras tenaga. Ini bagaikan menyambungkan bola lampu ke baterai. Semakin banyak bola lampu yang Anda pasang, semakin cepat bateraeirn4ya habis. Karena itulah, setiap hari ialah jadwal yang lebih lambat dari yang Anda atau orang lain inginkan.

*Satu alasan mengapa Allah bergerak lambat ialah karena Dia tahu bahwa penundaan membuat Anda lebih kuat.* Ketika bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian, mereka menemui banyak rintangan. Tetapi Allah berfirman, “Sedikit demi sedikit Aku akan menghalau mereka dari depanmu, sampai engkau beranak cucu sedemikian, hingga engkau dapat memiliki negeri itu”
(Keluaran 23:30).

Dia tahu mereka hanya akan mendapatkan keuntungan ketika hal-hal terjadi perlahan-lahan.

Maka, ingatlah, tidak perlu terburu-buru melakukan perubahan untuk membuat hidup Anda kembali seperti sedia kala.

Renungkan hal ini:
– Di bidang apa Anda perlu memperlambat dan membiasakan diri dengan kehidupan dengan laju yang lebih lambat?
– Kapan Anda dengan cepat mencoba untuk membuat hidup Anda “kembali normal” setelah masa sulit? Apa yang terjadi?
– Berikan satu contoh bagaimana Allah menggunakan penundaan untuk membuat seseorang lebih kuat.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 40 – 44; II Timotius 4: 9-22

*Alih-alih, gunakan peredup untuk perlahan-lahan menghidupkan cahayanya kembali, karena Anda sepenuhnya percaya pada rencana Tuhan atas hidup Anda*
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)