Jangan Berhenti Bermimpi Besar

Jangan Berhenti Bermimpi Besar

02 Maret 2022

Bacaan Hari ini:
Efesus 3:20 “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”

Tuhan memberi setiap orang mimpi yang berbeda agar setiap rancangan-Nya di dunia ini tergenapi. Itulah sebabnya Anda begitu bersemangat akan beberapa hal dalam hidup Anda. Tuhan menciptakan Anda unik. Dan Anda bertanggung jawab untuk mewujudkan mimpi yang telah Dia berikan kepada Anda.

Tetapi bagaimana Anda tahu jika mimpi Anda itu berasal dari Tuhan? Ada dua cara untuk mengetahuinya.

Satu, mimpi yang diberikan Tuhan pasti akan membantu orang lain; tidak egois. Dan, dua, mimpi yang Tuhan beri itu sangatlah besar sehingga Anda tak akan bisa mewujudkannya jika dengan kekuatan Anda sendiri.
Tuhan hendak berkata, “Mimpi yang Aku beri kepadamu begitu besar. Kau tak akan bisa melaksanakannya jika kau tidak mengandalkan-Ku.”

Banyak orang menahan diri untuk bermimpi besar— Anda akan sering mendengar mereka mengatakan salah satu dari tiga alasan ini:

1. “Saya tidak punya mimpi karena itu menakutkan.”
Ya, tentu saja itu menakutkan. Itulah sebabnya mimpi memerlukan iman. Setiap keputusan besar yang saya buat dalam 40 tahun terakhir sebagai pendeta Gereja Saddleback sungguh menakutkan. Oleh sebab itulah, saya memutuskan untuk tidak menyandarkan hidup saya pada rasa takut—malah sebaliknya, melakukan apa yang saya takuti.

Itulah keberanian. Jika Anda tidak takut, maka Anda tidak butuh keberanian. Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut. Keberanian ialah ketika Anda melakukan apa yang Anda tahu Tuhan telah perintahkan, walau itu membuat Anda takut.

2. “Saya tidak akan mengejar mimpi saya karena saya tidak merasakan ketenangan.” Sejujurnya Anda akan gelisah dengan mimpi Anda hingga Anda mengambil langkah pertama. Tuhan tidak memberi Anda kedamaian yang Anda butuhkan sebelum Anda bergerak. Tentu saja Anda akan takut, tetapi ketika Anda melangkah ke dalam air dan merasakan ombaknya, maka kedamaian datang.

3. “Dulu saya punya mimpi, tapi itu tak kunjung terwujud.” Bila Tuhan memberi Anda mimpi dan itu belum jadi kenyataan, janganlah putus asa. Selalu ada penundaan di antara mimpi dan pemenuhan. Sesungguhnya, penundaan merupakan bagian dari perjalanan hidup, sebab Tuhan menggunakannya untuk membangun iman Anda. Waktu Tuhan selalu sempurna.

Alkitab berkata, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita”
(Efesus 3:20).

Renungkan hal ini:
– Manakah dari tiga pernyataan di atas yang pernah Anda ucapkan sebelumnya?
– Apa yang membuat Anda begitu bersemangat? Apakah itu selaras dengan mimpi yang diberikan Tuhan?
– Pernahkah Anda memiliki mimpi yang egois? Apa hasil dari mimpi tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 24-27; Markus 8:1-21

Tuhan menggunakan mimpi Anda—mimpi yang menakutkan, mimpi yang tidak membuat Anda tenang, dan mimpi yang belum terwujud—untuk membangun iman Anda dan untuk melakukan perkara-perkara besar!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)