Gemass 9 Oktober 2021

 ~~~~~~~~~~~~~~~~
πŸ“– *GEMASSplus SH KITAB – 2021*
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi *KITAB INJIL MARKUS*

Bacaan hari ini : *Markus 9: 42-50*
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~~~~~~~~~~~~

*_MELEPAS DAN MENERIMA_*

Kita bukan hanya hidup di dunia, tetapi dunia itu mengikat kita. Kadang dunia memiliki kita dan kita harus terus hidup di dunia. Namun demikian, bagaimana seharusnya hidup di dunia tanpa tercengkeram olehnya?
 
Para pengikut Yesus diperingatkan agar tidak menghentikan usaha mereka yang mengusir setan demi nama Yesus karena mereka juga adalah orang-orang percaya. Jika para murid “menyesatkan” mereka, yaitu, membuat mereka tidak lagi bersekutu dengan Yesus, maka para murid akan menerima ganjaran yang keras β€” suatu hukuman mati. Yesus meneruskan nasihat-Nya, masih berkenaan dengan bagaimana menaati kehendak Allah. Yesus berbicara tentang pengorbanan diri sampai semaksimal mungkin, dengan melepas apa yang seharusnya dilepas daripada hal-hal tertentu akan membuat orang kehilangan segala sesuatunya.
 
Di sini kita diingatkan lagi tentang tiga zona dalam kehidupan manusia, yang mencakup tangan, kaki, dan mata. Kehidupan orang percaya haruslah utuh untuk Tuhan, dan ia harus berusaha untuk sedapat mungkin meminimalkan kecemaran dengan melepaskan kemelekatan.
 
Ayat 49 memberikan kepada kita semacam peringatan akan pemurnian. Murid-murid akan menghadapi penganiayaan, dan mereka akan dimurnikan. Untuk itu, mereka perlu menyiapkan diri menghadapi masa-masa sulit. Ayat 50 berbicara bukan lagi tentang garam penyucian, tetapi tentang garam sehari-hari. Di sini para murid berfungsi sebagai garam dunia yang akan menyucikan dunia dengan tumpahnya darah mereka ke tanah. Misi yang mereka kerjakan adalah misi yang krusial, dan mereka harus bersatu padu untuk melaksanakan amanat agung Tuhan memberitakan Injil-Nya!
 
_Renungkan: Melepaskan sesuatu yang kita sayangi dan nikmati memang tidak enak. Namun, kita akan menerima kehidupan yang sejati bila itu sesuai kehendak Allah._

Sumber : _Santapan Harian Gemass edisi Kitab Injil Markus_
https://www.su-indonesia.org
~~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan besok* : Markus 10: 1-12 – _Cita-cita Allah_
πŸ“– *GEMASSplus LEKSIONARI*
Minggu biasa 18
*Sabtu, 9 Oktober  2021*
~~~~~~~~~~~~~~~~~
KELUARGA YANG HIDUP DALAM PEMULIHAN
*Bacaan hari ini:*
Mazmur 90:12-17
Amsal 3:13-4:5
Matius 15:1-9
~~~~~~~~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca Minggu 10 Oktober 2021.

*Amos 3:13 – 4:5*
Bangsa Israel adalah umat Allah, tapi mereka hanya setia pada formalitas ibadah yang dibatasi ritus-ritus kesalehan dan persembahan saja. Sementara kehidupan mereka sebagai umat Allah yang kudus tidak tercermin dari kehidupan sehari-hari. Mereka banyak sekali melakukan perbuatan-perbuatan jahat. Sehingga bagi Allah, mereka ini layak diberikan hukuman!
Bagaimana dengan kita? Mari selidiki diri masing-masing.
Apakah kesalehan hidup kita sudah merupakan kesalehan yang murni sebagai pengikut Kristus? Yang tidak sebatas hanya pada ritual ibadah dan persembahan di hari Minggu saja. Tapi benar-benar hidup keseharian kita jauh dari perbuatan-perbuatan jahat yang dibenci Allah.

*Mazmur 90:12-17*
Musa yang menuliskan mazmur ini tahu sekali banyaknya kesulitan yang telah dilaluinya bersama bangsa Israel. Semua itu bisa membuat mereka lupa akan penyertaan dan kebaikan Tuhan, karena mereka lebih fokus pada kesusahan dan penderitaan yang mereka alami. 
Begitu juga dengan kita. Hari-hari yang kita lalui juga penuh dengan tantangan dan masalah yang berat menekan. Hanya dengan datang kepada Allah saja kita dituntun-Nya melewati hari-hari bersama-Nya sehingga kita beroleh hati yang bijaksana.  
Kemurahan Tuhan meneguhkan setiap karya kita, sehingga kita dan juga anak-anak kita melihat perbuatan dan semarak Tuhan melalui semua itu. 

*Matius 15:1-9*
Menghormati ayah dan ibu adalah firman Allah dan Yesus menegaskan juga bahwa siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
Tapi orang Farisi dan ahli Taurat melanggar firman tersebut demi adat istiadat nenek moyang dan Yesus menyebut mereka sebagai orang-orang munafik. Bangsa yang memuliakan Tuhan dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada Tuhan.   
Pada saat ini memang ada tradisi yang baik dan yang tetap bisa kita lakukan karena tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Namun bila tradisi itu bertentangan dengan firman Tuhan, kita menolaknya!
Kita harus tetap menjadikan firman Tuhan dasar kehidupan, makanan rohani, pedoman, dan penuntun hidup kita.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan besok:*
Amos 5:6-7, 10-15
Mazmur 90:12-17
Ibrani 4:12-16
Markus 10:17-31