Gemass 9 Januari 2022

~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~
πŸ—“ Hari 357
Bagian 16 : WAHYU
Bacaan hari ini: Wahyu 19-20
Ungkapan doa : Mazmur 47
~~~~~~
Besok kita selesai membaca seluruh Alkitab. Ayo, semangat!!!

Mari kita ajak pasangan, anak-anak, orangtua, oma-opa, kerabat dan teman untuk ikut GEMASS 2022.

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 357
https://drive.google.com/folderview?id=1_5VdaLchPxDcC6Sz90-Ygsnt2R6kb4KT

🌟 Wahyu 19:9 (TB)
Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”

πŸ’‘ Kita yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai juru selamat pribadi kita akan diselamatkan dan beroleh hidup kekal. Mari kita siapkan hidup kita agar berkenan kepada Tuhan sehingga kita turut hadir dalam perjamuan kawin Anak Domba.

πŸ™ Doa:
Tuhan, terimakasih atas keselamatan dan hidup kekal yang Engkau anugerahkan kepadaku. Tuntun aku agar hidupku makin berkenan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
~~~~~~
Bacaan besok : Wahyu 21-22
Ungkapan doa : Mazmur 48
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2021
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi SURAT 1,2 KORINTUS

Bacaan hari ini : 2 Korintus 12: 1-13
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~

PENGUMUMAN

GEMASSplus SH KITAB 2021 sudah akan selesai.
Pada tanggal 14 Januari 2022 kita akan memulai GEMASSplus SH KITAB tahun ke 3.
Yuk, ajak kerabat untuk ikut bergabung…
_______

KEKUATAN DALAM KELEMAHAN

Jika aku lemah, maka aku kuat” (10b). Pernyataan yang paradoks ini, kita kenal dalam perjalanan rasul Paulus, setelah melampaui banyak penderitaan dalam upaya penyebaran Injil. Paulus merasa tidak perlu untuk mengungkapkannya kembali, ia bermaksud agar terhindar dari sikap tinggi hati, meskipun dirinya punya banyak alasan untuk memegahkan diri (11-13).
 
Walau mengalami peristiwa pertobatan yang hebat (1), Paulus tidak ingin membanggakannya. Sewaktu dia mengungkapkan kembali penglihatannya, ia memperhalus pernyataannya dengan kalimat ‘ada seorang Kristen’ dan bukan ‘sewaktu saya bertemu Tuhan empat belas tahun yang lalu’. Disebutkan juga ‘entah di dalam tubuh, entah di luar tubuh, aku tidak tahu’, selanjutnya ditegaskan `hanya Allah yang mengetahuinya’ (2, 3). Lalu, Paulus tiba-tiba terangkat ke Firdaus dan mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan kembali oleh manusia (4).
 
Para ahli menafsirkan peristiwa ini merupakan kisah perjumpaan Paulus dengan Kristus, yang saat itu Paulus berada dalam perjalanan menuju Damaskus. Ada juga yang menyebutnya sebagai peristiwa pewahyuan dalam penglihatan akhir zaman. Bagi Paulus, semua pengalaman adikodrati tersebut tidak melahirkan kebanggaan diri. Ia malah membanggakan kelemahannya, dengan berpendapat ‘supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu suatu utusan iblis’ (7). Berulang kali Paulus memohon kepada Tuhan agar beban itu diangkat dari dirinya. Namun, Paulus kembali harus tunduk pada otoritas Tuhan, sebab dalam hambatan inilah kuasa Tuhan semakin disempurnakan di dalam dirinya (8, 9).
 
Refleksi: Apakah saat ini Anda sedang merasa teraniaya dalam pelayanan? Ingatlah bahwa dalam kelemahan manusia, kuasa pemulihan Tuhan mampu menghasilkan ketaatan dan kelimpahan rohani.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Surat 1,2 Korintus
https://www.su-indonesia.org
~~~~~~
Bacaan besok : 2 Korintus 12: 14-21 – Untuk maksud konstruktif
πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Yesus Dibaptis
Minggu, 9 Januari 2022
~~~~
Bacaan hari ini:
Yesaya 43:1-7
Mazmur 29
Kisah Para Rasul 8:14-17
Lukas 3:15-17, 21-22

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~
ARTI PEMBAPTISAN YESUS   
~~~~
SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT BERIBADAH

Yesaya 43:1-7
Pasal ini memuat janji-janji berharga yang diberikan kepada umat Allah dalam penderitaan mereka, serta kehadiran-Nya bersama mereka untuk menopang dan memberikan kelepasan bagi umat-Nya.
Ketika umat Allah tidak mau berjalan menurut ketetapan-ketetapan-Nya, Ia menghajar mereka karena ketidaktaatan mereka. Namun, umat-Nya tetap keras kepala dan tidak peduli.
Mungkin kita berpikir, Allah pasti akan menghancurkan dan meninggalkan mereka. Tetapi ternyata tidak demikian. Kata-kata berikutnya ialah: ”Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.”
Meskipun umat-Nya terus memberontak, Allah tetap mengasihi dan berbelas kasihan kepada mereka.
Sebagai Israel rohani, maukah kita berjalan menurut ketetapan-ketetapan-Nya?

Mazmur 29
Dalam pasal ini, kita mendapati perintah supaya orang-orang yang berkuasa di bumi memberi hormat kepada Allah yang Agung. Mereka harus membungkuk di hadapan-Nya, setinggi apa pun posisi mereka. Allah sendiri yang memberikan kuasa kepada mereka. Karena itu, mereka harus menggunakan kuasa itu untuk kemuliaan-Nya dengan cara menghormati-Nya.
Sudahkah kita sungguh-sungguh menundukkan diri di hadapan Allah yang Agung, Sang Penguasa Tunggal?

▢️ Mazmur 29 – Pesta Limbong https://youtu.be/NeOvn4kOk7g

Kisah Para Rasul 8:14-17
Rasul -rasul di Yerusalem tetap menjalankan peranan sebagai pengawas bagi seluruh gereja. Karena itulah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke Samaria untuk memeriksa perkembangan baru.
Makna dari peristiwa ini terletak pada kenyataan bahwa orang – orang ini adalah orang – orang Samaria.
Inilah langkah pertama di mana gereja mematahkan belenggu ikatan Yahudinya dan bergerak menuju suatu persekutuan yang benar – benar meliputi seluruh dunia. Allah memang sedang mematahkan berbagai hambatan dari sikap kesukuan dan menerima orang – orang berbangsa campuran ini di dalam persekutuan gereja.
Apakah kita juga sudah mematahkan belenggu – belenggu yang menghambat persekutuan kita?

Lukas 3:15-17, 21-22
Melalui pelayanan dan pembaptisan Yohanes, orang banyak menaruh pikiran mereka tentang Mesias yang dijanjikan.
Mereka berpikir, Sang Mesias sudah datang. Sudah di depan pintu. Namun, Yohanes menolak semua kehormatan untuk berpura – pura menjadi Mesias.
Ia menyatakan bahwa sehebat – hebatnya dirinya, yang dapat ia lakukan hanyalah membaptis mereka dengan air. Ia hanya dapat menyerukan mereka untuk bertobat, dan meyakinkan mereka akan pengampunan dosa sebagai hasil pertobatan.
Lalu mengapa Yesus memberi diri dibaptis oleh Yohanes?
Pertama, sebagai suatu peneguhan terhadap pelayanan Yohanes yang berasal dari Allah. Dengan kata lain, Yesus mengakui Yohanes sebagai perintis yang mempersiapkan jalan untuk pelayanan – Nya.
Kedua, Yesus menyatakan diri – Nya setara dengan orang – orang yang dibaptis. Dengan merendahkan diri – Nya yang tidak berdosa, Yesus meneruskan jalan inkarnasi sesuai rencana Allah Tritunggal.
Inilah yang membuat Yesus boleh mewakili orang berdosa untuk menanggung hukuman atas dosa – dosa mereka.
Konfirmasi bahwa misi Yesus sesuai dengan visi Allah Tritunggal datang saat Ia sedang berdoa. Roh Kudus datang ke atas – Nya dan suara Bapa menyatakan perkenanan – Nya atas Yesus.
Maka sudah selayaknya kita membangun pelayanan kita dengan benar. Dimulai dari visi Allah yang bisa kita peroleh melalui doa, serta memperlengkapi diri dengan jiwa pelayan yang meneladani Kristus.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 106:1-12
Hakim – Hakim 4:1-16
Efesus 6:10-17