Gemass 8 Juli 2022

Jumat, 8 Juli 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA 
Tersedia dalam apps GKI Layur
~~~~~
πŸ—“ Hari 173
Bagian 10 : NABI-NABI DI MASA PEMBUANGAN
Bacaan hari ini: Yeremia 18-22        
Ungkapan doa : Mazmur 18 
~~~~~
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 173
 
🌟 Yeremia 18:4-6 (TB)  
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: 
“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
 
πŸ’‘Tuhan punya rancangan yang indah untuk hidup kita, tetapi seringkali gagal karena ketidaktaatan kita. Dengarkan dan taati Dia agar semua rancangan-Nya yang indah dalam hidup kita tergenapi!
 
πŸ™ Doa :
Tuhan ampuni aku yang seringkali menggagalkan rancangan-Mu yang indah dengan tidak menaatiMu. Ajar aku setia mengikuti jalan-Mu. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : Yeremia 23-25         
Ungkapan doa : Mazmur 19
 
Jumat, 8 Juli 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB AYUB 
 
Bacaan hari ini : Ayub 8:1-22
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~
 
LOGIS TETAP SALAH 
 
  Bildad kini ganti berbicara tajam, terus terang, dan langsung memojokkan Ayub. Menurutnya, penderitaan itu tak lain adalah hukuman Allah atas dosa-dosa Ayub. Anjurannya sederhana, yaitu menyuruh Ayub bertobat maka Allah akan mengampuni dan memulihkan kondisinya. Jika mencermati pernyataan Bildad, di balik itu tampak alur teologisnya. Ia beranggapan Allah tidak mungkin menghukum seseorang dengan semena-mena. Hanya kepada orang berdosa hukuman itu Allah jatuhkan. Penderitaan adalah wujud hukuman Tuhan. Karena Ayub sedang menderita, berarti Ayub dihukum Tuhan. Jadi jelas Ayub berdosa.
 
  Ada dua kesalahan Bildad dalam pemikirannya, yakni: Pertama, bila hukuman membuat orang menderita, maka tidak berarti semua penderitaan disebabkan oleh dosa. Di sini, Bildad tidak memberi tempat bagi tindakan Tuhan yang bertujuan memurnikan orang yang dikasihiNya. Kedua, adalah kekeliruan besar apabila menyimpulkan moral-spiritual seseorang dari kondisi lahiriah yang sedang dialaminya (6). Bildad menolak evaluasi dari narator dan Allah mengenai integritas Ayub. Pada dasarnya ia meragukan kesucian dan kejujuran Ayub (6). 
 
  Ada tuduhan lain lagi yang dilontarkan Bildad kepada Ayub. Ia menuduh Ayub sombong dan tidak mau merendahkan diri untuk belajar dari orang-orang yang lebih tua dan berpengalaman. Bildad. menuduh Ayub seperti orang muda yang menolak wibawa orangtua, tradisi, para guru dan orang berhikmat (8-10). Pandangan orangtua dan yang dituakan dianggap mencerminkan pendapat Allah sendiri. Jadi, kesalahan Ayub itu pastilah karena ia mengabaikan nasihat tua-tua. 
 
  Renungkan: Berhati-hatilah berbicara dan janganlah karena kedangkalan pemahaman kita tentang kebenaran Allah justru membuat sesama kita terluka.
 
Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Ayub
 
β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
Orang Benar Pasti Diberkati? (Ayub 8) | Petrus Kwik | Bible Every Day 
~~~~~
Bacaan besok : Ayub 9:1-35 – Memahami Tindakan Allah
 
πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Biasa-3
Jumat, 8 Juli 2022
~~~~~
KASIH ITU SEDERHANA
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 25:1-10
Kejadian 41:37-49
Kisah Para Rasul 7:9-16
 
Tersedia dalam apps GKI Layur
~~~~~
Bacaan hari ini,  mempersiapkan kita untuk bacaan pada hari Minggu, 10 Juli 2022.
 
Mazmur 25:1-10
Mazmur ini berisi curahan perasaan yang kudus kepada Allah, keinginan hati yang tulus akan perkenananNya dan iman yang teguh pada janji-janjiNya. Dari isi doa Pemazmur ini kita dapat belajar beberapa hal: pertama, permohonan pengampunan dosa, selalu ada dosa yang perlu kita akui di hadapan Allah; kedua, menyampaikan pergumulan, kesulitan, musuh-musuh dan keinginan kita dengan hati yang tulus, serta berserah kepadaNya; ketiga, keyakinan akan kebaikan, kasih setia dan janji-janjiNya; keempat, permohonan pimpinan dan perlindungan; dan terakhir, ucapan syukur atas anugerah dan perkenananNya.
Bagaimana dengan doa-doa kita. Doa mengangkat jiwa kita kepada Tuhan.
 
🎢 Mazmur 25 | 
 
Kejadian 41:37-49
Firaun menyebut Yusuf sebagai seorang yang penuh dengan Roh Allah, bukan hanya karena Yusuf dapat mengartikan mimpinya, tetapi juga karena saran-saran bijaksana yang disampaikannya. Firaun seorang kafir yang bahkan menganggap dirinya dewa dapat mengatakan hal tersebut, menunjukkan bahwa Roh Allah nyata terpancar dari pribadi Yusuf. Firaun pun tak segan-segan memberi penghormatan kepada Yusuf, bahkan dijadikannya orang yang paling berkuasa di Mesir setelah Firaun, sekalipun dia mantan budak dan narapidana. Kehidupan Yusuf berubah 180 derajat. Tuhan tidak pernah meninggalkannya, dalam penderitaan ia tetap taat dan setia kepada Tuhan. 
Ketika kita mengalami penderitaan  tetaplah setia dan percaya bahwa Tuhan selalu ada bersama kita dan menolong kita pada waktunya. Dia sedang merenda hidup kita untuk menggenapi rencanaNya.
 
Kisah Para Rasul 7:9-16
Stefanus menyampaikan pembelaannya di hadapan tua-tua dan ahli-ahli Taurat dengan mengungkapkan sejarah bangsa Israel, dimulai dari Abraham, yang dengan iman taat pada perintah Allah, kemudian Yusuf dan Musa, keduanya adalah pembebas.
Yusuf yang semula dibenci oleh saudara-saudaranya, bahkan dijual sebagai budak, pada akhirnya diangkat  Tuhan menjadi penguasa di Mesir untuk membebaskan ayah dan saudara-saudaranya dari kelaparan yang mematikan. Setelah 400 tahun kemudian, Musa yang semula ditolak oleh bangsanya sendiri, dipakai Tuhan untuk  membebas bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. 
Yesus datang untuk membebaskan kita dari dosa dan kematian kekal, tetapi dibenci dan ditolak oleh imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, yang kemudian menyalibkanNya. Namun suatu hari kelak, mereka yang menolaknya akan mengakui dan berlutut dihadapanNya. 
Saat ini masih banyak orang-orang di sekitar kita yang menolak Yesus, kita dapat menyampaikan kebenaran Injil bila kita sudah terlebih dulu menerima dan percaya kepadaNya.
 
Renungan pelengkap:
 
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 25:1-10
Imamat 19:1-4, 32-37
Yohanes 3:16-21