Gemass 8 April 2022

Jumat, 8 April 2022
~~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 82
Bagian 7 : KEBANGKITAN DAN KEJATUHAN BANGSA ISRAEL
Bacaan hari ini: 1 Samuel 15-17
Ungkapan doa : Mazmur 82
~~~~~
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 82
https://drive.google.com/folderview?id=1W4WO82u8J3ELWNFLxNmHYpbbLEVr41tp

🌟 1 Samuel 15:24 (TB)
Berkatalah Saul kepada Samuel: “Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.

πŸ’‘ Saul ditolak Tuhan karena lebih takut kepada rakyat daripada takut kepada Tuhan.
Apakah kita mengutamakan Tuhan lebih dari yang lain?

πŸ™ Doa:
Tuhan, kuatkan aku untuk lebih taat pada-Mu melebihi rasa kuatir ku akan hal-hal lain di dunia.
~~~~~
Bacaan besok : 1 Samuel 18-20
Ungkapan doa : Mazmur 83

Jumat, 8 April 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 SAMUEL

Bacaan hari ini : 2 Samuel 24:1-17
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~

TINGGIKANLAH TUHAN

Daud adalah model raja yang hatinya berpaut penuh kepada Tuhan ( lih. 1 Raj 11:4). Mengapa cerita Daud di 2 Samuel ditutup dengan peristiwa dosa? Apa memang Alkitab mau menggambarkan Daud dalam sudut pandang negatif?

Perikop ini menunjukkan bahwa Daud telah melakukan dosa besar. Ia memaksa menghitung kekuatan militernya, walaupun Yoab mencoba mencegah dia. Kelihatannya, Daud mulai beralih dari bergantung kepada Tuhan menjadi mengandalkan kekuatan militernya. Begitu hasil sensus militer tersebut keluar, hati nurani Daud langsung berbicara dan ia langsung meminta ampun kepada Tuhan (10). Kita melihat Daud sebagai seorang yang bersedia bertobat saat ia sadar bahwa dirinya telah berdosa, walau ia belum ditegur oleh nabi Tuhan (11).

Iman Daud juga terlihat saat ia memilih salah satu dari tiga alternatif hukuman yang akan dijatuhkan Tuhan akibat dosanya. Daud memilih hukuman langsung dari Allah berupa tiga hari penyakit sampar di negerinya. Alasan Daud adalah ia lebih rela jatuh ke tangan Tuhan daripada jatuh ke tangan manusia. Daud percaya bahwa dalam murka Tuhan di balik itu ada kasih sayang-Nya yang besar (14). Dalam menghitung sensus militer Daud seolah-olah mengandalkan kekuatan militernya dan tidak bergantung kepada Allah, maka sekarang dia kembali bergantung sepenuhnya kepada anugerah dan belas kasihan Allah.

Mengandalkan kekuatan diri merupakan kesalahan serius di hadapan Tuhan. Tindakan demikian berarti mengesampingkan Allah. Jelas mengapa Tuhan tidak suka. Kita perlu waspada karena hal ini sering dilakukan tanpa kita sadari. Saat kita sukses, kita cenderung bangga dan lupa bahwa Tuhan yang memampukan kita. Saat susah, berhitung kekuatan diri untuk menangani masalah, sering jadi tindakan pertama kita.

Renungkan: Jangan meniru kesalahan Daud, tetapi tinggikanlah Tuhan di dalam apapun yang kita lakukan.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Samuel
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok : 2 Samuel 24:18-25 – Di Balik Hukuman

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Pra Paskah VI
Jumat, 8 April 2022
~~~~~
HAMBA YANG MENDERITA
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 31:9-16
Yesaya 54:9-10
Ibrani 2:10-18

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu 10 April 2022.

Mazmur 31:9-16
Pemazmur mengungkapkan isi hati dan permohonan kepada Allah karena mengalami kesusahan dan penderitaan. Ia mengakui kontribusinya dalam derita yang ia alami. Musuh-musuh menertawakan dan bersekongkol untuk mencelakainya. Tidak ada yang mempedulikan dan terbuang. Ia hanya berharap pada Tuhan supaya diselamatkan karena ia beriman kepada Tuhan yang kasihNya sudah teruji dan terbukti dalam perjalanan hidupnya.

▢️ Mazmur 31:9-16 https://youtu.be/Yp0RhWcc2to

Yesaya 54:9-10
Kasih Tuhan terbukti melalui janji yang digenapi. Seperti janji – Nya pada Nuh, demikian janji – Nya pada umat – Nya. Ia tidak akan murka dan menghardik Israel karena dosa mereka. Kasih Tuhan tetap teguh, kokoh bagaikan gunung dan bukit yang tidak bergoyang dan tidak beranjak. Di dalam segala keadaan, mengingat dan meyakini janji Tuhan akan menguatkan iman orang percaya untuk tetap melangkah dan taat.

Ibrani 2:10-18
Melalui Yesus, kita diangkat sebagai anak – anak Allah karena penebusan – Nya. Kita juga disebut sebagai saudara – saudari Yesus karena sudah dikuduskan oleh darah – Nya. Yesus menjadi manusia seperti kita supaya bisa mengalahkan kematian. Manusia yang diselamatkan Allah, bukan malaikat. Kita bersyukur karena Yesus berinkarnasi sehingga ia mengetahui sendiri bagaimana rasanya menjadi manusia dan karena itu Yesus mengerti dan sanggup menolong manusia.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 31:9-16
Imamat 23:1-8
Lukas 22:1-13