Gemass 6 Oktober 2021

📖 GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~

🗓 Hari 262
Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH
Bacaan hari ini: Yohanes 9-10
Ungkapan doa : Mazmur 107
~~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 262
https://drive.google.com/folderview?id=18C4WVkmIV8joOU_K3kNNAEbDUgkOEANn

🌟 Yohanes 9:2-3 (TB)
Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”

💡Ada banyak hal di dunia ini yang tidak kita ketahui mengapa demikian. Tidak selalu hukum sebab-akibat itu berlaku pada semua hal. Tetapi Allah mampu bekerja melampaui segala hal dan di dalam segala sesuatu, untuk mewujudkan rencana kekal kebaikan-Nya. Orang yang buta sejak lahirnya pun menjadi wadah untuk menyatakan karya Allah.

🙏 Doa:
Terima kasih TUHAN. Biarlah kebenaran ini mengingatkan aku bahwa Engkau terus bekerja di dalam segala sesuatu, untuk mendatangkan kebaikan bagi kami yang mengasihi-Mu.
~~~~~~
Bacaan besok : Yohanes 11-12
Ungkapan doa : Mazmur 108
~~~~~~
📖 GEMASSplus SH KITAB – 2021
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB INJIL MARKUS

Bacaan hari ini : Markus 9: 2-13
Doa ⇒ Baca ⇒ Renungkan ⇒ Bandingkan ⇒ Doa
~~~~~~

ANDA BERHARGA DI MATA ALLAH

Teks hari ini mengajak kita melihat bahwa Yesus dan tiga orang murid-Nya naik ke sebuah gunung dan di sana Yesus dimuliakan, Ia mengalami transfigurasi — sebuah perubahan penampakan. Yesus tampil sebagai Yang Mulia, dengan cahaya yang selalu menyertai ide tentang kebesaran dan keagungan Allah. Dengan peristiwa ini, tergenapilah apa yang disampaikan dalam 9:1, bahwa ada orang- orang yang akan melihat Kerajaan Allah datang dengan kuasa.
 
Mengiringi Yesus, tampillah Elia dan Musa. Kedua nabi ini muncul lagi dengan maksud-maksud yang jelas. Musa adalah wakil dari perjanjian yang lama yang akan segera digenapi dengan kematian Kristus. Elia adalah yang akan memulihkan segala sesuatu (12). Maka, kehadiran Musa dan Elia menunjukkan bahwa penderitaan Kristus sudah dekat dan perwujudan rencana Allah bagi manusia akan makin jelas. Petrus kembali menunjukkan bahwa ia tidak memahami kemesiasan Kristus (5-6). Ia melihat kemesiasan hanya sebagai sesuatu yang mulia, bukan kemuliaan yang akan dicapai melalui penderitaan. Bagian ini menunjukkan ketragisan — di dalam posisinya yang paling dekat dengan kebenaran, Petrus kehilangan kebenaran karena silau oleh kemuliaan. Ia ingin menjadi berharga.
 
Datanglah awan kemuliaan Tuhan dan suara yang menyatakan ke-Anakan Yesus kembali terdengar, mengingatkan kita akan saat pembaptisan Yesus. Jelaslah bahwa otoritas Yesus diteguhkan di sini, namun juga keberhargaan-Nya. Ia adalah Anak Allah, entah apa pun perkataan dan penolakan orang. Ke-Anakan ini juga memunculkan tanggung jawab untuk taat mutlak terhadap kehendak Allah. Sebagaimana Yohanes Pembaptis menderita (11-13), Yesus akan menderita — namun menuju kemuliaan.
 
Renungkan: Anda berharga meskipun orang lain dan Anda sendiri tidak merasa demikian. Anda berharga karena Anda adalah anak Allah (Yoh. 1:14).

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Injil Markus
https://www.su-indonesia.org

▶ Video Pelengkap Bacaan:
– #Fakta Alkitab – Gunung Hermon, Disinilah Yesus bertemu Musa dan Elia.
Channel Jawaban

~~~~~~
Bacaan besok : Markus 9: 14-29 – Sebuah kebergantungan

📖 GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun B
Minggu biasa 18
Rabu, 6 Oktober 2021
~~~~~~
KELUARGA YANG DIRAHMATI ALLAH
Bacaan hari ini:
Mazmur 112
Yeremia 3:6-14
Matius 5:27-36
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu 3 Oktober 2021.

Yeremia 3 : 6-14
Allah menyampaikan kepada Nabi Yeremia suatu peringatan tentang akibat dari kemunafikan. Kehidupan Israel saat itu bergantung kepada berhala dengan menyembah allah-allah lain di tempat-tempat tinggi dan di hutan-hutan. Walaupun umat telah berzinah dengan ilah lain namun Allah selalu menantikan pertobatan dari mereka untuk kembali setia kepadaNya seberapa parah pun keberdosaan yang mereka perbuat. Kiranya kisah ini dapat menjadi renungan bagi kita semua untuk bertobat atau kembali kepada Allah, berbalik dari perzinahan dengan berhala-berhala dalam kehidupan kita. Mungkin kita kurang keberanian atau sulit melepaskan karena sedemikian terikat, namun tidak ada yang dapat membatasi karya Roh Kudus melalui Firman Tuhan yang kita hidupi. Kita harus bekerjasama dengan merespon uluran tangan Allah yang tersedia. Ada usaha dari sisi kita. Maukah kita kembali dan bertobat ?

Mazmur 112
“Bahagia Orang Benar”, berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintahNya. Kalimat ini sungguh menghibur dan menguatkan tatkala kelelahan menanggung pergumulan terasa berat. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak firman yang Tuhan berikan kepada kita bahkan ada janji-janjiNya yang digenapi jika syarat atas janji itu kita penuhi sebagai : seseorang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintahNya.

Matius 5:27-36
Perintah “Jangan berzinah” dipahami oleh orang Farisi adalah menyangkut perbuatan asusila semata, dan mereka merasa firman ini bukan ditujukan juga untuk mereka karena mereka bukan pezina. Padahal yang dimaksud berzinah disini maksudnya adalah sikap menyeleweng dari kesetiaan mereka kepada Allah Israel, hanya satu-satunya yang harus mereka sembah. Perbuatan zinah juga bukan semata dilakukan dengan persetubuhan namun adanya tindakan dari sikap hati dan pikiran. Mungkin kita bisa berpura-pura karena hal yang tidak diketahui orang lain, namun Allah tahu, contohnya hawa nafsu dan hasrat hati terhadap materi. Maka kita harus memeriksa diri, dimana letak titik lemah kita dan dijaga agar tidak ada celah di sana untuk jatuh ke dalam dosa. Firman Tuhan berkata,”Lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa”. Waspadalah!

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat
~~~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 90:12-17
Ulangan 5:1-21
Ibrani 3:7-19