Gemass 5 Juni 2022

Minggu, 5 Juni 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 140
Bagian 9 : HIKMAT BANGSA ISRAEL
Bacaan hari ini: Ayub 1-3
Ungkapan doa : Mazmur 135
~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 140
https://drive.google.com/folderview?id=12pEpfZFEWaYm-utC1Do1fQY0-mBQMJbf

β–Ά Video Baca Alkitab:
Penjelasan secara umum kitab AYUB – Bible Project Indonesia
thebibleproject.com
Saksikan :
https://youtu.be/6PhUHYInJO4

🌟 Ayub 1:21 (TB)
katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

πŸ’‘Ayub adalah sosok anak Tuhan yang bergaul karib dengan Tuhan. Dia hidup dengan sangat taat kepada Tuhan sehingga Tuhan memberkatinya dengan melimpah. Namun, dia justru juga mengalami percobaan yang sangat berat. Dalam kondisi yang sangat tertekan dan penuh derita, ia tetap menjaga hidupnya terus taat kepada Tuhan.

πŸ™ Doa:
Bapa di dalam sorga, ingatkanlah aku selalu bahwa aku bukanlah pemilik tetapi hanya pengelola atas semua harta yang Engkau berikan bagiku. Engkaulah pemilik atas semua yang ada padaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : Ayub 4-7
Ungkapan doa : Mazmur 136

Minggu, 5 Juni 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 RAJA-RAJA

Bacaan hari ini : 2 Raja-Raja 11:21-12:21
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~

IKUT TUHAN SAMPAI AKHIR HIDUP

Keadaan hidup yang menyenangkan dapat membuat seseorang melupakan Tuhan. Pada saat situasi genting, ia cenderung mempertahankan kedudukan, harta, dan kekuasaannya lebih daripada mencari Tuhan.

Alkitab mencatat Yoas sebagai raja yang takut akan Tuhan selama 40 tahun ia berkuasa (12:1-2). Ia banyak melakukan hal baik semasa pemerintahannya. Salah satunya adalah upayanya merenovasi rumah Tuhan yang sudah rusak (4-5). Mula-mula, ia memercayakan kepada para imam. Namun, kemungkinan praktik korupsi terjadi di antara mereka sehingga renovasi rumah Tuhan terabaikan (6-8). Akhirnya, raja Yoas dan imam Yoyada sendiri yang menangani pengaturan dan pengumpulan uang persembahan rakyat dan kemudian memperbaiki rumah Tuhan (9-15). Perbuatan berhikmat Yoas juga terlihat pada ayat 16, yaitu bagaimana ia mengatur uang persembahan. Uang bagi renovasi diberikan kepada para pekerja, sedangkan bagian para imam tetap diserahkan kepada mereka.

Sayang, ketaatan Yoas tidak utuh. Ia masih membiarkan umat Tuhan beribadah di bukit-bukit pengurbanan (3). Ia juga tidak bersandar kepada Tuhan ketika Yerusalem menghadapi penyerbuan Hazael, raja Aram. Raja Yoas menyuap Hazael dengan harta dari Bait Allah dan istananya agar Hazael tidak menyerang Yerusalem (17-18). Akhir hidup raja Yoas tidak menyenangkan, ia dibunuh oleh para pegawainya sendiri (19-21). Yoas memulai pemerintahannya dengan benar, tetapi tidak menyelesaikannya dengan baik.

Renungkan: Permulaan yang benar tidak menjamin akhir yang baik. Karena itu, kita harus senantiasa menjaga diri untuk tetap setia sampai akhir. Dengan penuh kerendahan hati, kita bersandar pada Tuhan dalam doa, disertai dengan ketaatan melakukan firman-Nya.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Raja-raja
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok : 2 Raja-Raja 13:1-13 – Kesempatan yang Disia-siakan

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Pentakosta
Minggu, 5 Juni 2022
~~~~~
ROH KEBENARAN, ROH PEMERSATU
~~~~~
Bacaan hari ini:
Kejadian 11:1-9
Mazmur 104:24-35
Kisah Para Rasul 2:1-21
Yohanes 14:8-17

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
SELAMAT MEMPERINGATI HARI PENTAKOSTA

Kejadian 11:1-9
Kisah Menara Babel memperingatkan kita agar tidak salah menggunakan keinginan dan kehendak kita. Faktanya, tidak semua keinginan tersebut sesuai dengan kehendak Allah. Inilah yang harus kita waspadai!
Salah satu alasan yang membuat Allah harus turun tangan mengacaukan bahasa mereka adalah karena mereka ingin menjadi otonom, independen, lepas dari Allah, menentukan jati diri mereka sendiri seperti halnya Adam dan Hawa, yang tidak ingin tunduk kepada Allah.
Maka di tengah banyaknya bahasa yang ada di dunia, bahasa ketaatan kepada Allah tetap yang terpenting. Mesias telah mengirim Roh Kudus untuk mempersatukan, yakni: bahasa Pentakosta, bahasa kasih, bahasa ketaatan!

Mazmur 104:24-35
Mazmur ini mengajak kita merespons kedaulatan Tuhan dengan dua hal.
Pertama, terus-menerus memuji dan memuliakan Tuhan dalam hidup ini. Wujudkanlah hal itu dengan hidup kudus dan mulia.
Kedua, karena Tuhan begitu dahsyat dan berkuasa atas semua yang ada di bawah kolong langit, apalagi yang harus dicemaskan anak-anak-Nya?
Tidak ada satu hal pun yang dapat mengganggu apalagi menghancurkan hidup orang Kristen dan gereja. Apakah kita masih meragukan kedaulatan-Nya?

▢️ Mazmur104:24-35 | Christine Sinaga
YKB GKI TV
https://youtu.be/BOILeFs0R80

Kisah Para Rasul 2:1-21
Dalam kisah Menara Babel, bahasa yang satu diubah menjadi banyak dan berserakan. Namun, pada hari Pentakosta, bahasa yang berbeda-beda itu memperoleh berita yang sama tentang perbuatan Allah yang besar di dalam Yesus Kristus.
Bukan kemampuan berbahasa atau keahlian berbicara yang menentukan seseorang mendengar dan menerima berita tentang Allah. Tetapi, Allah dalam karunia-Nya memampukan kita untuk menyampaikan berita tentang-Nya dalam bahasa dan cara yang dapat dipahami oleh orang-orang yang mendengarkan kita.
Mari kita tetap setia menjawab panggilan-Nya.

Yohanes 14:8-17
Bukti bahwa Yesus dan Bapa adalah satu, yakni pekerjaan yang Yesus lakukan adalah pekerjaan Bapa. Sekarang Yesus mengajak para murid-Nya untuk terlibat dalam karya Allah, karena Ia akan meninggalkan mereka untuk meneruskan misi-Nya di dunia.
Pelayanan Yesus hanya berlangsung kurang lebih tiga tahun, sedangkan para murid memiliki waktu lebih lama. Maka para murid akan meneruskan pelayanan-Nya kepada generasi berikutnya. Selain itu, dari segi cakupan, pelayanan Yesus berfokus pada umat Israel, sedangkan para murid akan menyebarkan Injil kepada segala bangsa.
Dengan demikian, Injil akan diberitakan ke seluruh dunia.
Sesudah mengalami pembaruan hidup dari Kristus, Ia ingin kita menjalani hidup untuk meluaskan misi dan pelayanan-Nya melalui hidup kita.
Apakah saat ini kita masih bergiat melakukan pekerjaan Tuhan?

Renungan pelengkap:
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat

https://youtu.be/Xen19oG7RnY
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 48
Yoel 2:18-29
1Korintus 2:1-11