Gemass 5 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA 
Tersedia dalam apps GKI Layur
~~~~~
πŸ—“ Hari 170
Bagian 10 : NABI-NABI DI MASA PEMBUANGAN
Bacaan hari ini: Yeremia 7-9        
Ungkapan doa : Mazmur 15
~~~~~
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 170
 
🌟 Yeremia 7:23 (TB)  
hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!
 
πŸ’‘Orang yang diselamatkan akan menghidupi imannya dengan mendengarkan dan taat pada Firman-Nya. Yang terpenting ketaatan, bukan seremonial ibadah.
 
πŸ™ Doa:
Tuhan, tolong aku untuk tetap taat  kepada-Mu dalam kondisi apa pun. Kuatkan aku untuk berani membayar harga dalam mengikut Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin. 
~~~~~
Bacaan besok : Yeremia 10-13        
Ungkapan doa : Mazmur 16
 
Selasa, 5 Juli 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB AYUB 
 
Bacaan hari ini : Ayub 5:1-27
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~
 
BELAJAR MENERIMA HAJARAN TUHAN
 
  Tuhan seumpama bapak atau guru yang baik. Ia membimbing anak-anak-Nya ke sasaran yang mulia melalui proses belajar yang panjang dan berat. Pelajaran yang ingin Allah tanamkan dalam kehidupan anak-anak-Nya, ialah tidak ada sumber pertolongan lain yang lebih berkuasa selain diri Allah (1). Ia menghendaki agar anak-anak-Nya berhikmat dan bukan bertindak bodoh (3). Ia ingin anak-anak-Nya belajar memilih Dia dan kehendak-Nya sebagai harta berharga dalam kehidupan mereka (8-16). Ajaran Tuhan itu bisa berbentuk hajaran yang melukai dan berbagai kesukaran hidup lainnya. Meski begitu, Ia adalah Allah yang mahabaik. Ia menghajar bukan untuk meremukkan, tetapi untuk memulihkan dan menyempurnakan orang yang dikasihi-Nya (18). Demikianlah wejangan Elifas untuk Ayub. 
 
  Tentu saja semua wejangan itu benar dan bukan barang baru bagi Ayub. Lagi pula, kebenaran isi wejangan itu pun bukan teori lagi bagi Ayub, sebab ia sedang mengalaminya. Tidak salah jikalau Elifas mengingatkan orang seperti Ayub mengenai kebenaran dan prinsip hidup yang sudah diketahuinya bahkan sedang dijalaninya. Tidak ada salahnya juga mengingatkan kembali kepada orang-orang yang sedang menanggung penderitaan, janji-janji pemulihan dari Tuhan. Orang yang saleh seperti Ayub pun masih perlu diingatkan, ditegur, dan diteguhkan. 
 
  Ironisnya, Elifas mencoba berperan sebagai sang Guru sejati. Ia terlalu cepat ingin mengajar orang lain, padahal diri belum tentu memahami kebenaran itu secara mendalam. Selain itu, Elifas tanpa disadari memutarbalikkan prinsip kebenaran umum menjadi kebenaran khusus. Prinsip umum harus memperhitungkan latar belakang dan konteks hidup. Demikian pula pengalaman khusus seseorang tidak dapat begitu saja dijadikan prinsip kebenaran umum yang berlaku universal. 
 
  Renungkan: Saat kita mengalami didikan Tuhan, terimalah hal itu dengan kerendahan hati dan sukacita.     
 
Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Ayub
 
β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
Menghakimi yang Menderita (Ayub 5) – Petrus Kwik | Bible Every Day 
~~~~~
Bacaan besok: Ayub 6:1-30 – Berani Mati Yang Seperti Apa?
 
πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Biasa-3
Selasa, 5 Juli 2022
~~~~~
MENJADI DUTA KRISTUS
BAGI DUNIA
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 119:73-80
Yeremia 8:4-13
Kisah Para Rasul 19:28-41
 
Tersedia dalam apps GKI Layur
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 3 Juli 2022.
 
Mazmur 119:73-80
Pemazmur menyatakan kecintaannya akan firman Tuhan dengan terus berharap pada janji Tuhan yang telah disampaikan lewat firmanNya. Ia pun rela menerima konsekuensi dari ketidaktaatannya terhadap firman Tuhan karena yakin bahwa Tuhan setia dan akan bertindak dengan adil sesuai hukumNya. Orang yang melawan Tuhan dan mengabaikan hukumNya pasti akan mengalami malu, sebaliknya mereka yang mentaati firmanNya akan mengalami damai sejahtera.
 
Yeremia 8:4-13
Tuhan menyatakan isi hatiNya kepada umatNya melalui nabi Yeremia. Tuhan sedih melihat bagaimana umatNya berkeras hati dan bebal. Mereka menolak peringatan Tuhan dan lebih memilih jalannya sendiri. Hewan saja tahu bagaimana kembali namun Israel tidak mengenal hukum Allah. Mereka lebih mementingkan kekayaan dan keuntungan dengan menipu dan berlaku curang, bahkan tokoh agama juga tidak luput dari praktek tersebut. Semua sudah kehilangan kepekaan dan rasa malu telah melanggar hukum Tuhan. Karena itu Tuhan akan menghukum mereka dengan keras supaya mereka bertobat dan berbalik kepada Allah. 
 
Kisah Para Rasul 19:28-41
Pemberitaan Injil di Efesus oleh Paulus menghasilkan banyak orang menjadi percaya. Dulunya mereka penyembah dewi Artemis dan memiliki banyak patung yang dibuat oleh tukang perak bernama Demetrius. Demetrius merasa terancam dan membuat fitnah terhadap Paulus hingga terjadi huru-hara di seluruh kota. Gayus dan Aristarkhus diseret ke stadion. Paulus ingin hadir namun dicegah oleh orang percaya di Efesus. Syukurlah, Tuhan campur tangan melalui panitera kota yang berhasil menenangkan huru-hara yang terjadi. Tuhan memberikan pertolongan tepat pada waktuNya. 
 
Renungan pelengkap:
 
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 119:73-80
Yosua 23:1-16
Lukas 10:13-16