Gemass 3 April 2022

Minggu, 3 April 2022
~~~~~
📖 GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
🗓 Hari 77
Bagian 7 : KEBANGKITAN DAN KEJATUHAN BANGSA ISRAEL
Bacaan hari ini: Rut 1-4
Ungkapan doa : Mazmur 77
~~~~~
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 77
https://drive.google.com/folderview?id=1P9Q1v4XxF0Q7a-aAklz7sdWucSKpMB2O

▶ Video Baca Alkitab:
Penjelasan secara umum kitab RUT – Bible Project Indonesia
thebibleproject.com
Saksikan :
https://youtu.be/dHiRnlFu6yo

🌟 Rut 1:16
…bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;

💡 Hidup bersama mertua yang memberi teladan hidup yang baik kepada menantunya, maka Rut tetap memilih hidup bersama Naomi, mertuanya, meskipun diberi kebebasan memilih oleh Naomi. Bahkan Rut memilih Allah Naomi menjadi Allahnya.
Melalui keluarga Elimelekh, Rut dimenangkan bagi Tuhan.

🙏 Doa:
Ya Allah, berilah aku juga kesempatan untuk menyaksikan imanku kepada orang-orang di sekitarku sehingga makin banyak orang dimenangkan bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : 1 Samuel 1-3
Ungkapan doa : Mazmur 78

Minggu, 3 April 2022
~~~~~
📖 GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 SAMUEL

Bacaan hari ini : 2 Samuel 21:1-22
Doa ⇒ Baca ⇒ Renungkan ⇒ Bandingkan ⇒ Doa
~~~~~

TIDAK SEWENANG-WENANG

Tuhan selalu melindungi kita dari orang-orang yang berlaku jahat. Dia tidak akan pernah membiarkan kita. Namun bagaimana apabila kita yang berlaku keliru terhadap orang lain? Apakah Tuhan akan memperbolehkan kita melakukan hal itu?

Kelaparan yang menimpa negeri Israel selama tiga tahun merupakan hukuman Allah karena Saul telah membunuh orang-orang Gibeon (1). Dalam Yosua pasal 9, orang-orang Gibeon telah menipu Israel supaya orang Israel mau mengadakan perjanjian dengan mereka. Karena itu, Israel terikat dengan sumpah atas nama Tuhan dalam perjanjian dengan orang Gibeon (Yos. 9:19). Ternyata Saul melanggar sumpah tersebut dengan membunuh orang-orang Gibeon demi kepentingan bangsanya (2). Di mata Allah, ini merupakan kesalahan. Sebagai hukuman, orang-orang Gibeon menuntut agar tujuh keturunan laki-laki Saul digantung (9).

Mungkin kita menganggap bahwa orang-orang Gibeon tersebut sangat sadis dengan menuntut nyawa tujuh keturunan Saul. Kita perlu mengetahui juga, bahwa di zaman purba pelanggaran perjanjian harus dibayar dengan nyawa. Karena Saul telah melanggar perjanjian tersebut dan menghilangkan banyak nyawa orang Gibeon, maka Tuhah menganggapnya telah berhutang darah (1). Murkanya Allah memperlihatkan kepada kita bahwa Dia tidak pernah membenarkan kesewenang-wenangan manusia yang satu terhadap manusia lainnya. Ia tidak suka bila umat-Nya menganggap remeh perjanjian yang telah dilakukan dengan bersumpah atas nama Tuhan. Itu berarti mereka meremehkan Tuhan.

Renungkan: Lihatlah bagaimana Tuhan memperhatikan kita juga dalam relasi kita dengan pihak lain. Meski pun kita adalah anak-anak-Nya, Tuhan tidak mengizinkan kita berbuat sesuka hati kita. Kita tidak boleh melakukan ketidakadilan atau bertindak sewenang-wenang. Mengingkari janji pun bukan perbuatan yang disukai Tuhan.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Samuel
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok : 2 Samuel 22:1-30 – Puji Syukur dalam Kebenaran

💠 BGA
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
BACA GALI ALKITAB – 11

2 SAMUEL 21:1-22
Daud harus menghadapi sebuah situasi yang sangat sulit. Rakyatnya. kekurangan pangan. Daud bertanya kepada Tuhan dan Tuhan memberikan jawab dengan mengingatkan perjanjian yang dahulu pernah dibuat Yosua kepada orang-orang Gibeon (Yos. 9). Saul telah melanggar perjanjian tersebut dengan membasmi kaum Gibeon. Tindakan inilah yang membuat Allah menghukum Israel dengan bala kelaparan selama tiga tahun berturut-turut.

💠 Apa saja yang Anda baca?
1. Apakah yang membuat Daud pergi menanyakan petunjuk Tuhan? Apakah jawaban Tuhan (1)?
2. Siapakah orang-orang Gibeon itu? Apa kemudian yang dilakukan Daud kepada mereka? Siapakah yang disisakan oleh Daud dari keturunan Saul (2-9)?
3. Apakah yang dilakukan Rizpa binti Aya terhadap keturunan Saul yang dibunuh oleh kaum Gibeon itu? Apa tindakan Daud ketika mendengar hal tersebut (10-14)?
4. Siapa saja kemudian yang terlibat dalam pertempuran dan siapa- siapakah yang mereka tewaskan (15-22)?

💠 Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apakah kesalahan fatal yang dilakukan bangsa Israel, yang mengakibatkan Tuhan menghukum mereka?
2. Bagaimana seharusnya kita bersikap atas janji atau sumpah yang pernah kita ucapkan?
3. Apakah maksud. Tuhan dengan penghukuman yang Dia jatuhkan atas Daud dan kerajaannya?

💠 Apa respon Anda?
1. Pernahkah Anda membuat sebuah perjanjian dengan bersumpah? Apakah Anda mematuhi isi perjanjian tersebut?
2. Apa pendapat Anda atas tindakan Daud menyerahkan keturunan Saul kepada orang-orang Gibeon?

POKOK DOA :
Jemaat memiliki kesetiaan dalam komitmen dan integritas hidup yang baik di hadapan Tuhan.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Samuel
https://www.su-indonesia.org

📖 GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Pra Paskah V
Minggu, 3 April 2022
~~~~~
MAKNA PENGURAPAN YESUS
~~~~~
Bacaan hari ini:
Yesaya 43:16-21
Mazmur 126
Filipi 3:4-14
Yohanes 12:1-8

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT MEMASUKI MINGGU PRA PASKAH V

Yesaya 43:16-21
Hukuman pembuangan bagi Israel telah berakhir oleh inisiatif Allah.
Ia membebaskan Israel karena Israel adalah milik kepunyaan-Nya.
Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah Yang Mahakudus dan Raja Israel ketika Ia melepaskan umat-Nya.
Penyataan identitas itu ditujukan-Nya kepada ilah-ilah lain dan semua bangsa di bumi, karena mereka beranggapan Allah Israel tidak berkuasa menolong umat-Nya.
Allah memulihkan keadaan Israel sehingga hubungan antara Israel dan Allah menjadi baru kembali.
Allah memang harus menghajar umat-Nya yang bebal karena Ia menghendaki umat-Nya bertobat.
Namun, hajaran-Nya terhadap setiap anak-Nya yang melanggar firman-Nya adalah hajaran kasih.
Karena itu, janganlah sia-siakan belas kasih-Nya.
Bertobatlah dan milikilah hubungan yang baru dengan Dia.

Mazmur 126
Mazmur ziarah ini terbagi menjadi dua: refleksi atas kepulangan bangsa Israel ke negerinya dan permohonan agar Tuhan memulihkan juga keadaan alam mereka sehingga mereka dapat kembali hidup sejahtera.
Setelah puluhan tahun di pembuangan, ketika Tuhan akhirnya membawa bangsa Israel kembali ke negeri mereka, mereka masih bisa melihat betapa besarnya karya Tuhan melalui terbuang dan kembalinya mereka.
Ketika menemukan bahwa negeri mereka dalam keadaan yang merana, mereka datang kepada Tuhan meminta pemulihan.
Mereka percaya jika Tuhan yang memulihkan, maka padang gurun pun bisa menjadi padang rumput. 
Sambil memohon dan meratap, mereka tetap melakukan bagian mereka, yaitu menyiangi tanah, menabur benih, dan menyiapkan jalan bagi pekerjaan Tuhan.
Karena itu, dibutuhkan iman yang sejati untuk bersyukur dan berharap dalam segala keadaan.
Maukah kita memakai kacamata iman untuk melihat karya Allah di tengah kesesakan hidup?
 
Filipi 3:4-14
Paulus mengajarkan orang Kristen di Filipi agar beribadah di dalam Roh Allah, bermegah dalam Kristus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.
Ia membuang semua yang bersifat lahiriah dan menganggapnya sebagai sampah jika dibandingkan dengan Kristus.
Paulus tidak membanggakan diri sendiri, tetapi mengutamakan pengenalan akan Kristus sebagai gol tertinggi dalam hidupnya.
Kerinduan Paulus adalah mengalami suatu proses indentifikasi diri agar serupa dengan Kristus.
Hidup Kristus menjelma dalam dirinya sehingga hidup Paulus seolah mencerminkan hidup Kristus sendiri.
Semua yang bisa menghalangi proses identifikasi itu harus dibuang.
Mari kita renungkan, apa saja dalam hidup yang masih kita pentingkan lebih daripada Tuhan?
Bersediakah kita menganggapnya sebagai sampah dan membuangnya?

Yohanes 12:1-8
Pada bagian ini, dua tokoh yang menjadi pusat perhatian adalah Maria dan Yudas.
Kontras di antara keduanya sangat menonjol.
Bertentangan dengan peraturan orang Yahudi, Maria duduk di kaki Yesus. 
Itu menandakan bahwa ia memposisikan dirinya sebagai murid Yesus dan Yesus menerimanya.
Lalu Maria mengungkapkan kasihnya kepada Yesus melalui persembahan minyak wangi yang mahal, yang dipakainya untuk mengurapi kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya.
Perbuatannya itu disebut Yohanes sebagai pengurapan, dan diartikan oleh Yesus sebagai persiapan bagi penguburan-Nya.
Tokoh kedua adalah Yudas.
Ia menganggap pengurapan minyak wangi yang mahal adalah pemborosan.
Padahal sesungguhnya Yudas tidak pernah peduli terhadap orang-orang miskin.
Dan reaksi Yudas membongkar keserakahan dan kepentingannya sendiri.
Ternyata ia sering mencuri uang kas yang dipegangnya.
Maria dan Yudas sama-sama melakukan pelayanan.
Pelayanan yang satu tertuju kepada Tuhan, sedangkan yang lainnya tertuju kepada dirinya sendiri.
Bagaimana dengan pelayanan kita?

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 20
Keluaran 40:1-15
Ibrani 10:19-25