Gemass 28 Februari 2021

πŸ“– GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
πŸ—“ Hari 42
Bagian 5 : PADANG GURUN
Bacaan hari ini: Bilangan 8-10
Ungkapan doa: Mazmur 42
~~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 42
https://drive.google.com/folderview?id=1EwgRR4tZz3AMTrlhttgjNWZ8u_1QBCl8

β–Ά Video Serial Animasi Kitab Taurat : BILANGAN – Bible Project Indonesia

🌟 Bilangan 9:17 (TB)
Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israel pun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah.

πŸ’‘ Pimpinan atau tuntunan Tuhan atas hidup kita seperti tiang awan yang memberi petunjuk bagi bangsa Israel berjalan menuju tanah Kanaan, tanah perjanjian.

πŸ™ Doa:
Tuhan, aku mohon tiang awanmu menuntun hidupku sehingga hidupku sesuai rencanaMu. Dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin.
~~~~~~
Bacaan besok: Bilangan 11-13
Ungkapan doa: Mazmur 43

~~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2021
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB BILANGAN

Bacaan hari ini : Bilangan 14:39-45
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~~

NEKAT? KALAH!

Tidak semua orang menyesali dan sungguh-sungguh bertobat dari kesalahannya. Ada yang menyesali tindakan, tetapi tidak menyesali sikap hati yang melahirkan tindakan itu. Ada juga yang menyesali dosanya.

Mungkin itu yang terjadi pada orang Israel. Menyadari bahwa Allah tidak memperbolehkan mereka memasuki Kanaan membuat mereka menyesali perbuatannya. Tanpa ada perintah siapa pun, mereka memutuskan untuk melawan penduduk Kanaan dengan harapan bahwa Allah akan membatalkan hukuman-Nya. Pagi-pagi sekali mereka sudah siap berperang untuk merebut tanah itu dari orang-orang Kanaan. Sayang semuanya sudah terlambat. Tidak ada gunanya lagi! Kini upaya untuk menduduki tanah itu justru menjadi tindakan ketidaktaatan yang berkelanjutan.

Musa tahu persis bahwa keputusan Tuhan tidak mungkin dicabut lagi. Itu sebabnya ia tidak menyetujui ajakan bangsa Israel untuk maju berperang melawan penduduk Kanaan dengan alasan apa pun (41-43). Sekali lagi, bangsa Israel menolak untuk patuh pada perintah Tuhan melalui Musa. Mereka nekat pergi berperang tanpa Musa, tanpa tabut perjanjian, dan tanpa Allah (44). Akibatnya? Kalah!!! (45)

Sungguh tidak bisa dimengerti sikap orang Israel ini. Ketika Allah bersama mereka, mereka menganggap bahwa penyertaan Allah tidak cukup untuk melawan orang Kanaan. Saat Allah tidak menyertai mereka, mereka berpikir dapat mengalahkan penduduk Kanaan. Alangkah bodohnya pemikiran semacam itu! Namun, bukankah kita pun sering sama bodohnya dengan mereka? Kita pun masih sering menganggap bahwa penyertaan Allah saja tidak cukup. Kita merasa belum aman kalau tidak ada tambahan pegangan lain, bila akan memutuskan atau melakukan sesuatu. Padahal, hal itu termasuk pula tindakan yang meremehkan Allah dan sikap mengabaikan kuasa dan kehendak-Nya.

Renungkan: Marilah kita belajar mematuhi segala perintah-Nya, meski terasa berat sekali pun. Ingatlah bahwa Ia beserta kita!

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Bilangan
https://www.su-indonesia.org
~~~~~~
Bacaan besok : Bilangan 15:1-21 β€” Persembahan yang Menyenangkan Allah

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun B
Prapaskah II
Minggu, 28 Februari 2021
~~~~~~
HARGA MENGIKUT YESUS

Bacaan hari ini:
Kejadian 17:1-7, 15-16
Mazmur 22:23-31(23-32)
Roma 4:13-25
Markus 8:31-38
~~~~~~
SELAMAT MEMASUKI MINGGU PRAPASKAH II, SELAMAT BERIBADAH!

Kejadian 17:1-7, 15-16
Tuhan memberikan janji-Nya kepada Abram bahwa dia akan menjadi bapa banyak bangsa karena itu namanya diganti menjadi Abraham. Janji ini diberikan sewaktu Abram berumur 99 tahun dan sudah ada Ismael. Sarai diganti nama menjadi Sara, karena menjadi ibu bangsa-bangsa dan raja-raja. Abram tertawa karena usianya sudah 99 tahun dan Sarai 90 tahun, menurut manusia mustahil untuk bisa punya anak dan melahirkan. Masih percayakah kita bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil? Selaku murid Kristus, masihkah kita memegang janji-janjiNya?

Mazmur 22:23-31 (23-32)
Meski masih dalam kondisi menderita dan dalam penindasan musuh, pemazmur beriman bahwa Tuhan akan melepaskan dan menjawab doa. Bagi pemazmur, Tuhan memperhatikan orang tertindas dan orang yang takut akan Tuhan. Tuhan membenci orang sombong. Pemazmur berjanji akan memasyurkan nama Tuhan ke seluruh bangsa karena keadilan dan kasih-Nya. Hampir satu tahun kita mengalami pandemi dan segala efeknya, apakah kita masih mau berharap pada Tuhan?

β–Ά Mazmur 22: 23-32 – Acien
YKB GKI TV

Roma 4:13-25
Menjadi murid Yesus berarti percaya bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Yesus mati karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita. Kita dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan baik kita. Seperti Abraham percaya pada janji Tuhan, kita pun percaya pada janji Tuhan. Pertanyaannya adalah apakah kita hidup dalam janji-Nya?

Markus 8:31-38
Mengikut Kristus berarti siap menyangkal diri: menempatkan Allah dan Kerajaan-Nya lebih penting dari diri sendiri, siap memikul salib: taat sampai mati menggenapkan kehendak-Nya, dan menjalani hidup seperti yang Yesus ajar dan teladankan. Mari pikirkan baik-baik sejauh mana dan seberapa besar kita mau membayar harga untuk menjadi murid Yesus.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat
~~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 105:1-11, 37-45
Kejadian 21:1-7
Ibrani 1:8-12