Gemass 27 Januari 2022

~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
πŸ—“ Hari 11
Bagian 2 : JANJI ALLAH KEPADA ABRAHAM
Bacaan hari ini: Kejadian 35-37
Ungkapan doa: Mazmur 11
~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 11
https://drive.google.com/folderview?id=1DbqQFUH0Hdm8QiNOfe7MbXbyqP8WnvYW

β–Ά Video Serial Kitab Taurat : Kesimpulan Kitab KEJADIAN (bgn 2) – Bible Project Indonesia
https://youtu.be/lxgfSqE4u6g

🌟 Kejadian 37:36 (TB)
Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.

πŸ’‘ Kehadiran orang-orang yang menjengkelkan dan menimbulkan masalah bisa dipakai oleh Tuhan untuk mengasah karakter kita menuju keserupaan dengan Kristus. Ada kalanya perkataan atau tindakan orang lain membuat kita marah, sakit hati, dan malu. Jika kita mau menerimanya dengan hati yang terbuka dan siap diubahkan, alih-alih merasa sakit hati, iman dan karakter Kristus semakin terbentuk dengan kokoh dalam hidup kita.

πŸ™ Doa:
Ya Tuhan, mampukan saya untuk terus belajar serupa dengan Kristus di kondisi tersulit sekalipun. Amin.
~~~~~
Bacaan besok: Kejadian 38-40
Ungkapan doa: Mazmur 12
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi 1-2 SAMUEL

Bacaan hari ini : 1 Samuel 6:19-7:17
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~
TOBAT: KUNCI KEMENANGAN

Tabut Allah sudah kembali ke wilayah Israel, tetapi Allah masih belum berkenan kepada umat-Nya. Hal itu terlihat bagaimana Allah yang kudus menghajar umat-Nya yang memperlakukan Allah dengan semena-mena (19-20). Selama dua puluh tahun Israel masih menderita di bawah tekanan penjajahan Filistin. Mengapa demikian? Karena mereka belum bertobat dan bersungguh hati berbalik kepada Tuhan. Persoalan utama adalah bukan Tuhan tidak peduli, melainkan bangsa Israel yang masih mendua hati. Mereka memang melihat Tabut Perjanjian sebagai lambang kehadiran Tuhan, tetapi hati mereka masih terpaut pada Baal dan Asytoret sesembahan mereka. Bagaimana mungkin mereka masih mengharapkan Tuhan memberkati mereka?

Samuel muncul untuk mendorong pertobatan sejati. Setelah umat Israel benar-benar meninggalkan ilah-ilah palsu dan menyatakan pertobatan dengan sungguh (4,6), barulah pertolongan Tuhan turun, yakni Tuhan menyingkirkan orang-orang Filistin. Tuhan berperang bagi umat-Nya, seperti yang pernah dialami nenek moyang mereka di masa lampau (10). Kemenangan yang mereka alami merupakan karya Allah di mana Tuhan adalah Batu Pertolongan (Eben-Harzer) yang teguh. Sepanjang masa pelayanan Samuel sebagai hakim Israel, bangsa Filistin tidak lagi menjadi rongrongan bagi mereka.

Mungkin kekalahan dalam hidup disebabkan hati kita yang mendua. Walau kita mengaku Kristen dan berTuhankan Kristus, tetapi mata kita masih melirik pada ilah-ilah dunia ini. Ilah dunia bisa berupa kepercayaan-kepercayaan tradisi suku kita, bisa berupa pendewaan terhadap uang, harta. atau teknologi. Tidak heran Allah membiarkan kita tergantung pada ilah palsu yang kita sembah.

Renungkan: Kesungguhan pertobatan menjadi kunci agar Tuhan berkenan mengampuni dan menolong kita
~~~~~
Bacaan besok:
1 Samuel 8:1-22 Ketika Menghadapi Masalah

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu ke-4 sesudah Epifani
Kamis, 27 Januari 2022
~~~~~
MENGHADAPI PENOLAKAN DENGAN KASIH
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 71:1-6
2 Tawarikh 34:1-7
Kisah Para Rasul 10:44-48

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu 30 Januari 2022 

Mazmur 71:1-6
Kasih dan anugerah Tuhan lebih dari cukup untuk setiap masa kehidupan. Demikianlah yang diungkapkan oleh pemazmur. Pemazmur teringat akan masa kecilnya, dimana tidak ada satu haripun tanpa belas kasihan Tuhan. Pada awal kehidupannya, dia belajar untuk mempercayai Tuhan akan masa depan, dan tidak pernah sedikitpun dia dikecewakan. Sejarah panjang kehidupan manusia telah membuktikan kesetiaan dan kasih Tuhan. Patutlah kita bersyukur dan memuliakan nama-Nya.

▢️ Mazmur 71:1-6 – Velin Zalukhu – GKI Buaran https://youtu.be/vLDYS_aFh1w

2 Tawarikh 34:1-7
Reformasi! Inilah yang dilakukan oleh Raja Yosia pada masa pemerintahannya. Perubahan yang bertujuan membawa rakyat kembali kepada Tuhan, inilah tujuan reformasi yang dilakukan Raja Yosia. Caranya, dimulai dari menghancurkan dan menghapus bukan hanya hal-hal yang berdosa tetapi juga orang-orang yang melakukannya. Tidak hanya berhenti disitu, Raja Yosia memberikan teladan dengan melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan hidup tidak menyimpang dari jalan Tuhan. Tidak ada pertobatan tanpa perubahan, tidak ada kebangunan rohani tanpa reformasi diri. Sudahkah kita melakukannya?

Kisah Para Rasul 10:44-48
Kisah pertobatan Kornelius adalah momen penting dalam kemajuan Injil. Allah telah menunjukkan bahwa Injil adalah untuk semua orang, bukan hanya orang Yahudi. Pertobatan dan keselamatan telah diberikan kepada mereka yang bukan Yahudi. Salib Kristus menjadi cermin bagi kita bahwa pengampunan diberikan kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Injil-Nya tersedia bagi orang yang mau bertobat dan percaya kepada-Nya.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 71:1-6
2 Tawarikh 35:20-27
Kisah Para Rasul 19:1-10