Gemass 27 Febuari 2022

Minggu, 27 Februari 2022
~~~~~
📖 GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
🗓 Hari 42
Bagian 5 : PADANG GURUN
Bacaan hari ini: Bilangan 8-10
Ungkapan doa: Mazmur 42
~~~~~
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 42
https://drive.google.com/folderview?id=1EwgRR4tZz3AMTrlhttgjNWZ8u_1QBCl8

▶ Video Serial Animasi Kitab Taurat : BILANGAN – Bible Project Indonesia
https://youtu.be/CpINV3k7S_Q

🌟 Bilangan 9:17 (TB)
Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israel pun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah.

💡 Pimpinan atau tuntunan Tuhan atas hidup kita seperti tiang awan yang memberi petunjuk bagi bangsa Israel berjalan menuju tanah Kanaan, tanah perjanjian.

🙏 Doa:
Tuhan, aku mohon tiang awanmu menuntun hidupku sehingga hidupku sesuai rencanaMu. Dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin.
~~~~~
Bacaan besok: Bilangan 11-13
Ungkapan doa: Mazmur 43

Minggu, 27 Februari 2022
~~~~~
📖 GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 SAMUEL

Bacaan hari ini : 1 Samuel 30:16-31
Doa ⇒ Baca ⇒ Renungkan ⇒ Bandingkan ⇒ Doa
~~~~~

RASA KEADILAN

Salah satu karakter yang perlu dibangun dalam diri seorang pemimpin adalah sikap menjunjung tinggi keadilan. Tetapi sikap menjunjung tinggi keadilan tidak sama dengan menjalankan hukum secara kaku. Sikap adil akan mendorong seseorang mempertimbangkan aspek lain sebelum dirinya mengambil sebuah keputusan.

Ketika Daud dan pasukannya bergegas mengejar musuh, di tengah jalan ada sejumlah orang yang tidak sanggup melanjutkan perjalanan karena terlalu letih (9-10). Akhirnya mereka tidak ikut menaklukkan musuh. Mereka juga tidak ikut mengangkut jarahan yang diperoleh dari kemenangan gemilang tersebut (17-20).

Sebagian orang yang ikut memenangkan peperangan bersikap sombong karena seolah-olah merasa dirinya berjasa. Orang-orang itu melecehkan mereka yang tidak ikut perang dengan cara tidak mau membagi hasil jarahan yang didapatkannya. Berlawanan dengan sikap mereka, Daud menetapkan bahwa mereka yang tidak ikut berperang memiliki hak yang sama atas jarahan, sama seperti mereka yang ikut berperang (23-24). Sikap Daud ini sungguh terpuji. Dia bertindak adil. Ia melihat kemenangan yang mereka capai sebagai anugerah Tuhan, bukan karena usaha dan kekuatan mereka. Maka tak boleh ada orang merasa berjasa. Daud tidak memandang rendah orang-orang yang kelelahan itu. Dia tahu bahwa setiap orang bisa saja mengalami situasi seperti itu. Sikap Daud terhadap saudara-saudara sebangsanya ini menunjukkan sikap seorang pemimpin yang adil dan bijaksana (26-31).

Renungkan: Ketika memiliki peranan besar dalam suatu pelayanan, kita tak perlu menyombongkan diri dan meremehkan orang yang kita anggap hanya memiliki peranan kecil. Hargailah setiap orang seberapa kecil pun peranannya. Janganlah perbedaan peranan membuat kita memandang rendah orang lain. Latihlah diri kita untuk memperlakukan mereka dengan adil dan penuh kemurahan.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Samuel
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok : 1 Samuel 31:1-13 – Akhir Hidup dalam Kehormatan

💠 BGA
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
BACA GALI ALKITAB 6

1 SAMUEL 30:1-31
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Seperti itulah situasi yang dialami Daud dan pasukannya ketika menghadapi bencana. Pasukannya berbalik menyalahkan dia. Namun Tuhan bisa mengubah hal-hal bagi kebaikan umat-Nya. Itulah hal yang bisa kita pelajari dari perikop ini. Tentu kita perlu memiliki sikap hati yang mencari pimpinan Tuhan. Kita juga perlu melakukan kebaikan Tuhan kepada orang-orang yang kita layani.

💠 Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang terjadi dengan kota Ziklag dan. penduduknya ketika Daud dan pasukannya tiba di situ (1-5)? Bagaimana reaksi pasukan Daud (4, 6)? Bagaimana pula sikap Daud (6-8)?
2. Apa yang terjadi dengan sebagian pasukan Daud yang mengejar musuh (9-10)?
3. Bagaimana Daud dan pasukannya dapat mengalahkan musuh dan mendapatkan kembali segala sesuatu yang sudah dirampas (11-20)?
4. Bagaimana sikap Daud terhadap sebagian pasukannya yang tidak ikut dalam peperangan (21-25)? Bagaimana sikap Daud terhadap para tua-tua Yehuda (26-31)?

💠 Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa sikap Daud yang dapat kita teladani ketika menghadapi masalah?
2. Teladan apa yang kita peroleh dari sikap Daud terhadap orang-orang yang Anda menghadapi masalah?
2. Bagaimana Anda memperlakukan rekan-rekan sepelayanan yang Anda anggap tidak banyak berperan?

POKOK DOA :
Gereja bersandar pada Tuhan saat menghadapi tekanan penganiayaan._

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Samuel
https://www.su-indonesia.org

📖 GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Transfigurasi
Minggu, 27 Februari 2022
~~~~~
KEMAH ALLAH SELUAS DUNIA

Bacaan hari ini:
Keluaran 34:29-35
Mazmur 99
2 Korintus 3:12-4:2
Lukas 9:28-43

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT BERIBADAH

Keluaran 34:29-35
Pada bagian ini, Musa menyampaikan kembali semua isi perjanjian dan hukum-hukum-Nya yang harus ditaati oleh orang Israel.
Jika dahulu Harun adalah juru bicara Musa bagi Israel, sekarang Musa sendirilah yang menyampaikan langsung firman Tuhan bagi umat-Nya.
Kini Musa adalah perantara antara Allah dengan umat-Nya, sekaligus penyampai firman Tuhan bagi umat-Nya.
Di dalam Kristus, kita pun beroleh anugerah untuk hidup di hadapan-Nya senantiasa.
Seperti halnya Musa yang mendapat kemilau kemuliaan Tuhan yang terpancar dari wajahnya setelah berjumpa dengan Tuhan selama empat puluh hari, kita pun bisa mengalami perjumpaan dengan Tuhan melalui doa, perenungan firman Tuhan, serta persekutuan.
Seharusnya kita juga menghasilkan kemuliaan Tuhan yang terpancar dari dalam diri kita yang bisa dilihat dan dirasakan oleh sesama.
Orang yang berjumpa dengan Tuhan seharusnya makin hidup dalam kekudusan, sebab Tuhan adalah Allah yang kudus.
Jika kita merasa sudah berjumpa dengan Tuhan, masihkah kita merasa nyaman untuk terus hidup di dalam dosa? 

Mazmur 99
Allah, Sang Raja Sejati, bukanlah manusia yang memuja dirinya sendiri. 
Ia adalah Allah yang maha mulia yang mengungkapkan karakter-Nya yang murni dalam hukum yang tak bercela.
Tak ada penyelewengan kuasa dalam diri-Nya.
Sama sekali tak terbesit dalam pikiran-Nya untuk menindas umat-Nya.
Kekudusan Allah dinyatakan di dalam dan dipancarkan ke seluruh dunia yang dimulai dari umat-Nya sendiri.
Kekudusan Allah menegaskan bahwa Ia mencintai hukum dan menegakkan keadilan.
Maka Kristus datang tidak hanya untuk mengampuni dosa, tetapi juga untuk mewujudkan kebenaran, keadilan dan kekudusan Allah di dalam dan melalui kita di dunia.
Sudahkah kita merepresentasikan kebenaran, keadilan dan kekudusan Allah di tengah dunia yang jauh dari kebenaran, keadilan dan kekudusan-Nya?

2 Korintus 3:12-4:2
Pada bagian ini, Paulus menegaskan bahwa para pelayan Injil harus sungguh-sungguh menyatakan hal-hal rohani, kebenaran firman Tuhan, dan kasih karunia seterang dan sejelas mungkin.
Sebab hal-hal yang berkenaan dengan Allah disingkapkan di dalam Perjanjian baru tidak dalam bentuk perlambang atau bayangan.
Kita melihat selubung itu disingkapkan di dalam Kristus dan kedatangan-Nya, yakni Dia yang merupakan akhir dari hukum Taurat untuk membenarkan semua orang percaya.
Orang yang percaya kepada Kristus adalah orang yang merdeka, yakni merdeka untuk menghampiri Allah, merdeka untuk berkata-kata dalam doa, serta merdeka dan dilapangkan agar dapat berjalan dalam perintah-perintah Allah.
Sudahkah kita merasakan kemerdekaan di dalam Tuhan?

Lukas 9:28-43
Yesus memiliki kebiasaan yang patut diteladani oleh para pengikut-Nya, yakni kebiasaan berdoa dan bersekutu dengan Bapa di surga.
Pada waktu itu Yesus membawa ketiga murid-Nya naik ke atas gunung untuk berdoa.
Perubahan rupa atau transfigurasi yang terjadi pada Yesus merupakan gambaran tentang keadaan-Nya kelak dalam kerajaan-Nya yang akan datang, yakni saat Ia akan memerintah sebagai Raja.
Transfigurasi tersebut terjadi untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
Kemunculan dua tokoh Perjanjian Lama, yaitu Musa dan Elia bukan sekadar hendak mendukung status Yesus, melainkan mengukuhkan tujuan kepergian Yesus ke Yerusalem yang penuh kemuliaan melalui salib.
Sebagai orang percaya, kita kembali diingatkan bahwa Tuhan dimuliakan bila kita memikul salib kita.
Apakah saat ini kita masih setia melakukan tugas panggilan itu?

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 35:11-28
Keluaran 35:1-29
Kisah Para Rasul 10:9-23