Gemass 25 September 2022

*Minggu, 25 September 2022* 

~~~~~~~~~~~~~~~

πŸ“– *GEMASSreguler 2022* – FIRMAN UNTUK SEMUA 

_Tersedia dalam apps GKI Layur_

http://bit.ly/GKILayurApps

~~~~~~~~~~~~~~~~

 

πŸ—“ *Hari 252*

*Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH*    

*Bacaan hari ini* : Markus 5-6

*Ungkapan doa* : Mazmur 97 

~~~~~~~~~~~~~~~~

 

*ALKITAB SUARA*

🎧 GEMASS – Hari 252

https://drive.google.com/folderview?id=11-aTN5DztDFkwIkMcESkosprXpZ5CwoM 

 

🌟 *Markus 5:28-29* (TB)  

_Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”_ 

_Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya._

 

πŸ’‘ Perempuan itu punya keyakinan akan kuasa Yesus, dan ia alami kesembuhan. Jadi iman mendahului kesembuhan dan pengalaman, bukan sebaliknya. 

 

πŸ™ *Doa:*

Ampuni aku TUHAN, bila terkadang aku meragukan kuasa-Mu. Menuntut tanda, bukti dan pengalaman lebih daripada mempercayai firman-Mu. Aku percaya ya TUHAN, tambahkanlah imanku.

~~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan besok* : Markus 7-8 *Ungkapan doa* : Mazmur 98

*Minggu, 25 September 2022*

~~~~~~~~~~~~~~~

πŸ“– *GEMASSplus SH KITAB – 2022*

Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi *INJIL YOHANES* 

 

Bacaan hari ini : *Yohanes 6:22-27*

Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa

~~~~~~~~~~~~~~~

β–Ά Video Pelengkap Bacaan. 

Yohanes 25-51 | LUMO Indonesia 

https://youtu.be/8q6KyhF_vik

 

*ORIENTASI HIDUP* 

 

  Apa tujuan hidup kita? Banyak orang yang memberi jawaban rancu, karena hal-hal yang sebenarnya tidak hakiki dalam hidup cenderung ditempatkan sentral. Ini yang disebut disorientasi atau salah tujuan. Akibat yang paling buruk dari disorientasi hidup adalah menjadikan Tuhan alat dari pencapaian hal-hal yang sementara.

 

  Itulah yang Tuhan Yesus tegur dari orang banyak yang mencari Dia. Orang banyak itu mencari Dia karena mereka pernah dikenyangkan oleh-Nya. Mereka melihat Dia sebagai Pribadi yang akan memenuhi kebutuhan hidup mereka, dan bukan sebagai sumber hidup itu sendiri! Itu berarti mereka melakukan dua kesalahan fatal. Pertama, mereka tidak dapat melihat tanda ke-llahi-an Tuhan Yesus di balik tindakan mukjizat-Nya. Itu sebabnya mereka tidak dapat menikmati anugerah Allah di dalam Kristus karena mereka tidak memiliki pengenalan yang benar akan Dia. Kedua, orientasi hidup mereka hanyalah sebatas indera manusiawi mereka. Bagi mereka makanan yang mengenyangkan adalah segala-galanya. Padahal makanan jasmani bersifat sementara. Hidup yang puas dengan hal-hal sementara seperti makanan jasmani itu, tidak akan bermakna lebih daripada hidup binatang atau tumbuhan. Maka

Tuhan Yesus mengajarkan

bahwa hidup itu lebih dari

sekadar dimensi jasmani. Hidup memiliki dimensi rohani yang memerlukan makanan rohani pula, agar hidup terpuaskan. Dan makanan rohani itu hanya dapat diberikan oleh sumber hidup itu sendiri, yaitu Allah Bapa. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus ingin agar mereka mencari Dia, Sumber hidup kekal itu. Tuhan Yesus berkata, “Bekerjalah… untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal… ” (27). Oleh karena itu, orientasikan hidup Anda untuk hal-hal rohani yang akan memuaskan dahaga jiwa Anda, karena hal-hal itulah yang dikehendaki Allah bagi hidup Anda dan hal-hal itu pula yang benar-benar akan memuaskan hidup Anda.

 

  _Camkan: Apa gunanya kita kenyang secara jasmani, sementara rohani kita merana kelaparan?_

  

Sumber : _Santapan Harian Gemass edisi Injil Yohanes_

https://www.su-indonesia.org 

~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan besok* : Yohanes 6: 28-40 – _Roti Hidup_

πŸ“– *GEMASSplus LEKSIONARI*

Tahun C

Minggu Biasa-15

*Minggu, 25 September 2022*

~~~~~~~~~~~~~~~

MENYEMAI KEPEDULIAN,

MEMUPUK KEADILAN

~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan hari ini:*

Amos 6:1-7

Mazmur 146

1Timotius 6:6-19

Lukas 16:19-31

 

_Tersedia dalam apps GKI Layur_

Https://bit.ly/GKILayurApps

~~~~~~~~~~~~~~~

SELAMAT HARI MINGGU,

SELAMAT BERIBADAH

 

*Amos 6:1-7* 

Teguran Allah mengaum keras bagaikan singa yang ditujukan kepada para pemimpin umat atau orang-orang berkuasa di Israel atas orang lemah dan miskin. Di tengah-tengah krisis bangsa, mereka malah larut dalam kehidupan gemerlap karena telah dibutakan oleh kekayaan hasil rampasan dan penindasan terhadap orang-orang lemah, serta memutarbalikkan keadilan. Seruan penghukuman Allah juga menegaskan bahwa ibadah yang disertai dengan kehidupan mewah yang berlumur dosa takkan mencegah datangnya penghukuman dari-Nya. 

Tindakan penghukuman Allah untuk bangsa Israel menjadi peringatan keras bagi kita, umat Allah di masa kini. Tidak jarang, kita merasa kuat dan mampu melakukan segala sesuatu tanpa Allah. Harta dan kedudukan yang mungkin saat ini kita miliki, seharusnya kita pakai untuk menjadi saluran berkat sekaligus menjawab panggilan kita sebagai garam dan terang.

 

*Mazmur 146*

Bagi Pemazmur, setinggi apa pun kedudukan dan kuasa yang dimiliki seseorang, ia tetap manusia biasa dan tidak akan pernah menjadi Allah, karena kekuasaan manusia tidak pernah memberi hidup. Tuhanlah yang memberi kita hidup. Penyelamatan Allah yang dikatakan Pemazmur dalam pasal ini adalah wujud kepedulian Allah terhadap mereka yang tertindas karena ketidakadilan, dan yang lemah seperti anak-anak yatim, janda-janda, serta orang asing. Allah sungguh peduli terhadap penderitaan fisik dan mental manusia. 

Karena itu, berhentilah berharap kepada manusia. Hanya satu saja yang patut kita andalkan. Dia adalah Tuhan, Raja yang berdaulat atas seluruh ciptaan.

 

▢️ Mazmur 146 – Maria Netta | YKB TV

https://youtu.be/lrMAS-xV3ps

 

*1Timotius 6:6-19*

Dalam perikop ini, Paulus memberikan gambaran tentang arti ibadah yang benar. Ibadah, yang maknanya lebih menunjuk pada cara hidup Kristen yang berdasarkan perkataan Tuhan Yesus dan ajaran yang benar, memberi keuntungan yang besar bila disertai rasa cukup. Ibadah memang memberi keuntungan besar, yakni keuntungan rohani. Karena itu, Paulus mengingatkan Timotius dan jemaat Efesus agar setia dalam pengajaran firman dan mencukupkan diri dalam segala perkara. Yang harus kita waspadai adalah cinta uang yang merupakan akar segala kejahatan. Ingatlah akan dosa Akhan dan Yudas yang menyimpang dari iman dan jatuh dalam berbagai duka akibat cinta akan uang.

 

*Lukas 16:19-31*

Orang Farisi selalu merasa lebih baik dari orang lain. Mereka adalah pemimpin agama yang selalu ada di rumah ibadah dan mempelajari hukum Taurat, serta kitab nabi-nabi. Mereka menyangka akan masuk surga karena hal-hal tersebut. Oleh sebab itu, Yesus membuka mata mereka melalui perumpamaan orang kaya dan Lazarus. Kesalahan utama si orang kaya adalah ia tidak pernah serius terhadap kebenaran firman Tuhan. Hukum Taurat mengajarkan: … kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Namun, ia tidak pernah menunjukkan belas kasihannya kepada Lazarus. Hati si orang kaya yang beku membuatnya tidak peka akan kebutuhan orang di sekelilingnya. Hati yang beku hanya dimiliki oleh orang yang hidupnya dikuasai oleh diri sendiri dan kesenangannya, yaitu hidup yang hanya mementingkan diri sendiri. 

Yesus mengajarkan bahwa sikap kita terhadap kekayaan akan diperhitungkan Allah dan mendatangkan ganjaran di akhir hidup. Karena itu, jangan menjadikan kekayaan sebagai tuan yang memperbudak kita sehingga kita tidak melakukan kehendak Allah untuk menolong orang lain. Jadikanlah kekayaan sebagai saluran berkat bagi sesama.

 

Renungan pelengkap:

https://www.ykb-wasiat.org/wasiat

 

https://youtu.be/kYIZvQc6JRY

~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan besok:*

Mazmur 62

Amos 6:8-14

Wahyu 3:14-22