Gemass 24 September 2022

*Sabtu, 24 September 2022* 

~~~~~~~~~~~~~~~~

πŸ“– *GEMASSreguler 2022* – FIRMAN UNTUK SEMUA 

_Tersedia dalam apps GKI Layur_

http://bit.ly/GKILayurApps

~~~~~~~~~~~~~~~~

 

πŸ—“ *Hari 251*

*Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH*    

*Bacaan hari ini:* Markus 3-4

*Ungkapan doa* : Mazmur 96 

~~~~~~~~~~~~~~~~

 

*ALKITAB SUARA*

🎧 GEMASS – Hari 251

https://drive.google.com/folderview?id=10mUT_guwuRDuQMJxOoqEoWylfMOEdogR

 

β–Ά Video Injil Menurut MARKUS – Bible Project Indonesia 

thebibleproject.com 

Saksikan :

https://youtu.be/W4d66PubwT0

 

🌟 *Markus 4:20* (TB)

_Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”_

 

πŸ’‘ Firman Allah dapat ditaburkan kepada bermacam-macam orang. Namun, hasilnya akan berbeda tergantung pada kualitas hati orang yang mendengarkan Firman itu. Mendengar Firman Tuhan serta menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan, itulah sikap yang Tuhan kehendaki.

 

πŸ™ *Doa*:

Ya Tuhan, bentuklah aku untuk memiliki sikap hati yang benar untuk menerima firman-Mu karena firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Amin.

~~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan besok* : Markus 5-6

*Ungkapan doa* : Mazmur 97

*Sabtu, 24 September 2022*
~~~~~~~~~~~~~~~
πŸ“– *GEMASSplus SH KITAB – 2022*
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi *INJIL YOHANES*

Bacaan hari ini : *Yohanes 6:16-21*
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~~~~~~~~~~~

*PENYERTAAN ILAHI*

Orang yang dekat dengan kita dalam kehidupan sehari-hari tidak serta-merta mengenal isi hati dan pikiran kita. Kendati dekat secara jasmani terkadang tetap terjadi pemahaman yang tak tepat.

Itu mungkin yang terjadi pada para murid, yang menyaksikan dari dekat kuasa Ilahi Tuhan Yesus. Mereka menyaksikan perbuatan baik Tuhan Yesus yang mengubah air menjadi anggur, sehingga menghindarkan mempelai dan keluarganya dari aib (Yoh.2:1-12). Mereka juga melihat Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit dan mengenyangkan orang banyak. Hal-hal ajaib itu mungkin membuat para murid berpikiran sama dengan orang banyak yang hendak menjadikan Dia raja. Itu sebabnya, Tuhan Yesus sengaja mengutus terlebih dahulu para murid ke seberang danau (lihat Mat. 14:22) supaya la dapat berdoa (23). Mungkin sekali Tuhan Yesus mendoakan para murid agar mengerti misi-Nya dengan benar dan tidak dikacaukan dengan pengharapan orang banyak tersebut.

Dilepaskan sendirian dalam perahu di tengah-tengah danau yang sedang bergelora membuat para murid menjadi ketakutan melihat sosok Yesus yang belum mereka kenali (Yoh. 6:19). Ini adalah suatu proses pembelajaran bagi para murid agar mereka tidak terjebak melihat Dia semata-mata sebagai jaminan terpenuhinya semua kebutuhan hidup mereka. Sapaan Tuhan Yesus, “Aku ini…” (Ego eimi) adalah pernyataan janji Ilahi akan kehadiran-Nya senantiasa dalam hidup para murid-Nya. Oleh karena itu, dalam situasi apa pun para murid tidak perlu takut karena kehadiran Tuhan Yesus adalah kehadiran Allah pemilik hidup dan alam semesta ini. Di mana pun mereka berada di dunia ini, Tuhan Yesus akan senantiasa menyertai mereka.

Janji penyertaan-Nya ini seharusnya membuat kita berani menghadapi tantangan apa pun dengan tetap setia. Hayati kehadiran-Nya dengan hidup kudus dan bersaksi.

Sumber : _Santapan Harian Gemass edisi Injil Yohanes_
https://www.su-indonesia.org
~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan besok* : Yohanes 6:22-27 – _Orientasi hidup_

πŸ“– *GEMASSplus LEKSIONARI*

Tahun C

Minggu Biasa-14 

*Sabtu, 24 September 2022*

~~~~~~~~~~~~~~~

MENYEMAI KEPEDULIAN,

MEMUPUK KEADILAN

~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan hari ini:*

Mazmur 146

Amsal 28:11-28

Lukas 9:43-48

 

_Tersedia dalam apps GKI Layur_

Https://bit.ly/GKILayurApps

~~~~~~~~~~~~~~~

Bacaan hari ini, mempersiapkan kita untuk bacaan pada hari Minggu, 25 September 2022.

 

*Mazmur 146*

Ajakan untuk memuji Tuhan selama-lamanya sangatlah tepat. Karena memang tiada kebahagiaan yang lebih besar bagi kita yang berharap hanya pada Tuhan. Allah Sang pencipta, yang pasti memberikan pertolongan disaat yang tepat. Allah yang menegakkan keadilan bagi orang yang tertindas. Yang memenuhi segala kebutuhan, juga memulihkan semua keterpurukan kita. 

Saat ini kita mungkin sedang menghadapi situasi sulit karena ketidakadilan. Harapan kita pada sesama manusia hanya menghasilkan kekecewaaan. Percayalah Tuhan setia menjaga kita. Tetaplah hidup benar di hadapan-Nya, karena TUHAN itu adalah Raja untuk selama-lamanya.

 

🎢 Mazmur 146

https://www.juswantori.com/Mazmur/146/

 

*Amsal 28:11-28*

Pemimpin yang baik tidak mampu melihat apalagi menindas orang lain, dia membenci kecurangan (ay.16). Hakim yang benar berlaku adil kepada semua orang, dia takut berlaku curang hanya untuk mendapatkan uang (ay.21). 

Kepedulian kepada sesama membuat kita tidak hanya memperhatikan kebutuhannya tapi juga berani menegur dengan hikmat Tuhan, kesalahan orang lain agar hidupnya lebih baik (ayt.23). Mengalah untuk mencegah pertengkaran jauh lebih baik karena Tuhan pasti akan memberikan apa yang memang menjadi bagian kita (ay.25). Orang yang baik tidak menutup mata terhadap kemiskinan. Ia peduli dan akan memberi dalam kemampuannya karena ia tahu Tuhan akan mencukupkan kebutuhannya (ay. 27).

Kepedulian dan keadilan adalah dua hal tidak dapat dipisahkan. Mereka berjalan seiring bersama dalam kehidupan ini. Marilah kita terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama yang

menderita dan mau memperjuangkan keadilan.

 

*Lukas 9:43-48*

Kembali Yesus menyampaikan tentang penderitaan yang harus dialami-Nya. Tetapi para murid tidak memahami hal itu, karena tidak sesuai dengan pengertian mereka.  

Melalui seorang anak kecil Yesus memberi pengajaran kepada kita arti kesederhanaan dan kerendahan hati. Kehormatan terbesar yang dapat dicapai seseorang di dunia ini, adalah ketika ia diterima oleh manusia sebagai utusan Allah; dan agar Allah dan Yesus juga diterima dan disambut melaluinya. 

Artinya orang yang β€œbesar” dalam Kerajaan Allah adalah mereka yang dengan segala kerendahan hati melakukan teladan Kristus yang mau peduli dan memperhatikan kebutuhan orang kecil dan setia melakukan perkara-perkara kecil yang justru melalui semua itu orang akan melihat dan menerima kasih Bapa melalui Kristus.

 

Renungan pelengkap:

https://www.ykb-wasiat.org/wasiat

 

https://youtu.be/Q2Mj8PdqRrg

~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan besok:*

Amos 6:1-7

Mazmur 146

1Timotius 6:6-19

Lukas 16:19-31