Gemass 23 Februari 2021

[24:00, 2/23/2021] Tim Gemass GKI Layur Dina: ~~~~~~
📖 GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
🗓 Hari 37
Bagian 4 : PERJANJIAN DI GUNUNG SINAI
Bacaan hari ini: Imamat 21-23
Ungkapan doa: Mazmur 37
~~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 37
https://drive.google.com/folderview?id=14rmfycKOzyO03dBIn5by8VUc-0gMw–k

🌟 Imamat 22:32-33 (TB)
Janganlah melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus, supaya Aku dikuduskan di tengah-tengah orang Israel, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allahmu; Akulah TUHAN.”

💡 Alasan umat Israel harus menjaga hidup kudus adalah karena Tuhan sudah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, tanah perbudakan. Demikian juga seharusnya yang menjadi motif kita hidup kudus dan taat kepada Firman Allah, bukan supaya dapat pahala, tapi karena kita sudah dibebaskan dari perbudakan dosa.

🙏 Doa:
Tuhan, aku mau taat pada Firman-Mu. Inilah ungkapan syukurku, karena Engkau telah membebaskanku dari belenggu dosa. Amin!
~~~~~~
Bacaan besok: Imamat 24-25
Ungkapan doa: Mazmur 38
[24:05, 2/23/2021] Tim Gemass GKI Layur Dina: Selasa, 23 Februari 2021
~~~~~~
📖 GEMASSplus SH KITAB – 2021
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB BILANGAN

Bacaan hari ini : Bilangan 13:21-29
Doa ⇒ Baca ⇒ Renungkan ⇒ Bandingkan ⇒ Doa
~~~~~~

BUKAN TIDAK MUNGKIN

Setelah mengintai Tanah Kanaan selama 40 hari, tiba saatnya kedua belas pengintai Israel memberikan laporan pertanggungjawabannya. Hasil pengintaian itu disampaikan secara terbuka kepada Musa, Harun, dan seluruh bangsa Israel (25-26).

Sesuai perintah Musa, mereka membawa hasil bumi sebagai bukti bahwa Tanah Kanaan yang dijanjikan Tuhan memang subur dan makmur. Hal ini tampak dari hasil bumi yang bagus. Contohnya, suatu cabang dengan setandan buah anggur harus dipikul oleh dua orang (23). Selain hasil pertanian, susu dan madu sangat melimpah di sana (27). Apa yang dilihat oleh mereka sama seperti yang dikatakan Tuhan kepada bangsa Israel sebelumnya (lih. Kel. 3:8, 17). Betapa indahnya gambaran tanah yang akan menjadi milik mereka kelak. Bukan tidak mungkin muncul harapan bagi bangsa Israel untuk segera memasuki, menaklukkan, dan mendiami seluruh wilayah tersebut.

Sayangnya, laporan yang memberikan pengharapan itu dengan seketika dihancurkan oleh cerita bahwa orang-orang yang tinggal di Tanah Kanaan sangat kuat dan perawakan mereka seperti raksasa. Lagi pula kota-kotanya pun berkubu (28-29). Melihat kondisi itu, mustahil bagi bangsa Israel dapat menaklukkan penduduk Kanaan. Mereka lupa bahwa Tuhan berjanji untuk memberikan Tanah Kanaan kepada bangsa pilihan-Nya. Sebaliknya, sepuluh pengintai beranggapan bahwa orang kuat dan kota berkubu sebagai penghalang besar yang mustahil dapat disingkirkan. Mereka tidak mampu melihat dari kaca mata iman bahwa rintangan tersebut merupakan kesempatan melihat bagaimana Allah menggenapi janji-Nya kepada Israel.

Renungkan: Kisah para pengintai ini mungkin saja mencerminkan keimanan kita saat menghadapi pelbagai kesulitan. Karena kita melihat halangan sebagai gunung tinggi yang tidak mungkin didaki dan dilampaui sehingga membuat iman kita kepada Allah terkikis. Akibatnya, keluhan dan putus asa mewarnai hidup kita. Bercermin dari kisah ini, kiranya kita belajar mengingat dan percaya pada janji Allah serta tetap teguh dalam iman.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Bilangan
https://www.su-indonesia.org
~~~~~~
Bacaan besok : Bilangan 13:30-33 – Perspektif Iman
[24:06, 2/23/2021] Tim Gemass GKI Layur Dina: 📖 GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun B
Prapaskah I
Selasa, 23 Februari 2021
~~~~~~
KASIH SETIA ALLAH KEPADA CIPTAAN-NYA

Bacaan hari ini:
Mazmur 77
Ayub 5:8-27
1 Petrus 3:8-18
~~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 21 Februari 2021.

Mazmur 77
Ada kalanya kita mengalami krisis dalam hidup. Kita merasakan seolah Tuhan diam saja, tidak berbuat apa-apa, tidak peduli, dan meninggalkan kita. Kita terpaku pada krisis dan terjebak di dalamnya. Saat itu terjadi, mari kita belajar dari pemazmur yang mengalihkan perhatian dan fokus pada apa yang telah perbuat di masa lampau. Perlahan ia mengingat segala kebaikan dan kuasa Tuhan yang telah memimpin perjalanan bangsanya dengan luar biasa. Kuasa yang sama juga akan memampukannya melewati masa krisis. Mari fokuskan diri pada berkat-berkat Tuhan yang masih kita terima dan nikmati di masa kini maupun masa lampau.

Renungan pelengkap :

DEVOTION

Ayub 5:8-27
Hal-hal yang dikemukakan Elifas memang benar. Namun ia salah jika menerapkan itu kepada Ayub. Kesalahan Elifas adalah menganggap bahwa Ayub punya salah, sedang dididik Tuhan, serta meminta Ayub mengakui dan bertobat. Padahal Ayub memang tidak melakukan kesalahan dan sedang dicobai Iblis atas ijin Tuhan. Mari berhati-hati dan tidak mudah mengatakan dan menuduh orang lain berbuat dosa.

1 Petrus 3:8-18
Petrus menasihati jemaatnya yang menderita bukan karena kesalahan sendiri melainkan karena sedang melakukan kehendak Allah atau melakukan kebaikan. Petrus meminta supaya mereka tetap bertahan dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan membalasnya dengan kebaikan. Mereka diminta untuk tetap menguduskan Tuhan dan siap sedia segala waktu untuk mempertanggungjawabkan pengharapan dalam Kristus dengan hati nurani yang murni, dengan lemah lembut dan hormat. Wuiiihh…susah juga ya…tetapi dengan pertolongan Roh Kudus dan kesediaan dan kesiapan untuk belajar kita pasti bisa.
~~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 77
Amsal 30:1-9
Matius 4:1-11