Gemass 22 September 2022

*Kamis, 22 September 2022*

~~~~~~~~~~~~~~~~

πŸ“– *GEMASSreguler 2022* – FIRMAN UNTUK SEMUA 

_Tersedia dalam apps GKI Layur_

http://bit.ly/GKILayurApps

~~~~~~~~~~~~~~~~

 

πŸ—“ *Hari 249*

*Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH*    

*Bacaan hari ini:* Matius 27-28

*Ungkapan doa* : Mazmur 94 

~~~~~~~~~~~~~~~~

 

*ALKITAB SUARA*

🎧 GEMASS – Hari 249

https://drive.google.com/folderview?id=10Fsppp7NAzR0w2VlmelT6LzT5Ai4e2rZ

 

β–ΆVideo Tema : *INJIL KERAJAAN ALLAH* 

Bible Project INDONESIA 

thebibleproject.com 

Saksikan :

https://youtu.be/JttpF1Tmd3Q

 

🌟 *Matius 28:6* (TB)  

_Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring._

 

πŸ’‘ Kebangkitan Yesus memberi pengharapan yang pasti dan kabar sukacita ini harus kita beritakan kepada dunia; sudahkah kita melakukannya?

 

πŸ™ *Doa:*

Ya Tuhan, mampukan saya untuk menjadi pewarta-Mu saja. Amin.

~~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan besok* : Markus 1-2

*Ungkapan doa* : Mazmur 95

*Kamis, 22 September 2022*

~~~~~~~~~~~~~~~

πŸ“– *GEMASSplus SH KITAB – 2022*

Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi *INJIL YOHANES* 

 

Bacaan hari ini : *Yohanes 5:30-47*

Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa

~~~~~~~~~~~~~~~

 

*KESAKSIAN DARI ATAS* 

 

  Hukum Taurat mengajarkan bahwa dakwaan di pengadilan hanya sah kalau didukung oleh dua saksi yang dapat dipercaya (UI. 17:6). Dengan mengacu kepada lebih banyak saksi yang menguatkan kesaksian-Nya, Tuhan Yesus meneguhkan otoritas-Nya dan menyalahkan para pemimpin Yahudi yang mempersalahkan Dia. 

 

  Pertama, Tuhan Yesus menyatakan bahwa pekerjaan-pekerjaan-Nya merupakan saksi bahwa Dia melayani berdasarkan kehendak Allah Bapa (Yoh. 5:30, 36). Kedua, Yohanes Pembaptis adalah saksi manusia yang dengan jelas dan lantang menunjuk Tuhan Yesus sebagai penebus dosa manusia (lihat pasal 1:29). Ketiga, kesaksian Allah Bapa jauh lebih penting (ayat 5:37; lihat Mat. 3:17; 17:5) karena Dialah yang mengutus Tuhan Yesus untuk menggenapi rencana keselamatan-Nya. Firman Allah di zaman Perjanjian

Lama (Yoh. 5:39) dan kitab-kitab Taurat Musa (46) yang memberi kesaksian bahwa Kristus akan datang sebagai Juruselamat manusia makin melengkapi kesaksian Ilahi tersebut. Di

sini terjadi suatu ironi. Para pemimpin Yahudi ini menerima Perjanjian Lama sebagai firman Allah dan percaya kepada Musa sebagai penegak agama Yahudi mereka, tetapi mereka menolak kesaksian Musa dan Perjanjian Lama mengenai Kristus. Masalahnya bukan pada kredibilitas saksi-saksi tersebut melainkan pada sikap hati yang pada dasarnya menolak percaya kepada Allah (38). Seseorang yang tidak percaya kepada Allah tidak memiliki kasih akan Allah (42) dan dengan sendirinya menolak hidup yang ditawarkan Allah (40).

 

  Bagi kita orang percaya

masa kini, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru adalah kesaksian yang nyata dan hidup mengenai hidup, pengajaran, dan karya penyelamatan Tuhan Yesus yang melengkapi semua saksi yang ada lebih dahulu (Perjanjian Lama). Jadi, tidak perlu lagi orang meragukan kebenaran Yesus saat akan

memercayai Dia.

 

  _Renungkan: Hanya ada satu cara untuk meyakinkan orang lain bahwa Kristus adalah Juruselamat satu-satunya, yaitu melalui hidup kita yang sudah diubahkan-Nya!_

 

Sumber : _Santapan Harian Gemass edisi Injil Yohanes_

https://www.su-indonesia.org 

~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan besok* : Yohanes 6:1-15 – _Kepedulian Ilahi_

πŸ“– *GEMASSplus LEKSIONARI*

Tahun C

Minggu Biasa-14 

*Kamis, 22 September 2022*

~~~~~~~~~~~~~~~

MENYEMAI KEPEDULIAN,

MEMUPUK KEADILAN

~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan hari ini:*

Mazmur 146

Amsal 22:2-16

2Korintus 8:8-15

 

_Tersedia dalam apps GKI Layur_

Https://bit.ly/GKILayurApps

~~~~~~~~~~~~~~~

Bacaan hari ini, mempersiapkan kita untuk bacaan pada hari Minggu, 25 September 2022.

 

*Mazmur 146*

Pemazmur menyebutkan banyak cara Tuhan menunjukkan kebaikan dan belas kasihan-Nya kepada umat-Nya. Percaya pada manusia adalah sia-sia, tetapi percaya pada Allah yang benar dan hidup adalah jalan berkat. Bagaimana kita tahu bahwa masuk akal untuk percaya kepada Tuhan? Jawaban: Tuhan telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya! Dia benar-benar Tuhan, dan karenanya, semua harapan dan kepercayaan kepada-Nya telah sah sepenuhnya. Sebagai Tuhan yang sejati, Dia sendiri yang mampu menegakkan keadilan bagi yang tertindas, memberi makanan kepada yang lapar, membebaskan para tawanan, mencelikkan mata orang buta, mengangkat orang yang tertunduk dan mengawasi orang asing, janda, anak yatim. Dalam setiap belas kasihan ini, Tuhan menunjukkan kemurahan-Nya. Dan sebagai Tuhan, Dia sendiri yang memerintah atas setiap dan semua generasi. Jadi, biarlah semua orang, setiap saat, memuji Tuhan! Dalam kehadiran Putra-Nya Yesus Kristus, Allah kita telah membuat pernyataan kasih karunia yang paling penuh dan terbesar Dia tunjukkan selama berabad-abad, sebagaimana tercermin dalam mazmur ini.

 

🎢 Mazmur 146

https://www.juswantori.com/Mazmur/146/

 

*Amsal 22:2-16*

Dasar dari hikmat adalah kerendahan hati di hadapan Allah dan sesama. Hikmat Tuhan selalu melibatkan kerendahan hati, belajar dan berjuang bergantung kepada Tuhan untuk semua yang kita butuhkan, dan menghargai Dia dengan segala yang kita miliki. Kerendahan hati adalah kunci untuk segala sesuatu yang kita inginkan dalam niat terdalam kita. Penghormatan kepada Tuhan mengubah fokus, cara pandang dan tujuan kita menggunakan apa yang kita miliki – harta kekayaan, prestasi, jabatan, pengetahuan, menjadi hal yang dipakai untuk menyenangkan Tuhan bukan untuk menindas orang lain. Prestasi dan hak istimewa kita sendiri menjadi kurang berarti, karena telah digantikan dengan rasa membutuhkan yang membawa kita lebih dekat kepada Tuhan dan kekuatan-Nya.

 

*2Korintus 8:8-15*

Jemaat Korintus yang awalnya bersemangat mendukung rekan-rekan Kristen dalam kebutuhan keuangan mereka, sekarang kehilangan keinginan untuk memberi dengan murah hati. Paulus tahu jemaat Korintus membutuhkan motivasi yang lebih dalam, sehingga Paulus membawa kembali kepada Injil. Kristus tidak hanya memberikan sepersepuluh dari dirinya sendiri, tetapi semua kekayaannya. Dia memeluk kemiskinan agar kita menjadi kaya (ay. 8:9). Tindakan radikal dari pemberian diri Kristus yang total, adalah satu-satunya hal yang dapat secara konsisten menggerakkan kita untuk memberi melebihi batas minimum. Intinya, jika kita tidak ingin menanggapi kasih karunia Tuhan dengan pengorbanan, maka kita belum sepenuhnya memahami sifat Injil. Jawaban atas masalah motivasi kita bukanlah ketaatan pada perintah baru tetapi pengetahuan dan pengalaman yang lebih mendalam tentang pemberian diri Kristus yang luar biasa. Jika kita mengerti bahwa semua yang kita miliki adalah akibat langsung dari apa yang telah diberikan Kristus kepada kita, kita akan tergerak untuk memberi dari kelimpahan kita, untuk memikul beban orang lain, dan untuk mencari keadilan dan kesetaraan.

 

Renungan pelengkap:

https://www.ykb-wasiat.org/wasiat

 

https://youtu.be/FzeuuE2sBsE

~~~~~~~~~~~~~~~

*Bacaan besok:*

Mazmur 146

Amsal 28:3-10

Efesus 2:1-10