Gemass 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 126
Bagian 8 : NABI-NABI SEBELUM MASA PEMBUANGAN
Bacaan hari ini : Yesaya 65-66
Ungkapan doa : Mazmur 121
~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 126
https://drive.google.com/folderview?id=11qTMt1xq1JBLwWlyF5ZzqwLwolh5vnDo

🌟 Yesaya 65:1 (TB)
Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.

πŸ’‘ Allah sungguh kesal kepada umat-Nya yang memberontak. Namun yang menarik, justru pada saat umat-Nya masih dalam keadaan bebal dan tidak peka rohani, Allah telah mengulurkan tangan kasih-Nya untuk menyelamatkan mereka. Allah sungguh penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia. Anugerah-Nya sungguh ajaib dan luar biasa.

πŸ™ Doa:
Bapa di Sorga, aku sungguh malu akan segala dosaku. Ampunilah aku akan kekerasan hatiku dan dosa-dosaku. Terimakasih atas kasih dan anugerah-Mu yang ajaib. Amin.
~~~~~~
Bacaan besok : Hosea 1-5
Ungkapan doa : Mazmur 122

Minggu, 22 Mei 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 RAJA-RAJA

Bacaan hari ini : 2 Raja-Raja 4:1-7
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~

HAMBA TUHAN BAGI SEMUA ORANG

Tidak mudah bagi seseorang untuk menjaga diri tetap rendah hati, apalagi ketika ia sedang populer. Kecenderungan untuk memegahkan diri dan merendahkan orang lain. adalah godaan besar baginya. Apalagi bila pergaulannya di kalangan elit, sulit baginya memberi perhatian kepada orang kecil.

Nama Elisa makin populer di Israel. Ia dianggap sebagai pemimpin para nabi di Israel. Ia adalah hamba Allah yang dikenal dan dihormati di kalangan raja. Namun, Elisa tidak menjadi sombong. Ia tetap dapat didekati oleh orang-orang kecil seperti janda miskin dari kelompok para nabi ini. Kepedulian Elisa itu nampak pada sikapnya yang memberi perhatian khusus terhadap masalah janda tersebut. Pertama, ia menyediakan waktu untuk mendengarkan keluhan janda ini (1). Kedua, ia tidak sekadar memberi pertolongan, tetapi mencoba mengerti situasi dan kondisi si janda itu (2). Tujuan sikap Elisa adalah supaya ia dapat memberikan pertolongan yang tepat sasaran, sekaligus mendorong si janda untuk memanfaatkan apa yang masih ada padanya (3-4). Pertolongan yang dilakukan Elisa kepada janda itu bersifat memberikan kail dan bukan sekadar menyediakan ikan. Ketiga, pertolongan yang diberikan Elisa tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi untuk mendatangkan masa depan yang lebih baik (7).

Kepedulian seperti yang diteladani Elisa, kini sulit ditemui. Banyak hamba Tuhan yang melayani dengan motivasi kepentingan diri sendiri. Kalau yang mengundang gereja besar atau persekutuan orang-orang berada, acara apapun bisa dibatalkan demi memenuhi undangan itu. Akan tetapi, siapa yang peduli kepada jemaat kecil.

Renungkan: Orang yang sudah mengalami anugerah Tuhan tidak mungkin menutup mata terhadap mereka yang membutuhkannya.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Raja-raja
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok : 2 Raja-Raja 4:8-44 – Peka terhadap Kebutuhan Orang Lain

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Paskah VI
Minggu, 22 Mei 2022
~~~~~
WARISAN DAMAI SEJAHTERA
~~~~~
Bacaan hari ini:
Kisah Para Rasul 16:9-15
Mazmur 67
Wahyu 21:10,22-22:5
Yohanes 14:23-29

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT BERIBADAH

Kisah Para Rasul 16:9-15
Apa perbedaan antara pola pelayanan Kristen dengan pola yang ada di dunia?
Perbedaannya antara lain, organisasi atau perusahaan melakukan aktivitasnya berdasarkan aturan yang sudah baku, sedangkan pelayanan Kristen berdasarkan pada visi dan pimpinan Roh Kudus.
Berdasarkan bagian Alkitab ini, kita mendapatkan urutan prinsip pelayanan Kristen, yakni visi, manusia, organisasi, dan seterusnya (fasilitas, dana).
Tidak jarang, kita membalik urutan perencanaan pekerjaan Tuhan berdasarkan dana, fasilitas, atau organisasi lebih dahulu.
Padahal, yang pertama harus ada adalah visi Tuhan.
Pada perikop ini, Roh Kudus memimpin pelayanan Paulus dan Silas dari kota ke kota. Di Listra, Paulus merekrut Timotius sebagai rekan kerjanya.
Melalui pelayanan mereka, jemaat semakin diteguhkan dalam iman dan bertambah banyak jumlahnya. Ini semua karena kepekaan dan ketaatan Paulus beserta rekan-rekannya akan pimpinan Roh Kudus.
Ketika Roh Kudus memberikan visi baru, mereka taat meskipun belum sepenuhnya mengerti. Roh Kudus mencegah mereka masuk ke Asia, sebaliknya, mengarahkan mereka ke daratan Eropa hingga sampai ke Roma yang adalah pintu gerbang menuju ke seluruh dunia. Dengan demikian, ketaatan ini menggenapi nubuat Yesus untuk menjadi saksi-Nya sampai ke ujung bumi.
Gereja masa kini harus tetap taat pada visi Tuhan untuk mengabarkan Injil, karena visi-Nya tidak pernah berubah.
Apakah gereja kita masih setia menjalankan visi-Nya?
 
Mazmur 67
Berkat-berkat Tuhan yang melimpah tanpa disertai pemahaman iman yang tepat tentang misi Allah bagi dunia, dapat menjadi jerat yang membahayakan kehidupan rohani kita. Salah satunya yakni, ketika kita hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan hidup, sehingga tidak memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap dunia di luar kita.
Efek samping dari berkat-berkat inilah yang coba dihindarkan dari bangsa Israel melalui Mazmur 67 ini.
Mazmur ini merupakan nyanyian syukur atas segala berkat Allah yang diberikan kepada bangsa Israel pada perayaan panen raya.
Pada perayaan ini, mereka berkumpul dari seluruh wilayah untuk bersyukur dan berdoa, memohon agar berkat yang mereka terima dapat menghasilkan dampak yang lebih besar kepada bangsa-bangsa lain.
Salah satu pesan dari Mazmur ini yakni, tujuan dari berkat adalah agar keselamatan dan jalan Tuhan diperkenalkan kepada segala bangsa di muka bumi, sehingga bangsa-bangsa bersyukur kepada Allah.
Dengan kata lain, melalui Mazmur ini, bangsa Israel senantiasa diingatkan akan panggilannya untuk menjadi berkat melalui berkat yang Allah berikan kepada mereka.
Sudahkah kita menjadi berkat bagi mereka yang belum mengenal Tuhan?

▢️ Mazmur 67 – Kolinda Marta Nauli – GKI Raya Hankam https://youtu.be/4U1sF_rQa3M

Wahyu 21:10,22-22:5
Di masa lampau, Yerusalem dan Bait Allah pernah disalah mengerti dan disalahgunakan. Yerusalem dan Bait Allah menjadi berhala yang menjerat umat Tuhan, yang merasa diri umat yang kudus, sementara perilaku mereka diwarnai dosa. Di mulut dan secara ritual mereka mengakui Allah sebagai Raja, tetapi perilaku mereka mengkhianati-Nya dengan menyembah ilah lain.
Namun, di bumi yang baru, Yerusalem baru ialah pusat pemerintahan Allah atas seluruh umat-Nya tanpa memerlukan Bait Allah.
Bait Allah tidak diperlukan lagi karena setiap orang bisa menyembah Allah secara langsung, tidak perlu memakai sarana atau perantara apa pun.
Sang Anak Dombalah Perantara sejati kepada Allah Bapa.
Di samping itu. Taman Eden yang lama, di mana manusia bekerja mengelolanya, dan beribadah serta bersekutu kepada Allah dari waktu ke waktu, digantikan dengan Taman Eden yang baru, di mana yang ada hanyalah ibadah dan bersama memerintah sebagai Raja.
Marilah selama waktu yang sudah sangat singkat ini, kita memberitakan K