Gemass 22 Januari 2022

~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
πŸ—“ Hari 6
Bagian 2 : JANJI ALLAH KEPADA ABRAHAM
Bacaan hari ini: Kejadian 19-21
Ungkapan doa: Mazmur 6
~~~~~

🎧 ALKITAB SUARA
GEMASS – Hari 6
https://drive.google.com/folderview?id=1uBYiuno0M1N1AhE96ihJ39xOR7WSAzmf

πŸ“š Eksposisi Kitab KEJADIAN
Oleh : Ibu Inawaty Teddy Th.M
https://drive.google.com/folderview?id=1QfhpritZ1ssLKADbpU9HVnv-GRlGz0tA

🌟 Kejadian 21:12
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham:” Janganlah sebal hatimu karena anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.

πŸ’‘ Kovenan yang besar yang telah dibuat Allah kepada Abraham mengenai hak istimewa keturunan adalah yang berasal dari Ishak. Baik Kristus maupun jemaat diturunkan dari Abraham melalui garis keturunan Ishak.

πŸ™ Doa:
Ya Tuhan, terima kasih untuk anugerah keselamatan melalui kelahiran dan pengorbanan Yesus Kristus bagiku. Rancangan-Mu begitu indah tak terselami. Amin
~~~~
Bacaan besok: Kejadian 22-24
Ungkapan doa: Mazmur 7
~~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi 1-2 SAMUEL

Bacaan hari ini : 1 Samuel 2:27-36
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa

HUKUMAN ALLAH

Hukuman pasti dijatuhkan pada orang – orang yang hidupnya menentang Allah. Ada tertulis, “Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah: (30b). Itulah inti nubuat dari abdi Allah untuk Eli dan keluarganya.

Dalam hal apa saja Eli dianggap menghina Allah?
Pertama, Eli membiarkan anak – anaknya melakukan perbuatan yang tidak menghormati Allah (22-25). Walau ia menegur, tetapi dirinya tidak memberikan sanksi dan disiplin atas kesalahan anak – anaknya. Lagi pula, ia tidak membereskan dosa – dosa anak – anaknya dengan serius. Kedua, ia sendiri ikut menikmati korupsi dan manipulasi yang anak – anaknya lakukan (29). Dengan kata lain, Eli lebih melindungi anak – anaknya daripada takut akan Tuhan.

Dahsyatnya hukuman Allah sungguh mengerikan. Kasih karunia Allah pada keluarga Eli ditarik kembali (30). Inilah akibat penyalahgunaan urapan Allah. Allah telah memilih keturunan Lewi, secara spesifik keturunan Harun, untuk menjadi imam di rumah Tuhan. Jabatan mulia ini diberikan oleh Tuhan sebagai anugerah dan kehormatan. Lalu, mengapa hukuman begitu keras terjadi pada keluarga Eli (31-36)?
Alasannya, kejatuhan pemimpin akan membawa dampak besar bagi pelayanan keimaman bangsa Israel. Makna rohani diselewengkan. Kurban tidak dilihat sebagai sarana kudus untuk menyembah Allah. Tanpa hukuman keras yang dijatuhkan kepada para pemimpin tersebut kemuliaan dan kekudusan – Nya akan dipandang remeh oleh umat. Namun, hukuman dahsyat diimbangi dengan belas kasih kepada umat – Nys karena Tuhan akan membangkitkan seorang imam yang memiliki hati takut akan Tuhan (35).

Renungkan: Janganlah kita bermain – main dengan pelayanan dan urapan Tuhan. Jadilah hamba – Nya yang dapat dipercaya, yang menghormati Tuhan dengan segala kesalehan dan kekudusan. Doakan juga para pemimpin rohani kita agar jangan tersandung pada dosa yang mengerikan ini.
~~~~~~
Bacaan besok:
1 Samuel 3:1-4:1a Konsekuensi Menjadi Nabi
Tahun C
Minggu ke-3 sesudah Epifani
Sabtu, 22 Januari 2022
~~~~
MEWARTAKAN TAHUN RAHMAT TUHAN
~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 19
Nehemia 5:1-13
Lukas 2:39-52

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu 23 Januari 2022  

Mazmur 19
Manusia mengenal Allah melalui wahyu umum dan wahyu khusus. Wahyu umum meliputi alam semesta dan hati nurani. Wahyu khusus melalui alkitab dan Yesus Kristus: Firman yang menjadi manusia. Setiap kali melihat alam semesta semestinya hati kita makin melihat dan merasakan kemuliaan Allah. Melalui wahyu khusus, kita mengenal isi hati Allah dan karakterNya. Mari periksa diri: apakah kita rindu mengenal Allah semakin dalam dan semakin dekat?

Nehemia 5:1-13
Pada pelaksanaan pembangunan tembok Yerusalem, terjadi praktek ketidakadilan ekonomi di antara orang Yahudi. Rakyat sebagai golongan miskin mengeluh karena ditindas oleh golongan kaya, para bangsawan dan pejabat yang telah membuat mereka terpaksa menggadaikan tanah dan rumah mereka, serta meminjam uang untuk membeli makanan. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu, golongan miskin dipaksa untuk menyerahkan anak-anak mereka menjadi budak agar mereka tidak mati kelaparan. 
Nehemia sangat marah dan menentang ketidakadilan ini. Kemarahan Nehemia menunjukkan bahwa ancaman yang sedang terjadi ini sangat serius dan dapat menimbulkan kehancuran yang fatal dalam masyarakat Yahudi.
Dia mendesak para penindas untuk bertobat dan memperbaiki diri. Penindas mematuhi Nehemia dan pembangunan dapat kembali berjalan. 
Seringkali yang mengancam misi Tuhan bukanlah orang lain tapi justru sesama diantara kita orang percaya. Hanya dengan tetap takut akan Tuhan, dan menyatakan kasih kepada sesama terutama sesama umat Allah kita dapat menyatakan kesetiaan kita dalam mewujudkan misi-Nya.

Lukas 2:39-52
Setiap manusia hidup mengalami pertumbuhan, begitu juga dengan Yesus. 
Selain bertumbuh secara fisik Yesus juga bertumbuh secara intelektual dan mental. Dikatakan bahwa Yesus bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. 
Diusia yang masih remaja Yesus mampu berdialog dengan para alim ulama di bait Allah, sehingga membuat orang-orang heran akan kecerdasan-Nya. Yesus bertumbuh secara rohani sehingga makin dikasihi oleh Allah, juga bertumbuh dalam relasi sosial yang baik dengan sesama sehingga Dia dikasihi juga oleh manusia.
Sebagai murid-Nya sudah seharusnya kita juga bertumbuh dalam segala hal seperti yang diteladankan Yesus supaya hidup kita semakin menyukakan hati Allah dan semakin menjadi berkat bagi sesama.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~
Bacaan besok:
Nehemia 8:1-3, 5-6, 8-10
Mazmur 19
1 Korintus 12:12-31a
Lukas 4:14-21