Gemass 21 Juli 2022

Kamis, 21 Juli 2022 
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA 
Tersedia dalam apps GKI Layur
~~~~~
πŸ—“ Hari 186
Bagian 10 : NABI-NABI DI MASA PEMBUANGAN
Bacaan hari ini: Yehezkiel 1-4        
Ungkapan doa : Mazmur 31
~~~~~
 
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 186
 
β–Ά Video Baca Alkitab:
Penjelasan secara umum kitab YEHEZKIEL (pasal 1-33) – Bible Project Indonesia 
Saksikan :
 
🌟 Yehezkiel 3:7-8 (TB) 
Akan tetapi kaum Israel tidak mau mendengarkan engkau, sebab mereka tidak mau mendengarkan Aku, karena seluruh kaum Israel berkepala batu dan bertegar hati. Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka.
 
πŸ’‘Betapa sulitnya menyampaikan firman Allah kepada bangsa yang hatinya keras membatu, dan itu adalah bangsanya sendiri. Tetapi Tuhan berjanji meneguhkan dan memberi semangat baja untuk melawan hati yang keras itu.
 
πŸ™ Doa:
TUHAN, perlengkapilah aku dengan hati yang rela dan semangat yang membaja, agar aku tidak mudah menyerah saat ditolak dan hadapi kesulitan dalam pelayananku.
~~~~~~
Bacaan besok : Yehezkiel 5-8        
Ungkapan doa : Mazmur 32
 
Kamis, 21 Juli 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB AYUB 
 
Bacaan hari ini : Ayub 21:1-34
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~ 
 
ALLAH MASIH BERDAULAT 
 
  Tudingan Zofar bahwa orang fasik segera akan binasa dijawab dengan fakta nyata bahwa banyak orang fasik yang hidup mujur (7-15). Hal itu membuktikan bahwa pelbagai tuduhan kepada Ayub tidak sesuai kenyataan. Lagi pula penderitaan Ayub bukan diakibatkan oleh dosa-dosanya.
 
  Ayub menyadari bahwa kemujuran orang fasik bukan berarti mereka bebas untuk terus-menerus berdosa dalam hidup ini. Pada akhirnya, orang fasik akan menerima hukuman Allah (16-21). Teori hukuman atas dosa yang diajukan Zofar dianggap Ayub sebagai kesombongan mau mengajari Allah bagaimana bertindak terhadap orang berdosa. (22-26). Bagi Ayub, sikap Zofar dan para sahabatnya menunjukkan ada niat jahat. Mereka tidak dapat membuktikan bahwa Ayub berdosa. Akan tetapi, mereka memaksakan bahwa penderitaan Ayub adalah bukti nyata dari keberdosaannya. Kenyataannya, orang fasik selamat dan orang yang menggugatnya malah binasa (27-34). Tanpa disadari, sebenarnya Ayub pun bersikap mau mengajari Allah bagaimana seharusnya bertindak menghadapi orang fasik (19-21). 
 
  Para teman Ayub mencoba menjelaskan bahwa orang fasik pasti akan dihukum oleh Allah, sedangkan orang benar akan diberkati. Mereka. terlalu menyederhanakan persoalan tentang. penderitaan, dosa, dan penghukuman Allah. Seolah-olah segala sesuatu yang berkaitan dengan hukuman Allah dan penderitaan pasti disebabkan oleh perbuatan dosa. Pandangan seperti ini keliru sama sekali. Yang benar adalah Allah berdaulat atas kehidupan manusia. Ia mahaadil dan akan menghukum mereka setimpal dengan perbuatan jahatnya. Ia juga mahabaik sehingga mereka yang hidupnya benar dan saleh akan diganjar dengan kebaikanNya. Kapan dan bagaimana adalah hak Allah untuk menentukannya. 
 
  Renungkan: Allah berdaulat atas hidup orang fasik maupun orang benar. Kalau orang fasik hidup enak, sementara orang benar menderita, itu hanyalah masalah waktu!
 
Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Ayub
 
β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
Banyak Dosa Tapi Bahagia? (Ayub 21) – Petrus Kwik | Bible Every Day 
~~~~~
Bacaan besok : Ayub 22:1-30 – Konselor atau Pendakwa?
 
πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Biasa-5
Kamis, 21 Juli 2022
~~~~~
TUHAN AJARLAH KAMI BERDOA
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 138
Ester 2:19-3:6
Kisah Para Rasul 1:15-20
 
Tersedia dalam apps GKI Layur
~~~~~
Bacaan hari ini,  mempersiapkan kita untuk bacaan pada hari Minggu, 24 Juli 2022.
 
Mazmur 138
Daud menaikkan pujiannya atas kesetiaan Allah terhadap dirinya dan terhadap Israel, yang melalui Israel bangsa-bangsa di dunia akan tunduk dalam ucapan syukur kepada Tuhan, Allah Israel. Kesaksian Daud akan kasih setia Tuhan menggambarkan Tuhan yang tak pernah lupa dan lalai akan janji-Nya. Mulai dari masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang semua ada di dalam kasih penyertaan-Nya. Dia tak pernah gagal menepati janji-janjiNya. Manusia sangat bisa gagal dan lupa, tapi Tuhan itu setia. Dia menepati janji-Nya, kasih setia-Nya tidak pernah gagal dan karya Yesus Kristus adalah bukti atas janji-Nya.
 
🎢 Mazmur 138 | 
 
Ester 2:19-3:6
Kitab Ester, sekalipun tidak menyebutkan tentang Allah, tetapi tidak dapat mengesampingkan tangan-Nya bekerja di belakang layar untuk memelihara umat-Nya. Kisah kecil akan kepahlawanan Mordekhai yang menyadari adanya rencana melawan Ahasyweros, menjadi jembatan untuk rencana Allah selanjutnya. Mordekhai harusnya mendapat hadiah atas kesetiaannya kepada Ahasyweros, tetapi dia dilupakan, walau hanya untuk sementara waktu. Tuhan berkuasa secara berdaulat dan akan menggunakan peristiwa-peristiwa yang ada sesuai waktunya. Waktu Tuhan mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita, mengingat keterbatasan pengetahuan yang kita miliki, tetapi Dia selalu tepat waktu sesuai dengan rencana kedaulatan-Nya sendiri. Bagian kita adalah bersungguh-sungguh dalam iman percaya kita, bahwa Allah kita adalah setia akan janji pemeliharaan-Nya. Waktu kita bukan waktu Tuhan, yakin bahwa waktu Tuhan adalah yang terbaik.
 
Kisah Para Rasul 1:15-20
Petrus menjadi juru bicara dari para Rasul. Dia berbicara akan fakta yang terjadi di dalam pelayanan para rasul, yaitu tentang Yudas. Yudas telah gagal dan meninggal. Posisinya sebagai rasul harus digantikan untuk menggenapi nubuatan dalam Maz. 109:8. Yudas harus digantikan karena ia tidak menjadi saksi kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke surga, ia bukan Rasul. Tujuan Petrus menyatakan fakta ini bukan untuk mencemooh tetapi untuk pembaharuan dan pembenahan. Tujuannya untuk mencari jalan agar pekerjaan pemberitaan Injil semakin berjalan dengan efektif. Di dalam kisah selanjutnya kita akan melihat Matias dipilih menggantikan Yudas. Semua pemilihan tidak dilakukan secara asal, tetapi dengan doa, meminta petunjuk dari Tuhan. Pelayanan bukan milik kita, melainkan milik Allah semata, mintalah petunjukNya untuk dapat mengerjakannya dengan benar dan setia.
 
Renungan pelengkap:
 
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 138
Esther 3:7-15
Kisah Para Rasul 2:22-36