Gemass 20 September 2022

 *Selasa, 20 September 2022*
~~~~~~~~~~~~~~~~
πŸ“– *GEMASSreguler 2022* – FIRMAN UNTUK SEMUA
_Tersedia dalam apps GKI Layur_
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~~~~~~~~~~~

πŸ—“ *Hari 247*
*Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH*
*Bacaan hari ini:* Matius 23-24
*Ungkapan doa* : Mazmur 92
~~~~~~~~~~~~~~~~

*ALKITAB SUARA*
🎧 GEMASS – Hari 247
https://drive.google.com/folderview?id=1-nuyA9ItIDnPW71ZGB_nHHvwTC7TrD2i

🌟 *Matius 23:37* (TB)
_”Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau._

πŸ’‘ Mari responi kerinduan Yesus dengan hidup serupa Dia, bukan serupa dunia.

πŸ™ *Doa:*
Tuhan ajar saya untuk selalu hidup serupa dengan-Mu, bukan dunia. Saya mau meresponi kerinduan-Mu. Amin.
~~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan besok* : Matius 25-26
*Ungkapan doa* : Mazmur 93
 πŸ“– *GEMASSplus LEKSIONARI*
Tahun C
Minggu Biasa-14
*Selasa, 20 September 2022*
~~~~~~~~~~~~~~~
MULAI DARI
PERKARA-PERKARA KECIL
~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan hari ini:*
Mazmur 12
Amsal 17:1-5
1Korintus 9:19-23

_Tersedia dalam apps GKI Layur_
Https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~~~~~~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 18 September 2022.

*Mazmur 12*
Pemazmur mengadu kepada Tuhan karena kelakuan orang-orang yang jahat. Mereka sering menipu dan berkata dusta terhadap sesama sehingga menimbulkan kerugian. Pemazmur yakin Tuhan akan bertindak terhadap mereka karena Tuhan selalu setia pada janjiNya dan sudah teruji. Tuhanlah yang akan menjaga dan melindungi umatNya dari segala orang jahat.

*Amsal 17:1-5*
Di antara saudara semestinya bisa belajar berbagi makanan. Hamba yang cerdas bisa menjadi pewaris jika anak tuannya membuat malu keluarga. Tuhan menguji hati setiap manusia. Mereka yang jahat akan cenderung berkumpul dengan pembuat kejahatan. Tuhan membela orang miskin dan berpihak pada mereka yang lemah.

*1Korintus 9:19-23*
Rasul Paulus menyadari bahwa tujuan utama hidupnya adalah supaya sebanyak mungkin orang datang kepada Kristus dan menjadi pengikut-Nya. Karena itu ia bersikap sedemikian rupa sehingga semua orang yang ditemuinya – Yahudi, bukan Yahudi, mereka yang menjalankan hukum Musa maupun yang sudah tidak menjalankan – tidak tersandung oleh tindakan Paulus dan tidak tertarik untuk datang kepada Kristus. Kita pun perlu menjaga agar hidup kita tidak menjadi batu sandungan bagi siapa pun untuk datang kepada Kristus.

Renungan pelengkap:
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat


~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan besok:*
Mazmur 12
Amsal 21:10-16
Lukas 20:45-21:4
 πŸ’  BGA
Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·Γ·
BACA GALI ALKITAB 2

*YOHANES 5:1-18*
Kisah penyembuhan orang lumpuh ini merupakan tanda mukjizat ketiga Tuhan Yesus. Mukjizat ini menimbulkan kontroversi di kalangan para pemimpin Yahudi karena Tuhan Yesus membuat mukjizat ini pada hari Sabat.

πŸ’  *Apa saja yang Anda baca?*
1. Kapan dan di mana mukjizat penyembuhan ini terjadi (1-3)?
2. Mengapa banyak orang sakit berbaring di serambi itu (4)?
3. Siapa yang Yesus lihat di serambi kolam itu (5-6)? Apa yang ditanyakan Yesus kepadanya (6b)? Apa jawaban orang itu (7)?
4. Apa tindakan Yesus terhadap orang sakit itu (8-9)?
5. Mengapa orang-orang Yahudi melarang orang itu mengangkat tilamnya (10)? Apa jawaban orang itu (11-12)?
6. Apa yang dinasihatkan Yesus kepada orang yang sudah sembuh itu (13-14)?Apa yang kemudian dilakukan orang itu (15)?
7. Mengapa orang-orang Yahudi berusaha membunuh Yesus (16-18)

πŸ’  *Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?*
1. Apa penyebab sakit yang diderita orang lumpuh tersebut menurut Anda (lihat ay. 14)?
2. Apa tujuan Tuhan Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu dan memberikan nasihat di ayat 14 (supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk)?
3. Mengapa orang Yahudi mempersalahkan Tuhan Yesus yang menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat?
4. Dari jawaban Tuhan Yesus, apa sebenarnya makna Yesus
menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat?

πŸ’  *Apa respon Anda?*
1. Bagaimana kita meneladani sikap dan perbuatan Tuhan Yesus ketika diperhadapkan dengan orang yang membutuhkan pelayanan kita?

_POKOK DOA :_
Agar umat Tuhan peka pada orang-orang yang perlu dilayani dan mau bergerak mengulurkan tangan.

Sumber : _Santapan Harian Gemass edisi Injil Yohanes_
https://www.su-indonesia.org
 *Selasa, 20 September 2022*
~~~~~~~~~~~~~~~
πŸ“– *GEMASSplus SH KITAB – 2022*
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi *INJIL YOHANES*

Bacaan hari ini : *Yohanes 5:1-18*
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~~~~~~~~~~~
β–Ά Video Pelengkap Bacaan.
Yohanes 5: 1-18 | LUMO Indonesia

*ANUGERAH ALLAH DAN RESPONS MANUSIA*

Anugerah Allah makin tampak dalam inisiatif Yesus menyembuhkan seorang yang menderita sakit selama tiga puluh delapan tahun. Kemungkinan besar orang ini menderita kelumpuhan.

Yesus bertanya kepadanya apakah ia ingin sembuh (6). Sesudah orang ini sembuh (8-9) ia belum mengenal siapa Yesus (11-13). Betapa besar anugerah Tuhan yang kita saksikan dalam kisah ini sebab Yesus kembali berinisiatif untuk berjumpa dengan orang tersebut (14a). Berbeda dengan orang buta yang sakitnya tidak dihubungkan dengan dosa (pasal 9), orang ini diberikan tawaran anugerah dan peringatan. Ia telah sembuh, tetapi bila berbuat dosa lagi ia bisa menerima hal yang lebih buruk (14). Maksud Tuhan mungkin sekali adalah hukuman kekal Allah atas dosa.

Namun perlawanan kemudian timbul dari orang-orang Yahudi (para pemimpin Yahudi) karena mereka menganggap tafsiran mereka akan Hukum Taurat adalah satu-satunya patokan otoritas yang harus ditaati. Merekalah yang menciptakan peraturan-peraturan detail mengenai larangan bekerja pada hari Sabat. Yesus menegaskan otoritas-Nya dengan mengklaim Allah sebagai Bapa-Nya. Kesembuhan orang lumpuh itu memperlihatkan kuasa Yesus yang sanggup menumbuhkan dan menguatkan otot-otot kaki yang sudah mati selama tiga puluh delapan tahun! Kalau Bapa bekerja sampai sekarang maka Yesus pun bekerja (17). Maka Yesus menolak disebut pelanggar aturan hari Sabat karena aturan ini diciptakan Allah untuk kebaikan manusia. Sementara menyembuhkan orang sakit dan mengampuni dosa merupakan tindakan Allah yang penuh belas kasih.

Meski sudah melihat dan mengalami kuasa serta kasih Yesus, baik orang Yahudi maupun orang lumpuh tersebut tidak menunjukkan tanda bahwa mereka menyambut anugerah Allah dalam Yesus. Kisah ini menjadi peringatan bagi kita agar kemunafikan dan dosa tidak membuat kita jauh dari Yesus.

Sumber : _Santapan Harian Gemass edisi Injil Yohanes_
https://www.su-indonesia.org

β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
#FaktaAlkitab – Kolam Betesda | Jawaban

~~~~~~~~~~~~~~~
*Bacaan besok* : Yohanes 5:19-29 – _Otoritas dari Bapa_