Gemass 20 Maret 2022

Minggu, 20 Maret 2022

~~~~~

πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA

Tersedia dalam apps GKI Layur

http://bit.ly/GKILayurApps

~~~~~

πŸ—“ Hari 63

Bagian 5: PADANG GURUN

Bacaan hari ini: Ulangan 30-31

Ungkapan doa: Mazmur 63

~~~~~

ALKITAB SUARA

🎧 GEMASS – Hari 63

https://drive.google.com/folderview?id=14tsLBZgQdLJROw6453eybvvhkSf1ACfd

 

🌟 Ulangan 30:14 (TB) 

Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.

 

πŸ’‘ Segala perintah dan peraturan yang telah ditetapkan Allah pasti disesuaikan dengan kemampuan kita sehingga seharusnya mampu kita taati dan laksanakan. Tidak ada alasan bagi kita untuk melanggar firman-Nya. Mari minta kekuatan Roh Kudus, agar kita dimampukan hidup sesuai firman-Nya.

 

πŸ™ Doa:

Ya Roh Kudus, mampukan aku untuk mentaati segala firman Tuhan. Aku sadar aku lemah sehingga aku butuh kekuatan dari Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.

~~~~~

Bacaan besok : Ulangan 32-34

Ungkapan doa : Mazmur 64

 

Minggu, 20 Maret 2022

~~~~~

πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022

Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 SAMUEL

 

Bacaan hari ini : 2 Samuel 14:25-33

Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa

~~~~~

 

BERANI BERESKAN MASALAH

 

  Seorang mantan narapidana enggan datang ke gereja lagi karena semua mata jemaat tertuju kepadanya. Gerak gerik mata jemaat memperlihatkan bahwa mereka takut kalau ada barang milik mereka yang raib karena kedatangannya. Sungguh menyakitkan rasanya.

 

  Mungkin seperti itu pula perasaan Absalom. Kehadirannya di wilayah kerajaan Daud, memang diterima dengan baik. Namun setelah dua tahun ia kembali di Yerusalem, tak sekali pun ia menemui sang raja (28). Sebagai anak, mungkin Absalom merasa janggal dengan situasi itu. Dengan diterimanya kembali tinggal di Yerusalem, mungkin ia mengira bahwa ayahnya telah mengampuni kesalahannya dan bersedia menerima dirinya sepenuh hati. Kenyataan berbicara lain sebab situasi itu tidak mendatangkan damai sejahtera di hatinya. Absalom bermaksud menanyakan hal itu kepada Yoab.

 

  Yoab, yang semula tidak bersedia memenuhi undangan Absalom, akhirnya datang juga menemui Absalom walau dengan kondisi terpaksa (30-31). Keterpaksaan Yoab disebabkan oleh perbuatan licik Absalom yang menyuruh budaknya membakar ladang Yoab. Mendengar ladangnya dibakar, Yoab sangat marah dan menghadap Absalom untuk meminta pertanggungjawaban. Taktik keji ini cukup efektif membuat Absalom bisa bertemu dengan Yoab. Kedatangan Yoab membuka peluang bagi Absalom menyampaikan isi hatinya. Setelah mendengar pernyataan Absalom, Yoab menghadap raja Daud dan menceritakan isi hati Absalom. Mendengar penuturan Yoab, hati Daud luluh dan bersedia menemui anaknya, Absalom (33).

 

  Renungkan: Sikap Absalom memperlihatkan kepada kita bahwa dibutuhkan keberanian untuk membereskan masalah, mengakui kesalahan, dan kemudian berdamai dengan orang yang kepadanya kita telah bersalah. Bila ada konsekuensi yang harus kita tanggung, maka terimalah.

 

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Samuel

https://www.su-indonesia.org

~~~~~

Bacaan besok : 2 Samuel 15:1-12 – Prahara Dosa

 

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI

Tahun C

Minggu Pra Paskah III

Minggu, 20 Maret 2022

~~~~~

PERTOBATAN SEBAGAI GAYA HIDUP

 

Bacaan hari ini:

Yesaya 55:1-9

Mazmur 63:1-8

1 Korintus 10:1-13

Lukas 13:1-19

 

Tersedia dalam apps GKI Layur

https://bit.ly/GKILayurApps

~~~~~

SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT MEMASUKI MINGGU PRA PASKAH III

   

Yesaya 55:1-9

Rancangan Allah selalu mendatangkan kesejahteraan bagi umat-Nya.

Dalam menggenapkan rancangan-Nya itu, Allah menawarkan kasih dan kehidupan.

Yang diminta-Nya hanyalah suatu penyerahan dan pertobatan total dari umat-Nya.

Allah menuntut sikap ini bukan karena Ia bergantung pada manusia, melainkan agar manusia dapat menikmati secara penuh berkat yang disediakan-Nya.

Ketika kita mau kembali kepada Tuhan, maka Ia akan mengasihani kita dan memberi pengampunan dengan limpahnya.

Kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, Allah telah merancangkan suatu rancangan damai sejahtera bagi masa depan yang penuh harapan.

Jadi, jika saat ini kita mengalami masa-masa yang sulit, ingatlah selalu bahwa Allah tidak akan pernah lupa akan janji-Nya yang agung.

 

Mazmur 63:1-8

Melalui Mazmur ini, kita dapat melihat bahwa adanya berbagai kesulitan, ancaman, serta aneka problematika kehidupan yang sering kali membuat orang menjadi getir, ternyata dapat memainkan peranan yang penting bagi pertumbuhan rohani orang percaya. Hal-hal yang getir bisa menjadi media yang subur bagi pertumbuhan rasa rindu yang semakin mendalam kepada Allah.

Melalui media yang getir seperti ini justru kita dilatih untuk semakin menghayati kebesaran kasih setia Allah bagi kita yang tidak berdaya.

Namun, diperlukan adanya faktor esensial yang memungkinkan terjadinya proses ini.

Faktor esensial itu terletak pada kesadaran Daud bahwa kebutuhannya yang terdalam hanya dapat ditemukan di dalam Tuhan, yang adalah sumber pertolongan yang menopang hidupnya.

Jika kita mengaku mengenal Allah, kita perlu meneliti diri kita dengan bertanya sebagai berikut: Apakah saya sungguh-sungguh sangat merindukan Allah dan kehadiran-Nya di dalam hidup saya?

Atau apakah cara saya menjalani hidup lebih banyak diisi dengan usaha-usaha sekuler dan hiburan duniawi, sedangkan doa, baca Alkitab dan rasa haus dan lapar bagi Allah serta kebenaran-Nya hampir tidak mendapat tempat dalam hidup saya?

 

1 Korintus 10:1-13

Rasul Paulus memperingatkan orang-orang percaya di Korintus dengan menjadikan nenek moyang mereka sebagai contoh nyata.

Peringatan itu adalah orang percaya akan mengalami pencobaan dari masyarakat sekitarnya, seperti dahulu dialami oleh bangsa Israel, yakni penyembahan berhala, percabulan, mencobai Tuhan dan bersungut-sungut.

Paulus mengingatkan kita sebagai gereja Tuhan di masa kini agar tetap teguh berdiri dalam mempertahankan iman dan kesetiaan kepada Kristus.

Lawanlah pencobaan! Dan kita akan mendapati betapa Allah tetap setia menjaga dan memberi kekuatan kepada umat-Nya. 

 

Lukas 13:1-19

Di sini Tuhan Yesus diperhadapkan pada pandangan umum orang Yahudi bahwa orang yang mati dalam suatu bencana pasti disebabkan oleh dosanya yang besar.

Padahal tidak ada hubungan langsung antara celaka dengan dosa, tetapi malapetaka yang menimpa bangsa dimaksudkan oleh Allah sebagai ajakan supaya orang bertobat. 

Perhatikan respons Yesus yang diulang sampai dua kali pada ayat 3 dan 5.

Penekanan utamanya adalah pertobatan.

Dosa tidak menentukan cara kematian seseorang, tetapi dosa akan menentukan apa yang terjadi setelah kematiannya.

Pertobatanlah yang menjadi kunci utamanya.

Jika seseorang tidak bertobat dalam hidupnya, maka ia tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Melalui perumpamaan tentang pohon ara, Yesus menjelaskan bahwa kesempatan untuk bertobat masih diberikan.

Maka seluruh waktu yang diberikan Allah kepada kita sesungguhnya merupakan kesempatan yang terakhir.

Setelah itu, pintu kesempatan akan ditutup untuk selamanya.

Karena itu, janganlah keraskan hati kita. Responslah kesabaran hati-Nya dengan bertobat.

Sekarang dan bukan nanti!

 

Renungan pelengkap :

https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.

~~~~~

Bacaan besok:

Mazm