Gemass 20 Febuari 2022

Minggu, 20 Februari 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 35
Bagian 4 : PERJANJIAN DI GUNUNG SINAI
Bacaan hari ini: Imamat 16-18
Ungkapan doa: Mazmur 35
~~~~~
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 35
https://drive.google.com/folderview?id=12EeAdhC6QTao82vjuf8dNM80x07OouSP

🌟 Imamat 16:30 (TB)
Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN.

πŸ’‘ Hanya orang yang suci dan dibersihkan dari dosa bisa menghadap Allah yang Maha Suci. Oleh sebab itu, manusia yang berdosa harus bertobat dan ditahirkan agar bisa bergaul karib dengan Allah.

πŸ™ Doa:
Tuhan, ajar aku untuk terus menjaga kesucian hidupku sehingga aku bisa terus dekat dengan Engkau. Dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin.
~~~~~
Bacaan besok: Imamat 19-20
Ungkapan doa: Mazmur 36

Minggu, 20 Februari 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 SAMUEL

Bacaan hari ini : 1 Samuel 25:1-22
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~

BERMURAH HATI

Berbagai karakter kebajikan yang tercantum dalam buah Roh (Gal. 5:22-23) harus dikembangkan anak-anak Tuhan. Kemurahan hati merupakan salah satu buah Roh yang sulit untuk dimiliki. Mengapa? Karena dunia ini penuh dengan sikap mau menang sendiri dan tidak peduli pada orang lain. Kita terbiasa dengan gaya hidup yang berpusat pada ego diri sehingga tidak merasa punya tanggung jawab untuk peduli terhadap sesama. Alasan lain adalah orang murah hati biasanya menjadi sasaran pemerasan sekelompok orang licik dan rakus. Ini menyebabkan si korban menjadi ’trauma’, dan orang lain mencari aman dengan cara masa bodoh dengan lingkungan sekitar.

Pada dasarnya, budaya kerajaan Israel adalah budaya saling peduli dan tolong menolong. Kehadiran Daud dan para pengikutnya membutuhkan uluran tangan dari penduduk kota terdekat agar kebutuhan jasmani mereka tercukupi. Sebaliknya kehadiran mereka dibutuhkan penduduk kota untuk melindungi mereka dari pihak-pihak jahat. Sayang sekali kisah ini mencatat seorang Nabal, yang artinya bebal, pernah mendapat perlindungan dari Daud dan para prajuritnya justru menolak peduli terhadap Daud. Sikap arogansi dan masa bodoh Nabal membangkitkan amarah Daud sehingga Daud berniat membasmi seisi rumah tangga Nabal. Beruntung sekali istri Nabal, Abigail, cepat tanggap sebelum pertumpahan darah terjadi.

Renungkan: Peka dan tanggap terhadap situasi dan lingkungan sekitar adalah karakter yang harus dibangun dalam diri umat Allah. Terkadang kebaikan kita bisa disalahmengerti bahkan disalahgunakan, namun kemurahan hati harus menjadi prinsip utama dalam melayani sesama. Ingatlah bahwa Kristus sendiri turun ke dunia menjadi manusia untuk melayani kita. Walau ditolak, disesah, dan dimanfaatkan secara keliru, Ia tetap memberi yang terbaik bagi orang lain.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Samuel
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok : 1 Samuel 25:23-44 – Pembawa Damai

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu ke-7 sesudah Epifani
Minggu, 20 Februari 2022 
~~~~~
CARA MEMBALAS MUSUH   
~~~~~
Bacaan hari ini:
Kejadian 45:3-15
Mazmur 37:1-11, 39-40
1 Korintus 15:35-50
Lukas 6:27-38

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT BERIBADAH

Kejadian 45:3-15
Sekarang Yusuf mendapati saudara-saudaranya merendahkan diri karena dosa-dosa mereka, dan sungguh peduli dengan dirinya (sebab Yehuda telah menyebutnya dua kali), menghormati ayah mereka, dan menyayangi Benyamin, adik mereka.
Sekarang sudah tiba waktunya mereka menuai penghiburan yang telah direncanakannya bagi mereka dengan memperkenalkan diri kepada mereka. 
Bagi saudara-saudara Yusuf, ini bagaikan pelangi sehabis hujan. Bagaikan kebangkitan dari antara orang mati.
Yusuf berusaha keras meredakan dukacita mereka atas perlakuan buruk mereka kepada dirinya dengan menunjukkan bahwa apa pun yang telah mereka perbuat, hal itu dipakai Allah untuk kebaikan.
Namun, meskipun Allah sanggup mengubah kejahatan yang dilakukan manusia menjadi suatu kebaikan, jangan pernah menganggap enteng dosa apa pun.
Karena sejatinya Allah menghendaki hati yang sungguh-sungguh bertobat dan bersedia dipakai untuk kemuliaan-Nya.
Apakah saat ini hidup kita cenderung menjadi batu sandungan atau menjadi berkat bagi orang lain?

Mazmur 37:1-11, 39-40
Mazmur ini bukanlah sebuah doa, melainkan serangkaian ucapan yang mengandung pepatah atau petunjuk tentang hikmat rohani.
Temanya adalah sikap orang percaya terhadap orang fasik yang tampak berhasil dan kesukaran yang dialami orang benar.
Mazmur ini mengajarkan bahwa pada akhirnya orang fasik akan jatuh dan kehilangan segala sesuatu yang mereka peroleh di dunia, sedangkan orang benar yang tetap setia kepada Allah akan mengalami kehadiran, pertolongan, dan pemeliharaan-Nya di dunia, serta mewarisi keselamatan dan tanah perjanjian.
Dan warisan bagi orang percaya adalah ”langit yang baru dan bumi yang baru” (lih Why 21:1).
Jadi, masihkah kita marah dan iri dengan kesuksesan orang fasik?

1 Korintus 15:35-50
Dalam menjawab kebingungan jemaat tentang kebangkitan, Paulus menjelaskan bahwa kebangkitan orang mati yang merupakan kebangkitan tubuh rohaniah dari kematian tubuh alamiah harus dipandang dari dua sudut yang berbeda.
Pertama, Paulus menjelaskan dengan perumpamaan, yakni kebangkitan tubuh rohaniah ibarat menabur biji. Tetapi yang tumbuh adalah tubuh tanaman.
Kedua, Paulus menggunakan analogi, yakni tubuh alamiah dianalogikan dengan Adam pertama yang berasal dari debu tanah: bersifat jasmaniah dan menjadi makhluk hidup.
Sedangkan tubuh rohaniah dianalogikan dengan Adam terakhir yang berasal dari surga: bersifat rohaniah dan menjadi roh yang menghidupkan. 
Kita telah memakai rupa dari yang alamiah, maka kita juga akan memakai rupa dari yang surgawi, yakni tubuh rohaniah.
Karena daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, maka sepatutnyalah kita menjadi manusia baru di dalam Kristus Yesus.
Jadi, meski tubuh alamiah kita akan mati, percayalah bahwa tubuh surgawi kita akan dibangkitkan bersama Kristus.

Lukas 6:27-38
Pada bagian ini, Yesus menegaskan bahwa mengasihi musuh bukan berarti menyukai musuh kita, melainkan menunjukkan perhatian dan keprihatinan yang tulus terhadap keselamatan mereka.
Karena kita tahu betapa dahsyatnya nasib yang menanti mereka karena melawan Allah dan umat-Nya.
Itu sebabnya, kita harus mendoakan mereka dan berusaha dengan cara membalas kejahatan dengan kebaikan untuk membawa mereka kepada Kristus.
Mengasihi musuh kita juga bukan berarti berpangku tangan, sementara para pelaku kejahatan terus-menerus melakukan perbuatan jahat mereka.
Bahkan jika perlu, demi kemuliaan Allah, kebaikan dan keamanan orang lain, juga demi kebaikan orang fasik itu sendiri, maka tindakan yang keras dan tegas harus diambil untuk menghentikan kejahatan.
Sudahkah kita mengasihi musuh kita dengan benar?

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 38
Kejadian 33:1-17
1 Korintus 11:2-16