Gemass 19 Maret 2022

Sabtu, 19 Maret 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 62
Bagian 5: PADANG GURUN
Bacaan hari ini: Ulangan 28-29
Ungkapan doa : Mazmur 62
~~~~~
ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 62
https://drive.google.com/folderview?id=1GdIuNrmry3FVO5awlj7Wk8Z5j3yI7Dd1

🌟 Ulangan 28:13 (TB)
TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

πŸ’‘ Pendengaran secara benar (mendengar dan menyimak), akan perintah TUHAN akan memampukan kita memahami dan mengalami berkat yang TUHAN sediakan bagi kita dalam segala kehidupan. Hal yang paling utama adalah mendengarkan dan melakukan setiap firman-Nya dengan benar dan setia.

πŸ™ Doa:
Ya Tuhan, pertajamlah telingaku untuk mendengar akan firman-Mu seperti seorang murid serta dengan setia melakukannya, agar rencana-Mu terjadi atas hidupku. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : Ulangan 30-31
Ungkapan doa : Mazmur 63

SUKU CIA-CIA
Lokasi : Sulawesi Tenggara
Populasi : 90.000

Doakan :
. Kebutuhan Alkitab lengkap berbahasa suku.
. Kebutuhan pelatihan dan pendampingan untuk mengelola sumber daya alam dengan lebih baik.
. Kebutuhan pendidikan formal serta pelatihan praktis untuk memanfaatkan peluang kerja.
. Kebutuhan lebih banyak perhatian medis, klinik dan tenaga medis.

https://joshuaproject.net/people_groups/11384/ID

Sabtu, 19 Maret 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 SAMUEL

Bacaan hari ini : 2 Samuel 14:1-24
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~

AMPUNI DAN TERIMALAH KEMBALI

Ada pepatah yang mengatakan, β€œkasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah”, Pepatah ini melukiskan luasnya kasih ibu atau orang tua kepada anaknya. Hati Daud hancur ketika mendengar berita kematian Amnon (2Sam. 13:36). Ia marah terhadap pembunuh Amnon, walau si pembunuh adalah Absalom, anaknya juga.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu kesedihan Daud surut dan kemarahannya mereda (2Sam. 13:39). Saat itulah kerinduan Daud terhadap Absalom muncul (1). Tetapi, ia tidak berbuat apa-apa untuk bisa bertemu Absalom. Mungkin karena gengsinya sebagai raja menghalanginya untuk memerintahkan orang mencari Absalom. Atau bisa juga, ia masih belum memaafkan Absalom, karena bagaimana pun Absalom adalah pembunuh anaknya. Yoab merupakan salah satu orang dekat Daud yang cukup memahami isi hati rajanya. Ia tahu bahwa Daud merindukan Absalom (1), maka Yoab merancang skenario untuk memulangkan Absalom. Dengan bantuan seorang perempuan bijaksana dari Tekoa (2), Yoab merancang sebuah drama untuk menggiring Daud bertindak sebagaimana seharusnya ayah terhadap anaknya, atau seseorang terhadap sesamanya.

Raja Daud yang awalnya tidak mengetahui skenario Yoab sempat memberikan beberapa saran kepada perempuan Tekoa itu (8,10-11). Lama kelamaan Daud menyadari bahwa dalang dibalik drama kepulangan Absalom adalah Yoab (19). Ternyata rencana Yoab berhasil dan Daud bersedia menerima Absalom kembali di kerajaannya, walaupun belum ingin bertemu secara langsung dengan Absalom (21-24).

Renungkan: Menerima kembali orang yang menyakiti hati kita bukanlah perkara mudah. Ingatlah bahwa kita pernah menyakiti hati Tuhan dengan dosa kita, dan Ia bersedia mengampuni serta menerima kita kembali melalui darah Kristus. Mintalah agar Tuhan memenuhi kita dengan kasih-Nya, sehingga kita dimampukan memaafkan orang yang pernah menyakiti hati kita.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Samuel
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok : 2 Samuel 14:25-33 – Berani Bereskan Masalah

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Pra Paskah III
Sabtu, 19 Maret 2022
~~~~~
PERTOBATAN SEBAGAI GAYA HIDUP

Bacaan hari ini:
Mazmur 63:1-8
Yesaya 5:1-7
Lukas 6:43-45

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu 20 Maret 2022.   

Mazmur 63:1-8
Saat Daud sedang mengalami
masa-masa sulit dalam pelarian dan persembunyiannya dari kejaran Saul, Daud merasakan kerinduannya yang besar kepada Tuhan dan menyatakan bahwa hal yang terpenting dan lebih dari pada hidupnya adalah kasih setia Tuhan. Daripada hanya memikirkan nyawanya yang terancam, Daud lebih mengutamakan memuji Tuhan, pribadi yang dipercayanya, penolongnya yang setia.
  Mungkin saat ini kita juga sedang merasakan kelelahan dan hilang harapan karena begitu banyak masalah yang menekan. Di tengah segala upaya yang sudah kita lakukan, apa yang menjadi hal  terpenting bagi kita? Permasalahan hidup kita atau kasih setia Tuhan? Apa yang kita
anggap paling penting, itu jugalah
yang akan mengarahkan
bagaimana kita menjalani hidup.
Mari kita utamakan Tuhan, naikkan tangan memuji-Nya, yakin dan percayalah, Dia akan menolong kita.

Yesaya 5:1-7
Dalam sebuah nyanyian Tuhan menyampaikan kasih sayang dan kesabaran-Nya terhadap bangsa Israel, umat pilihan-Nya dengan perumpamaan yang sangat dipahami bangsa ini. Melalui perumpamaan itu disampaikan bahwa semua cara sudah dilakukan Tuhan dengan penuh kesabaran dalam menjagai dan merawat umat kesayangannya tapi tetap saja umatnya itu melakukan segala sesuatu sesuai kemauan mereka sendiri. Dikatakan kebun anggur itu hanya menghasilkan buah anggur yang asam, walau begitu Tuhan tetap merawatnya. Ini menggambarkan keadaan umat Tuhan yang tetap baik karena Tuhan tetap setia kepada mereka walaupun mereka tidak setia kepada-Nya. Sampai akhirnya kesabaran Tuhan habis, Tuhan meniadakan pagar  pelindung kebun anggur dan dengan sengaja dibiarkan  kejadian buruk yang seharusnya sudah menimpa mereka sejak dulu, akhirnya menimpa mereka sekarang. Tuhan membiarkan mereka mengalami kehancuran sebagai akibat dari pilihan hidup mereka.  
  Kita adalah pohon-pohon anggur yang dicangkokkan (Rm. 11:17-18), Tuhan mengharapkan buah kita yang manis. Mari periksa diri dan jadikan pertobatan sebagai gaya hidup. Jangan sampai kita mengalami masa dimana Tuhan diam dan membiarkan kita hidup semaunya sehingga hidup kita menuju kehancuran.

Lukas 6:43-45
Ketika kita menjadi seorang Kristen janganlah hanya sekadar untuk tertulis di KTP saja. Hendaklah kita sungguh-sungguh menjadi murid Kristus yang kehidupannya tidak lagi berpusat pada hal-hal yang menguntungkan diri kita sendiri, tapi Kristuslah pusat hidup kita. Kita menjalani kehidupan yang baru yang membuat kita menjadi pribadi kokoh yang memancarkan kasih Kristus. Yang melakukan perbuatan-perbuatan baru, yang berbeda dari perbuatan yang dihasilkan dari kehidupan kita yang lama. Perbuatan kita itu menggambarkan Kristus yang sungguh-sungguh ada di dalam hati kita. Hati kita terisi penuh dengan kebenaran firman Tuhan. Roh Kudus yang berdiam di dalam hati kita akan memberi kita kuasa untuk menghasilkan buah kebenaran seperti yang Tuhan kehendaki.
  Buah yang baik hanya akan dihasilkan oleh pohon yang baik. Mari kita minta Tuhan melakukannya dalam diri kita, sehingga dengan setia kita terus menghasilkan buah-buah kebenaran

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat.
~~~~~
Bacaan besok:
Yesaya 55:1-9
Mazmur 63:1-8
1 Korintus 10:1-13
Lukas 13:1-19