Gemass 19 Juli 2022

Selasa, 19 Juli 2022
~~~~~
📖 GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
🗓 Hari 184
Bagian 10 : NABI-NABI DI MASA PEMBUANGAN
Bacaan hari ini: Ratapan 3
Ungkapan doa : Mazmur 29
~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 184
https://drive.google.com/folderview?id=1CXYb-6A7p9atRBOFdccK9xeFa_JQRFh2

🌟 Ratapan 3:22-23 (TB)
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu!

💡 Meski hati hancur karena berbagai duka yang bertubi-tubi datang, tetaplah percaya bahwa kasih setia Tuhan tak berkesudahan.

🙏 Doa:
Bapa di Surga, Engkau tahu sengsaraku dan semua senggara terjadi atas ijin-Mu. Kuatkan aku bahwa Engkau selalu setia dan biarkan aku belajar setia dari-Mu. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : Ratapan 4-5
Ungkapan doa : Mazmur 30
 Selasa, 19 Juli 2022
~~~~~
📖 GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB AYUB

Bacaan hari ini : Ayub 19:1-29
Doa ⇒ Baca ⇒ Renungkan ⇒ Bandingkan ⇒ Doa
~~~~~

IMAN YANG TIDAK GOYAH

Ketika semua orang memusuhi kita, bahkan Tuhan pun tidak mendukung kita, bagaimana kita harus bersikap? Jika salah bersikap, jangan-jangan kita menjadi pribadi yang gampang menyerah pada nasib.

Ayub mengalami penderitaan hidup yang sangat berat (3). Penderitaan itu bertambah dahsyat karena para sahabatnya tidak menyalahkan dan menolaknya (19:2-6,7). Mereka seakan-akan bertindak menjadi Allah bagi Ayub (21-22). Meski demikian, Ayub sekali lagi menyatakan bahwa penderitaan yang dialaminya tidak berkaitan dengan dosanya, melainkan disebabkan perbuatan Allah dalam kedaulatan-Nya atas dirinya (6,8-12). Dampak dari keyakinannya, semua orang menjauhkan diri dari Ayub, termasuk teman, keluarga yang paling dekat, bahkan anak-anak (13-19).

Ayub tidak mempersalahkan mereka yang telah menjauhi dirinya. Ayub sendiri merasakan keadaan fisiknya begitu menjijikkan sehingga wajar kalau manusia normal tidak akan mau berdekatan dengan dirinya (20). Satu hal yang luar biasa dari Ayub adalah imannya yang tidak kehilangan fokus, tetapi tetap tertuju kepada Allah. Meskipun pada ayat 7 Ayub menuduh Allah bertindak tidak adil kepadanya, bahkan dengan sengaja menyengsarakan dia. Akan tetapi pada akhir pasal 19 ini, Ayub meyakini bahwa Allah yang sama akan tampil membelanya (25-29). Seakan-akan Ayub berkata, “Oleh karena Engkau yang mengizinkan aku menderita, maka Engkau pasti yang akan memulihkan aku”!

Renungkan: Apa yang Anda harapkan dari Allah saat menderita? Beragam jawaban pasti timbul. Banyak orang Kristen mengharapkan Allah datang dan membukakan jalan secara instan dan menakjubkan seperti mukjizat. Akan tetapi, jika harapan Anda tidak terwujud, apakah iman Anda akan goyah dan beralih kepada allah lain?

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Ayub
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok: Ayub 20:1-29 – Nasib Orang Fasik
💠 BGA
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
BACA GALI ALKITAB 3

AYUB 19
Pergumulan bertubi-tubi yang dihadapi oleh Ayub, menggiring Ayub pada pertanyaan klise: Apakah Allah memihak kepadaku? Karena bila dinilai dari beratnya pergumulan yang ia hadapi, nampaknya Allah tidak memihak kepadanya. Tetapi apakah benar demikian?

💠 Apa saja yang Anda baca?
1. Apa perasaan Ayub pada bagian ini (2-6, 7-12, 13-20, 21-22, 23-27)?
2. Perlakuan apa yang Ayub terima dari orang-orang di sekitarnya (13-19)?

💠 Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang anda pelajari mengenai penderitaan Ayub?
2. Menurut anda, Allah seperti apa yang dipercayai oleh Ayub?
3. Menurut anda, seberapa pentingnya komunitas bagi kehidupan anak Tuhan yang sedang mengalami pergumulan?

💠 Apa respon Anda?
1. Apa yang ingin anda perbuat agar iman anda semakian kuat di dalam Tuhan?
2. Apa yang dapat anda lakukan bagi gereja, agar gereja anda menjadi komunitas umat Allah yang saling menyembuhkan?

POKOK DOA :
Agar gereja di mana anda berjemaat dapat saling menguatkan satu sama lain di tengah pergumulan.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Ayub
https://www.su-indonesia.org
📖 GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Biasa-5
Selasa, 19 Juli 2022
~~~~~
BELAJAR MENDENGAR-NYA
SEBELUM MELAYANI-NYA
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 119:97-104
Amsal 9:1-18
1Yohanes 2:1-6

Tersedia dalam apps GKI Layur
Https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 17 Juli 2022.

Mazmur 119:97-104
Pemazmur mengagumi Taurat Tuhan karena ia merasakan sendiri buah dari mempraktekkan Taurat. Ia menjadi lebih bijaksana dan tahu bagaimana menjalani hidup dan mengambil berbagai keputusan sulit saat menghadapi musuh maupun menghadapi persoalan/pergumulan. Ia pun menetapkan hati untuk terus melakukan Hukum Taurat meski kadang harus melawan orang jahat yang tidak suka tunduk pada Tuhan.

Amsal 9:1-18
Penulis Amsal menggambarkan dengan sangat hidup mengenai betapa pentingnya hikmat dalam menjalani hidup. Permulaan dari hikmat adalah takut akan Tuhan dan pengenalan akan Tuhan. Memiliki hikmat berarti mendapatkan hidup, umur panjang, dan kesejahteraan. Orang yang mengasihi hikmat akan memiliki kerendahan hati untuk ditegur dan diberi masukan/pengertian. Sebaliknya mereka yang membenci hikmat dan memilih kebodohan sama saja dengan mendekati kematian dan kesia-siaan.

1Yohanes 2:1-6
Hidup yang makin menyerupai Kristus adalah pertanda bahwa seseorang sungguh-sungguh mengasihi Yesus. Kasih itu dibuktikan dengan kesediaan untuk mentaati perintah Yesus. Mereka yang sudah menerima pengampunan dan pendamaian Kristus sudah seharusnya mensyukurinya dengan kerelaan untuk meneladani dan menapaktilasi perjalanan hidup Yesus.

Renungan pelengkap:
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat


~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 119:97-104
Ulangan 12:1-12
Yohanes 6:41-51