Gemass 18 Juni 2022

Sabtu, 18 Juni 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 153
Bagian 9 : HIKMAT BANGSA ISRAEL
Bacaan hari ini: Amsal 1-3
Ungkapan doa : Mazmur 148
~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 153
https://drive.google.com/folderview?id=13aEdWl1ZzA3U7Bo8nuMX3BjZM-Iwb6HA

β–Ά Video Baca Alkitab:
Penjelasan secara umum kitab AMSAL – Bible Project Indonesia
thebibleproject.com
Saksikan :
https://youtu.be/He75ZssdAN0

🌟 Amsal 1:7 (TB)
Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

πŸ’‘ Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang dipimpin oleh Tuhan; setiap langkah yang diambilnya merupakan hasil tuntunan Tuhan dan Tuhan tidak akan membiarkannya tersesat. Orang yang bijak adalah orang yang “tahu diri” yang menyadari akan keterbatasannya. Sebaliknya, orang bodoh adalah orang yang “tidak tahu diri” yang tidak menyadari akan keterbatasannya. Oleh sebab itu takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan atau bagian utama dari pengetahuan yang perlu kita miliki untuk memperoleh hikmat.

πŸ™ Doa:
Ya Tuhan, berikanlah kepadaku hikmat dan akal budi dengan sikap hati dan tindakan yang tunduk dan takut kepada-Mu. Amin
~~~~~
Bacaan besok : Amsal 4-6
Ungkapan doa : Mazmur 149

SUKU BALI
Lokasi : Bali
Populasi : 4.145.000

Doakan :
. Kebutuhan besar di Bali adalah rencana pemerintah untuk pengembangan pariwisata. Dengan tantangan utama adalah mempertahankan integritas budaya Bali dalam menghadapi kekuatan-kekuatan destruktif yang sering menyertai pariwisata.

https://joshuaproject.net/people_groups/10606/ID

Sabtu, 18 Juni 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 RAJA-RAJA

Bacaan hari ini : 2 Raja-Raja 19:1-19
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~

SEHATI BERDOA DAN BERIMAN

Saat tantangan datang mendera kehidupan anak-anak Tuhan, langkah paling tepat adalah tetap berharap penuh kepada Tuhan dan memohon pertolongan-Nya. Dengan sehati, anak-anak Tuhan tetap fokus pada Tuhan, bukan kepada tantangan, dan percaya penuh pada kedaulatan dan kasih-Nya.

Hizkia sebagai pemimpin umat Yehuda tidak mencoba lagi menyelesaikan masalah luar negerinya dengan kekuatan sendiri (lih.18:14-16), tetapi ia menyerahkannya kepada Allah dalam doa. Ia mengajak serta para pemimpin lainnya (19:2) dan meminta nabi Yesaya untuk mencari pertolongan dari Allah (3-4). Yesaya menyampaikan firman Allah kepada Hizkia yang isinya Allah berdaulat. atas raja Asyur. Allah akan melepaskan Yehuda dari ancaman Asyur dengan cara-Nya yang ajaib (6-7). Hizkia merespons janji Allah itu dengan tepat. Doanya menyatakan keyakinan imannya. Ia percaya Allah Israel ialah Penguasa alam semesta. Sanherib dan Asyur memang kelihatan perkasa di antara bangsa-bangsa lain, di hadapan Allah mereka tidak ada apa-apanya (15-19).

Sebaliknya, raja Asyur tidak sadar bahwa kejadian-kejadian yang menyebabkan pengepungan terhadap Yerusalem terhenti adalah pernyataan kuasa Allah Israel (8-9). Ia masih sesumbar akan balik lagi untuk mengalahkan Yehuda (8-13). Sikap sombong dan takabur seperti itu menyebabkan dia tidak peka melihat Allah Israel sudah dan sedang bertindak menghakiminya.

Renungkan: Gereja tidak perlu takut menghadapi ancaman musuh. Orang-orang yang anti-kristiani dan pembenci anak-anak Tuhan itu tidak menyadari bahwa Allah berdaulat menolong umat-Nya. Gereja harus bersatu memercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Dengan kesadaran bahwa Allah sepenuhnya berdaulat, gereja harus terus berkarya menyatakan kebesaran dan kasih-Nya kepada dunia ini. Kunci kemenangan gereja dan orang-orang Kristen menghadapi serangan musuh adalah sehati bertekun dalam doa dan firman-Nya.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Raja-raja
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok : 2 Raja-Raja 19:20-37 – Asyur Bagai Tong Kosong

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Trinitas
Sabtu, 18 Juni 2022
~~~~~
KUASA KRISTUS MEMBAWA PERUBAHAN
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 22:19-28
Yesaya 59:1-8
Matius 9:27-34

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
Bacaan hari ini, mempersiapkan kita untuk bacaan pada hari Minggu, 19 Juni 2022

Mazmur 22:19-28
Mazmur 22 ini biasa disebut sebagai mazmur tentang salib karena banyak ayat-ayatnya yang menubuatkan peristiwa penyaliban Kristus. Dituliskan oleh Raja Daud ketika berada dalam kesukaran yang sangat besar. Pada perikop yang kita baca ini kita melihat bagaimana Daud dengan penuh keyakinan menaikkan doa kepada Tuhannya yang empunya kerajaan dan yang memerintah atas segala bangsa. Daud percaya kuasa Tuhan mampu menyelamatkannya. Oleh karena itu Daud berjanji akan terus memuji Tuhan dan menceritakan kemuliaan-Nya dihadapan saudara-saudara, seluruh jemaat dan keturunannya.
Kristus telah tersalib untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Selayaknyalah kita memuji dan menceritakan karya keselamatan Kristus yang telah mengubah hidup kita, dengan menjadi saksi bagi dunia dan
sesama dalam menebarkan nilai-nilai kasih.

🎢 Mazmur 22:19-28:
https://www.juswantori.com/Mazmur/22-19/

Yesaya 59:1-8
Sebetulnya, kuasa TUHAN cukup untuk menyelamatkan manusia. Dia dapat mendengarkan doa permohonan akan keselamatan yang dipanjatkan manusia. Tapi dosalah yang memisahkan manusia dari-Nya. Allah yang kudus berbalik dari manusia bila Ia melihat manusia yang penuh dengan dosa.
Bersyukur atas pengampunan dosa yang telah kita terima melalui karya penebusan Kristus, sehingga kita dilayakkan mempunyai relasi dengan Allah.
Penting bagi kita untuk memiliki sikap hati yang benar, jangan sampai relasi dengan Allah ini terganggu karena kita sedang membiarkan diri kita kembali dikendalikan oleh dosa.

Matius 9:27-34
Sangat berbeda respon orang Farisi terhadap kesembuhan yang terjadi melalui kuasa Kristus. Mereka menyangkal dan mengatakan bahwa kuasa itu berasal dari penghulu setan. Sementara orang buta yang disembuhkan Yesus sehingga bisa melihat tak dapat menahan dirinya untuk menceritakan peristiwa itu kepada orang banyak diseluruh daerah walau Yesus sudah dengan tegas mengatakan kepada mereka untuk tidak menceritakan hal itu kepada orang lain. Melalui kesaksian ini semakin banyak orang datang untuk disembuhkan. Dan semakin banyak orang yang heran dan mengagumi kuasa Yesus yang menyembuhkan itu.
Bagaimana dengan kita? Bagaimanakah respon kita terhadap kuasa Kristus yang telah mengubah hidup kita? Sudahkah kita menjadi saksi kasih-Nya melalui kehidupan kita?

Renungan pelengkap:
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat

https://youtu.be/8E5XNNPeBMs
~~~~~
Bacaan besok:
Yesaya 65:1-9
Mazmur 22:19-28
Galatia 3:23-29
Lukas 8:26-39