Gemass 17 September 2021

📖 GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~~

🗓 Hari 243
Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH
Bacaan hari ini: Matius 15-16
Ungkapan doa : Mazmur 88
~~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 243
https://drive.google.com/folderview?id=13o3elM-eYgQsjdBud0OP-sgYMz9lBWgy

🌟 Matius 16:23 (TB)
Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

💡 Pikirkan dan renungkan Firman Tuhan yaitu pikiran Allah dengan sepenuh hati agar kita tidak menjadi sandungan karena hanya memikirkan pikiran manusia yang seringkali tidak sesuai dengan kehendak-Nya!

🙏 Doa:
Tuhan ampuni aku yang seringkali menjadi batu sandungan karena hanya mengandalkan pikiran manusia. Ajar aku untuk mengerti dan menaati pikiran-Mu yang tertuang dalam Alkitab. Amin.
~~~~~~
Bacaan besok : Matius 17-18
Ungkapan doa : Mazmur 89
~~~~~~
📖 GEMASSplus SH KITAB – 2021
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB INJIL MARKUS

Bacaan hari ini : Markus 4:1-20
Doa ⇒ Baca ⇒ Renungkan ⇒ Bandingkan ⇒ Doa
~~~~~~

TIDAK CUKUP MENJADI PENERIMA

Belakangan ini marak program-program S-1/S-2/S-3 instan. Ini – selain praktik-praktik instan seperti plagiat dan suap dalam program-program studi resmi yang terhormat dan noninstan – menandakan mentalitas yang sudah puas menerima, namun yang tidak lagi peduli dengan hasil yang seharusnya dihasilkan dari titel tersebut, dan bahkan tidak merasa malu karenanya.
 
Pengajaran yang disampaikan Yesus melalui perumpamaan ini kontras dengan mentalitas di atas, yang juga ditemukan dalam kekristenan. Kadang kita sudah puas menjadi penerima dan pewaris firman kebenaran dari Allah Bapa, Khalik Semesta, melalui Anak- Nya Tuhan Yesus Kristus dengan perantaraan Roh-Nya yang kudus. Wow! Titel yang megah. Tetapi, perumpamaan Yesus menunjuk bahwa yang terpenting adalah mereka menerima firman itu menyambutnya dan berbuah (20). Jika hanya puas menjadi penerima firman, maka Kristen hanya akan menjadi tambahan terbaru contoh masa kini dari ketiga jenis penerima firman pada ayat 15-19 yang kerdil, layu dan binasa.
 
Bagaimana Kristen dapat berbuah? Dengan mengikuti dan mengaplikasikan kebenaran firman dalam kehidupannya. Inilah respons syukur yang tepat atas karunia firman, bukan kebanggaan sempit yang menipu dan mencelakakan.
 
Renungkan: Buah-buah firman adalah perbuatan ketaatan hari demi hari. Jika demikian kita tidak hanya menerima, tetapi juga memberi.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Injil Markus
https://www.su-indonesia.org
~~~~~~
Bacaan besok : Markus 4: 21-34 – Kehadiran-Nya Dilihat dan dirasakan

📖 GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun B
Minggu biasa 15
Jumat, 17 September 2021
~~~~~~~~
MENYAMBUT DAN BUKAN DISAMBUT
Bacaan hari ini:
Mazmur 54
1 Raja – Raja 22:24-40
Roma 11:25-32
~~~~~
Bacaan hari ini, membantu mempersiapkan kita untuk bacaan pada hari Minggu 19 September 2021.

1 Raja – Raja 22:24-40
Nabi Mikha terbukti sebagai nabi karena nubuatannya terjadi. Ahab yang tidak senang dengan Mikha mengalami kematian karena ada prajurit musuh yang menembakkan panah sembarangan dan mengenai dia diantara sambungan baju zirah. Ahab pun tidak berpakaian kebesaran raja. Bukti bukan sebuah kebetulan melainkan campur tangan Tuhan. Ahab meninggal, darahnya dijilati anjing dan ada perempuan sundal mandi saat keretanya dicuci. Mari jangan keraskan hati seperti Ahab yang hobi menolak peringatan Tuhan.

Mazmur 54
Daud terancam nyawanya karena dikejar-kejar Saul untuk dibunuh dan lokasi persembunyiannya terbongkar. Dalam kondisi tersebut, Daud memohon perlindungan dan keselamatan dari Tuhan. Ia yakin Tuhan akan menolongnya dan membuat semua musuhnya dihukum karena keadilan Allah. Daud pun selalu mempersembahkan korban syukur karena Tuhan layak dimuliakan. Mari periksa diri: bagaimana respon kita saat menghadapi persoalan.

▶️ Mazmur 54 – Maria Netta
GKI Nurdin https://youtu.be/XesEzdYnZec

Roma 11:25-32
Allah tetap adil dan bermurah hati, baik kepada orang Yahudi maupun bangsa lain. Keistimewaan orang Yahudi adalah mereka yang dipakai Allah untuk mata rantai keselamatan karena janji kepada nenek moyang mereka. Non Yahudi tidak boleh membanggakan diri dan merendahkan mereka. Semua umat manusia menerima kemurahan Allah yang sama. Jangan sia – siakan kemurahan hati Allah. Mari hidup sesuai dengan rancangan dan kehendak – Nya.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat
~~~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 54
2 Raja – Raja 17:5-18
Matius 23:24-39