Gemass 17 Agustus 2022

Rabu, 17 Agustus 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 213
Bagian 12 : NABI-NABI SETELAH PEMBUANGAN
Bacaan hari ini: Daniel 10-12
Ungkapan doa : Mazmur 58
~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 213
https://drive.google.com/folderview?id=1N_lEY3EwVle9xlnuaqE8xPviwTRx6_HN

🌟 Daniel 10:12 (TB)
Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.

πŸ’‘ Daniel mendapat penglihatan dari Tuhan bahwa akan terjadi kesusahan besar di kerajaan Persia. Daniel pun berdoa minta hikmat untuk memahami penglihatan itu. Alkitab mencatat bahwa saat itu juga doa Daniel didengar TUHAN. Tetapi penyingkapan dari Allah belum terjadi, Daniel masih harus menunggu sekian lama.

πŸ™ Doa:
Saat doaku belum terjawab, TUHAN berikanlah aku kesabaran untuk tetap tekun menanti dengan setia, dan dengan hati yang terbuka untuk memahami kehendak-Mu.
~~~~~
Bacaan besok : Hagai
Ungkapan doa : Mazmur 59
Rabu, 17 Agustus 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB MAZMUR JILID III (73-89)

Bacaan hari ini : Mazmur 75
Doa => Baca => Renungkan =>
Bandingkan => Doa
~~~~~

BERSYUKUR UNTUK KEADILAN ALLAH

Ingatkah kita akan kisah janda miskin yang mengadukan perkaranya kepada hakim yang lalim dalam injil Lukas? Kisah tersebut ingin menyatakan bahwa Allah yang kita sembah lebih daripada hakim lalim tersebut. Ia adalah Allah yang adil. Ia pasti akan menyatakan keadilannya bagi setiap orang yang berseru kepada-Nya.

Dalam kepercayaan yang sama akan Allah sebagai hakim yang adil, pemazmur menaikkan syukurnya kepada Allah. Ia mengakui bahwa Allah berbeda dari hakim-hakim di dunia. Dia tidak berkompromi akan dosa, juga tidak bisa disuap untuk membengkokkan perkara. Karena itu, pemazmur mengajak seluruh umat Allah bersyukur atas segala perbuatan-Nya yang ajaib saat Allah membela mereka (2). Ia juga mengajak seluruh umat untuk berseru, berdoa, serta bersandar penuh kepada Allah yang Maha Kuasa dan Maha Adil.

Sembari terus mengingat perbuatan dan berkat Allah dalam hidup mereka, Pemazmur terus menyatakan kebenaran serta keadilan Allah pada orang lain. Ia menceritakan bagaimana Tuhan menghakimi dunia ini. Tanduk-tanduk orang fasik dipatahkan, sebaliknya tanduk orang benar akan ditinggikan (8-9,10-11). Ungkapan syukur mereka tak berhenti pada kurban bakaran, namun perubahan dan kesaksian hidup yang nyata bagi setiap orang.

Ungkapan syukur pemazmur semakin limpah saat ia menyadari bahwa keadilan Allah pasti digenapi. Orang benar akan ditinggikan, sedang orang fasik direndahkan-Nya. Inilah janji Allah yang selalu dipegang oleh pemazmur. Ia yakin bahwa Allah tak pernah keliru mengadili. Dia tidak pernah terlambat membela umat-Nya. Disanalah iman dan pengharapan pemazmur dinyatakan dalam menantikan waktu penghakiman Tuhan.

Renungkan: Bila hari-hari ini kita merasa hidup ini tidak adil. Orang fasik masih sejahtera dan bahagia. Percayalah, akan tiba saat-Nya keadilan dinyatakan bagi tiap orang percaya.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Mazmur (psl. 73-89)
https://www.su-indonesia.org

β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
Ambisi Baik Ambisi Buruk (Mazmur 75) – Petrus Kwik | Bible Every Day

~~~~~
Bacaan besok: Mazmur 76 – Allah Sebagai Hakim
πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Proklamasi HUT ke-77
Rabu, 17 Agustus 2022
~~~~~
YESUS MEMBAWA PERTENTANGAN
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 32
Yeremia 25:30-38
Lukas 19:45-48

Tersedia dalam apps GKI Layur
Https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca pada Minggu, 14 Agustus 2022.

Mazmur 32
Orang yang percaya dan menyandarkan hidupnya kepada Tuhan akan beroleh kasih setiaNya. Kasih setia Tuhan yang mengalir itu akan mengelilingi dan menjaga kehidupan mereka, sehingga mereka tidak akan pergi meninggalkan Tuhan, Sang Sumber kasih itu. Bahkan sebaliknya, hal-hal yang jahat tidak dapat menembus serta memutus kasih setia itu karena kuasa Tuhan yang menjaganya (ay. 10). Marilah kita mengisi kehidupan dengan benar dan takut kepada Tuhan yang telah memerdekakan kita dari dosa, sehingga beroleh kasih setiaNya.

🎢 Mazmur 32
https://www.juswantori.com/Mazmur/32/

Yeremia 25:30-38
Orang yang terbunuh karena dosa adalah orang yang binasa karena kematian akibat terbunuh oleh penghakiman Tuhan. Kematiannya tidak diratapi, tidak dikumpulkan, teman-temannya tidak ada lagi untuk menguburkan. Apalagi musuh-musuhnya, pasti tidak akan mempedulikan. Inilah kematian orang berdosa yang digambarkan menderita dan membusuk akan menjadi pupuk di ladang, bahkan sebagai pemandangan yang mengerikan. Seharusnya hal ini menjadi peringatan bagi manusia untuk hidup benar dan takut Tuhan yang telah memerdekakan dari dosa.

Lukas 19:45-48
Seringkali orang mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan untuk hidup bebas dari dosa. Dosa menutup mata manusia menikmati damai sejahtera yang Tuhan sediakan berupa buah Roh. Sampai saat ini manusia terlalu sibuk dengan urusan duniawi sebagai alasan untuk bertahan hidup atau pergulatan hidup; memang itu tidaklah sepenuhnya keliru. Namun sayangnya, manusia tidak lagi peduli dengan kehidupan spiritual. Dosa akibat perbuatan manusia yang jahat menyepelekan damai sejahtera dan anugerah kesempatan dari Tuhan, kisah iman tentang penebusan hidup manusia dari kebinasaan. Dapatkah kita membayangkan hati Kristus yang menangis karena pengorbananNya membebaskan kita dari kebinasaan itu direndahkan?

Renungan pelengkap:
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat


~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 103:1-8
Bilangan 15:32-41
Ibrani 12:3-17