Gemass 16 Juni 2022

Kamis, 16 Juni 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA
Tersedia dalam apps GKI Layur
http://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
πŸ—“ Hari 151
Bagian 9 : HIKMAT BANGSA ISRAEL
Bacaan hari ini: Ayub 40-42
Ungkapan doa : Mazmur 146
~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 151
https://drive.google.com/folderview?id=13YtDs7roRbGTc2bN1N1KC5L70Rd5PkBn

🌟 Ayub 42: 5
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

πŸ’‘ Ayub dalam kesulitannya berusaha jujur dengan mengeluh dan kecewa pada Allah. Meskipun demikian, Ayub tetap berkata benar tentang Allah, beda dengan sahabat-sahabatnya. Hal ini sangat dihargai Allah. Justru dari kesulitannya, Ayub makin mengenal Allah. Kita pun harus bersikap seperti Ayub dalam kondisi apa pun di hadapan Allah.

πŸ™ Doa :
Tuhan, tolong aku untuk bersikap benar di hadapan-Mu dalam suka maupun duka. Aku mau berserah kepada-Mu. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : Mazmur 1-2
Ungkapan doa : Mazmur 147

Kamis, 16 Juni 2022
~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB 1,2 RAJA-RAJA

Bacaan hari ini : 2 Raja-Raja 18:1-12
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~

HIZKIA KUDUS DALAM LINGKUNGAN BERDOSA

Betapa sulit menjaga hidup kudus di lingkungan yang tidak mengenal Tuhan. Apalagi bila keluarga juga tidak seiman. Namun, itulah risiko hidup di dunia modern.

Ternyata keadaan tersebut bukan hanya terjadi di dunia modern. Sejak zaman dulu, anak-anak Tuhan sudah mengalami hal yang sama, yaitu tantangan dan godaan untuk kompromi dengan dosa. Hizkia menjadi raja di tengah-tengah maupun di kerajaan Israel. Ahas, ayah Hizkia adalah raja yang tidak takut akan Tuhan. Pada masa pemerintahannya, Yehuda menyembah berhala. Sedangkan di bagian Utara, kerajaan Israel dipimpin oleh raja Hosea yang berlaku jahat sebagai penguasa terakhir. Tentu Hizkia menyaksikan kejatuhan Israel di tangan Asyur. Pada saat itu, ia belajar bahwa dosa harus dihukum. Israel berdosa besar terhadap Allah, maka mereka harus menerima hukuman-Nya yang dahsyat.

Hizkia menyadari dosa tersebut, maka ia tidak mau mengulang dosa yang dilakukan ayahnya dan bangsanya. Hizkia memutuskan untuk hidup kudus dan setia beribadah kepada Allah Israel (3-6). Penulis 2 Raja-Raja memberikan komentar yang sangat positif terhadap Hizkia, β€œ…di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya tidak ada lagi yang sama seperti dia” (5). Kesetiaannya dihargai oleh Allah dengan memberikan kepadanya kemenangan terhadap para musuh Yehuda. Pada masanya tidak ada musuh yang bertahan melawannya.

Renungkan: Sikap yang benar di tengah-tengah kedurjanaan adalah tetap percaya kepada Yesus, satu-satunya Allah yang layak disembah, dan setia mempertahankan hidup kudus. Biarpun orang lain menjalani hidup yang najis dan mengolok-olok cara hidup kudus kita sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak boleh menyerah apalagi kompromi. Tuhan akan menyertai kita seperti Ia menyertai Hizkia.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab 1,2 Raja-raja
https://www.su-indonesia.org
~~~~~
Bacaan besok : 2 Raja-Raja 18:13-37 – Penghujat Allah

πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Trinitas
Kamis, 16 Juni 2022
~~~~~
KUASA KRISTUS MEMBAWA PERUBAHAN
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 22:19-28
Yesaya 56:9-12
Roma 2:17-29

Tersedia dalam apps GKI Layur
https://bit.ly/GKILayurApps
~~~~~
Bacaan hari ini, mempersiapkan kita untuk bacaan pada hari Minggu, 19 Juni 2022

Mazmur 22:19-28
Pemazmur menyampaikan permintaannya kepada Tuhan untuk menolong pergumulannya dengan mengingat perbuatan Tuhan pada masa-masa yang lalu. Dan ketika pertolongan Tuhan itu datang, pemazmur berjanji untuk menaikkan ucapan syukurnya dengan memasyurkan nama Tuhan di depan seluruh jemaat sehingga semua orang juga terdorong untuk memuji-muji Tuhan. Mazmur ini mengajarkan kita untuk menjadi saksi lewat ucapan syukur kita kepada Tuhan, sehingga orang lain mengenal kuasa dan kebaikan Tuhan dan ikut terdorong untuk bersyukur kepada Tuhan.

🎢 Mazmur 22:19-28:
https://www.juswantori.com/Mazmur/22-19/

Yesaya 56:9-12
Peringatan dari Tuhan melalui nabi Yesaya tentang kewaspadaan terhadap pemimpin-pemimpin palsu yang tidak mengerti bagaimana menggembalakan dan melindungi. Mereka adalah pemimpin yang membawa kepada kesesatan moralitas dan spiritualitas. Sebagai anak-anak Tuhan, kita diminta untuk selalu waspada terhadap godaan yang mengalihkan spiritualitas kita dari Tuhan yang hidup. Saat ini ada banyak godaan yang dapat mengalihkan pandangan kita dari Tuhan. Tetap teguh, jangan goyah.

Roma 2:17-29
Paulus menuduh orang-orang Yahudi tidak menghormati Allah dengan melanggar hukum yang Dia berikan kepada mereka. Ini memberikan nama buruk bagi Allah di antara bangsa-bangsa lain. Allah menetapkan perjanjian-Nya melalui iman Abraham sebelum menyegelnya melalui tanda sunat, yang melambangkan penghapusan kenajisan. Dalam Roma 2:25–29, Paulus menegur sesama orang Yahudi karena menyamakan ritual (sunat) dan etnisitas dengan berkat. Penerimaan Allah datang melalui pekerjaan-Nya di dalam hati oleh Roh. Injil kasih karunia mengubah kita dari dalam ke luar. Berubah pada tingkat hati, hingga kita dapat hidup secara berbeda. Kita tidak bisa begitu saja bertindak dengan cara tertentu untuk berubah pada tingkat hati, jika hati tidak benar-benar bersekutu dengan Tuhan maka tidak ada ritual yang akan memberikan kebenaran sejati.

Renungan pelengkap:
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat

https://youtu.be/UJnAnYexDwI
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 22:19-28
Yesaya 57:1-13
Galatia 3:15-22