Gemass 15 Oktober 2021

~~~~~~
πŸ“– GEMASSreguler 2021 – FIRMAN UNTUK SEMUA
πŸ—“ Hari 271
Bagian 14 : YESUS DAN KERAJAAN ALLAH
Bacaan hari ini: Lukas 8-9
Ungkapan doa : Mazmur 116
~~~~~~

ALKITAB SUARA
🎧 GEMASS – Hari 271
https://drive.google.com/folderview?id=1A_y3JymV6YMckAVjDzFVfDI0N_J9QuUh

β–Ά Video Injil Menurut Kitab LUKAS pasal 9-19 – The Bible Project Indonesia
thebibleproject.com
Saksikan :
https://youtu.be/eWjW5XrJ_gs

🌟 Lukas 9:23-24 (TB)
Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

πŸ’‘ Ikut Tuhan Yesus bukan hanya ingin menerima berkat agar hidup nyaman, tetapi harus dengan komitmen siap mati bagi Dia, maka kita akan mengalami hidup yang berkemenangan!

πŸ™ Doa:
Tuhan, ajar aku apa artinya siap mati demi Engkau agar aku tidak hidup berputar-putar hanya mencari kenyamanan pribadi, melainkan fokus untuk menyenangkan hati-Mu. Amin.
~~~~~~
Bacaan besok : Lukas 10-11
Ungkapan doa : Mazmur 117
Jumat, 15 Oktober 2021
~~~~~~
πŸ“– GEMASSplus SH KITAB – 2021
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi – Santapan Harian Gemass edisi KITAB INJIL MARKUS

Bacaan hari ini : Markus 11: 1-11
Doa β‡’ Baca β‡’ Renungkan β‡’ Bandingkan β‡’ Doa
~~~~~~

TETAP MERENDAH WALAU TABIR TELAH TERBUKA

Dalam pandangan orang banyak iring-iringan Yesus memasuki kota Yerusalem tidak ada bedanya dengan iring-iringan umat peziarah menjelang hari raya. Suasana ini Yesus manfaatkan sebagai kesempatan untuk membuka tabir kemesiasan-Nya. Yesus masuk ke Yerusalem bukan sebagai peziarah yang hendak berpesta, tetapi sebagai Mesias yang dengan penuh kerendahan diri akan mendirikan Kerajaan Allah. Jelaslah di sini bahwa nubuat Zakharia (lih. Za. 9:9) melatarbelakangi peristiwa ini.
 
Meskipun kedatangan-Nya dengan mengendarai keledai tidak menggambarkan masuknya seorang raja yang menang dalam kemuliaan, namun justru ciri khas Mesias sebagai Hamba Tuhan yang merendah dan terselubung itu tetap terpelihara – sekalipun tabir telah terbuka. Dari pihak Yesus, perjalanan ini merupakan demonstrasi kemesiasan-Nya. Namun, dari pihak umat peziarah, perjalanan ini adalah suatu peristiwa mengelu-elukan Mesias, yang mungkin di dalamnya termuat cita-cita nasional, religius-politik. Semua orang yang berada di sekitar Yesus bersahut-sahutan menyanyikan lagu pujian bagi-Nya. Dalam peristiwa inilah umat memaklumkan Yesus sebagai Mesias. Zaman yang baru telah mulai, dan Kerajaan itu sedang menjelang.
 
Renungkan: Betapa agung sikap Yesus menghadapi saat-saat akhir hidup-Nya yang semakin dekat. Tidak dalam rasa takut, gentar atau panik. Tidak juga dengan sikap memikirkan diri sendiri. Dia adalah Raja yang datang untuk membawa damai.

Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Injil Markus
https://www.su-indonesia.org

β–Ά Video Pelengkap Bacaan:
The Triumphal Entry (Mark 11:1–11) β€” A Sermon by. R. C. Sproul
Channel Ligonier Miniestries
https://youtu.be/3Ezs1WNlMts
~~~~~~
Bacaan besok : Markus 11: 12-19 – Kuantitas tanpa kualitas
πŸ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun B
Minggu biasa 19
Jumat, 15 Oktober 2021
~~~~~~
KRISTUS IMAM BESAR KELUARGAKU
Bacaan hari ini:
Mazmur 91:9-16
Yesaya 47:1-9
Wahyu 17:1-18
~~~~~
Bacaan hari ini memperlengkapi apa yang kita baca Minggu 17 Oktober 2021.

Mazmur 91:9-16
Daud mengungkapkan bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan dan perteduhan, hal ini menunjukan bahwa Allah kita Yang Maha tinggi lebih besar dari segala ancaman dan lebih berkuasa dari segala tulah dan kuasa-kuasa jahat.
Berjalan bersama Tuhan dalam kehidupan ini tidak membuat kita bebas dari pergumulan dan kesulitan tapi didalam Tuhan kita bisa rasakan  penyertaaan dan pemeliharaan Tuhan yang ajaib dan didalamnya kita dibawa kepada pengenalan Allah yang makin mendalam , yang jauh lebih berharga dari apapun didunia.

Yesaya 47:1-9
Bagian ini menyajikan suatu nyanyian kemenangan Israel atas Babel. Setelah kekuasaan kerajaannya hancur, Babel akan direndahkan ke status yang memalukan, yakni laksana budak perempuan setengah telanjang yang menggiling tepung dengan batu kilangan yang berat. Keadaan diam serta gelap pada ayat 5 menunjukkan bahwa sejak itu Babel tidak mempunyai kekuatan dan tidak dikenal. Babel tidak akan pernah lagi memperoleh kemerdekaan atau kekuasaan kerajaan (dan setelah 539 SM, ia memang tidak pernah). 
Melalui bacaan ini kita mendapat sebuah pemahaman bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kekejian, penindasan dan  kelaliman untuk selama-lamanya dimuka bumi ini, ada waktunya pelangi indah itu hadir setelah hujan yang lebat, seperti hidup ini tidak mungkin kita  bebas dan lepas dari penderitaan, setiap anak-anak Tuhan pasti mengalami masa-masa kita diuji dan diproses Tuhan, tetapi dibalik itu semua pasti ada berkat tersembunyi yang Allah sediakan untuk setiap orang yang setia memegang janjiNya.

Wahyu 17:1-18
Bacaan ini menggambarkan kuasa agama Babel dan mencakup semua agama palsu, termasuk kekristenan yang murtad. Dalam Alkitab, apabila kata pelacuran dan perzinaan dipakai secara kiasan, itu biasanya menunjuk kepada kemurtadan agama dan ketidaksetiaan kepada Allah dan menandakan suatu umat yang mengaku melayani Allah sedangkan dalam kenyataannya menyembah dan melayani ilah-ilah lain. 
Hal ini dapat menjadi refleksi dalam hidup kita, apakah kita sungguh-sungguh hidup bagi Tuhan, dan menempatkan Yesus sebagai satu-satunya pusat hidup kita, ataukah sebenarnya yang sedang kita layani adalah ego, untuk aktualisasi diri, untuk mengisi kesibukan ataukah memang hanya untuk kemuliaan Tuhan , karena sesungguhnya sikap hati kita adalah sesuatu yang berharga dimata Tuhan.

Renungan pelengkap :
https://www.ykb-wasiat.org/wasiat
~~~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 91:9-16
Yesaya 47:10-15
Lukas 22:24-30