Gemass 15 Juli 2022

Jumat, 15 Juli 2022 
~~~~~
๐Ÿ“– GEMASSreguler 2022 – FIRMAN UNTUK SEMUA 
Tersedia dalam apps GKI Layur
~~~~~~
๐Ÿ—“ Hari 180
Bagian 10 : NABI-NABI DI MASA PEMBUANGAN
Bacaan hari ini: Yeremia 45-48    
Ungkapan doa: Mazmur 25
~~~~~
 
ALKITAB SUARA
๐ŸŽง GEMASS – Hari 180
 
๐ŸŒŸ Yeremia 46:25, 28 (TB)  
TUHAN semesta alam, Allah Israel, berfirman: “Sesungguhnya, Aku mendatangkan hukuman atas dewa Amon dari Tebe, atas Firaun beserta Mesir, dewa-dewanya dan raja-rajanya, yakni atas Firaun beserta orang-orang yang percaya kepadanya.
Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku menyertai engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kucerai-beraikan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.”
 
๐Ÿ’ก Meskipun sedang dihukum oleh Tuhan dan terjepit diantara Mesir dan Babel yang sedang berperang, tetapi Tuhan tidak pernah tinggalkan umat pilihan-Nya yaitu Israel. Jangan lari dari hajaran Tuhan karena Dia sedang membentuk kita dengan penuh kasih!
 
๐Ÿ™ Doa:
Tuhan, terimakasih atas kasih-Mu yang nyata melalui pemeliharaan-Mu maupun hajaran-Mu agar aku semakin serupa dengan Kristus. Amin.
~~~~~
Bacaan besok : Yeremia 49-50    
Ungkapan doa : Mazmur 26
 
Jumat, 15 Juli 2022
~~~~~
๐Ÿ“– GEMASSplus SH KITAB – 2022
Membaca dan menggali firman Tuhan lebih dalam lagi โ€“ Santapan Harian Gemass edisi KITAB AYUB 
 
Bacaan hari ini : Ayub 15:1-35
Doa โ‡’ Baca โ‡’ Renungkan โ‡’ Bandingkan โ‡’ Doa
~~~~~
 
NASIHAT ATAU TUDUHAN? 
 
  Acap kali orang memaksa pandangannya tentang kebenaran pada orang lain tanpa mempertimbangkan perasaan orang tersebut. Padahal, belum tentu pandangan orang tersebut itu yang paling benar. Tidak jarang nasihat positif menjadi sindiran yang kasar serta membabi buta yang berlawanan dengan kebenaran sesungguhnya. Seperti itulah nasihat Elifas. 
 
  Ia mengajukan pertanyaan retoris (2-3,7-9,11-14) dan kata-kata kasar serta tajam (4-6,16). Rupanya, Elifas tersinggung dengan pernyataan Ayub (12:3,13:2). Itu sebabnya Elifas membalas Ayub dengan menggunakan kata-kata Ayub sendiri (9). Sebenarnya, Elifas bermaksud menyindir Ayub yang mengaku dirinya berhikmat (2), memiliki pengetahuan ilahi (7-8), dan merasa diri benar (14-16) padahal bodoh dan berdosa. Sedangkan kata-kata kasar serta tajam Ayub hanya menyamakannya dengan orang fasik. Misalnya, โ€œkesalahanmulah yang menghajar mulutmu dan bahasa yang licik yang kaupilihโ€ (5), โ€œlebih-lebih lagi orang yang keji dan bejat, yang menghirup kecurangan seperti airโ€ (16). 
 
  Mulai ayat 20-35, Elifas menjelaskan panjang lebar tentang nasib orang fasik. Orang fasik sepanjang hidupnya akan menderita, ketakutan (20-24, 28-30), dan akhirnya binasa (31-35). Sebab, hidup mereka menentang Allah (25-27). Ucapan Elifas ini menciptakan `tembok pemisahโ€™ antara Ayub dengan ketiga temannya. Perkataan Elifas ini mempertajam suasana yang tidak enak menjadi konflik terbuka. Yang ada bukan nasihat lemah lembut, melainkan tuduhan yang penuh kemarahan. Sikap cinta kasih diganti dengan ucapan menghakimi. 
 
  Renungkan: Kita harus berhati-hati dalam menasihati orang lain. Jangan gegabah membenarkan asumsi kita sebagai kebenaran tunggal.
 
Sumber : Santapan Harian Gemass edisi Kitab Ayub
 
โ–ถ Video Pelengkap Bacaan:
AYUB, ORANG BENAR YANG MENDERITA | Sesi 1/Inawaty Teddy
~~~~~
Bacaan besok : Ayub 16:1-22 โ€“ Penghibur Sialan
 
๐Ÿ“– GEMASSplus LEKSIONARI
Tahun C
Minggu Biasa-4
Jumat, 15 Juli 2022
~~~~~
BELAJAR MENDENGAR-NYA
SEBELUM MELAYANI-NYA
~~~~~
Bacaan hari ini:
Mazmur 15
Kejadian 13:1-18
Efesus 3:14-21
 
Tersedia dalam apps GKI Layur
~~~~~
Bacaan hari ini,  mempersiapkan kita untuk bacaan pada hari Minggu, 17 Juli 2022.
 
Mazmur 15
Pemazmur bertanya kepada Tuhan, orang seperti apa yang Tuhan perkenankan masuk ke dalam surgaNya. Jawabnya, mereka  yang hidup benar dan jujur, yang mengasihi sesamanya dan yang menjaga kekudusannya, karena Tuhan kudus.
Tuhan Yesus semasa hidupnya di dunia, mengajarkan dan meneladankan kehidupan seperti itu. Sudahkah kita hidup seperti yang Tuhan ajarkan agar Dia berkenan kepada kita?
 
โ–ถ๏ธ Mazmur 15 – Eva R Simanjuntak
YKB TV
 
Kejadian 13:1-18
Predikat sebagai bapa orang beriman memang tepat disandang oleh Abraham. Ia taat pada perintah Tuhan kemanapun Tuhan memerintahkannya pergi, tanpa banyak bertanya, dan Tuhan memberkatinya luar biasa. Ketika dia harus berpisah dengan Lot keponakannya, karena negeri yang mereka diami tidak cukup bagi mereka berdua karena banyaknya harta mereka, Abraham mempersilahkan Lot untuk memilih terlebih dahulu daerah yang akan didiami, padahal Abraham pastinya jauh lebih tua daripada Lot. Waktu Lot memilih daerah yang sangat subur, bahkan dikatakan seperti taman Tuhan, Abraham ikhlas untuk menempati bagian yang lain. Dia percaya, dimanapun dia berada, Tuhan selalu bersamanya, itulah prioritasnya.
Apapun keadaan kita saat ini, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, kiranya ini juga yang terpenting bagi kita.
 
Efesus 3:14-21
Kita bisa belajar dari doa Rasul Paulus untuk jemaat di Efesus. Rasul Paulus mengawali doanya dengan merendahkan diri dihadapan Tuhan, sujud kepadaNya. Kemudian mendoakan jemaat di Efesus agar dikuatkan dan diteguhkan oleh Roh Kristus yang berdiam dalam diri setiap umatNya. Kristus diam di dalam hati manusia melalui iman yang berlandaskan kasih karuniaNya. KasihNya lebar, panjang, tinggi dan dalam, menggambarkan kasih yang sangat besar yang bahkan melampaui pikiran kita. Dan umat Tuhan adalah satu keluarga yang diikat oleh kasih Kristus. Ketika kasihNya memenuhi hati kita, maka kita dimampukan untuk mengasihiNya dan mengasihi sesama. Doa rasul Paulus ditutup dengan pujian akan kuasa Tuhan yang besar, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan. Dia Allah yang maha kuasa, yang tahu apa yang kita inginkan sebelum kita mengatakannya, dan Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita. Dia Allah yang maha mulia, yang sempurna, yang karena kasihNya berkenan diam di dalam kita, umatNya.
Mari di dalam doa-doa kita, jangan hanya menyampaikan keinginan-keinginan kita saja tetapi juga berdoa bagi saudara-saudara kita seiman dengan kasih. Dan naikkan pujian serta penyembahan bagi Dia yang selalu hadir dan campur tangan dalam kehidupan kita.
 
Renungan pelengkap:
 
~~~~~
Bacaan besok:
Mazmur 15
Kejadian 14:1-16
Lukas 8:4-10